Rabu, 16/9/26 | 13:43 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Pemendekan Kata dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/8/23 | 12:59 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

Orang Indonesia sangat gemar menggunakan bentuk-bentuk pendek atau bentuk singkat dalam berbahasa Indonesia. Kegemaran menggunakan bentuk pendek/singkat tersebut menghasilkan beragam variasi pemendekan/penyingkatan dalam bahasa Indonesia. Proses membuat kata menjadi singkat dalam ilmu linguistik, khususnya dalam ilmu morfologi (ilmu pembentukan kata) disebut dengan abreviasi. Kridalaksana (2007) mendefinisikan abreviasi sebagai proses penanggalan beberapa bagian leksem sehingga muncul bentuk baru yang berstatus kata. Abreviasi juga disebut pemendekan bentuk sebagai pengganti bentuk yang lengkap (Badan Bahasa, 2008).

Abreviasi merupakan salah satu bentuk yang produktif dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. Ada banyak jenis abreviasi yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Jenis abreviasi ini merupakan representasi dari kreativitas berbahasa yang demikian tinggi dari pengguna/penutur bahasa Indonesia. Penggunaan pemendekan/penyingkatan merupakan salah satu upaya mempermudah dan membuat sederhana penggunaan kata-kata. Secara garis besar, bentuk abreviasi dalam bahasa Indonesia terbagi atas sembilan, yaitu 1. Singkatan, 2. Penggalan, 3. Akronim, 4. Kontraksi, 5. Lambang huruf, 6. Afikasasi Pemendekan, 7. Reduplikasi Pemendekatan, 8. Kompoisi pemendekan, dan 9. Pemendekan Pelesapan

1.Singkatan
Singatan adalah salah satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf maupun yang tidak dieja huruf demi huruf.

Singkatan yang dieja huruf demi huruf terdapat pada contoh di bawah ini.
FTUI : Fakultas Teknik Universitas Indonesia
DPR : Dewan Perwakilan Rakyat
KKN : Kuliah Kerja Nyata

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Singkatan yang tidak dieja huruf demi huruf terdapat pada contoh di bawah ini.
dll.       : dan lain-lain
dgn      : dengan
dst.      : dan seterusnya

2. Penggalan
Penggalan adalah proses pemendekan yang mengekalkan salah satu bagian dari leksem/kata. Contohnya dapat dilihat di bawah ini :

Prof.    : Profesor
Bu       : Ibu
Pak      : Bapak

3.Akronim
Akronim merupakan pemendekatan/penyingkatan yang menggabungkan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata. Contoh akronim adalah sebagai berikut:

ABRI               :  Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
AKABRI           : Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
pemilu            : pemilihan umum
Unand             : Universitas Andalas
perda              : peraturan daerah
tilang              :  bukti pelanggaran

4. Kontraksi
Kontraksi adalah proses pemendekan yang meringkaskan leksem/kata dasar atau gabungan leksem. Contoh-contoh pemendekan leksem dapat dilihat di bawah ini.

tak                   : tidak
takkan             : tidak akan
dah                  : sudah
sendratari        : seni drama dan tari
berdikari          : berdiri di atas kaki sendiri
rudal                : peluru kendali

5. Lambang Huruf
Lambang huruf adalah proses pemendekan yang menghasilkan satu huruf atau lebih yang menggambarkan kuantitas dan satuan atau unsur. Contoh-contoh pemendekan lambang huruf dapat dilihat di bawah ini.

cm                   : sentimeter untuk satuan panjang
g                      : gram untuk satuan ukuran berat
Au                   : Aurum untuk lambang unsur kimia emas
v                      : volt untuk satuan ukuran tegangan listrik
Am                  : Ampere untuk satuan besaran arus listrik
kg                    : kilo gram untuk satuan massa

6. Pemendekan Afiksasi
Pemendekan afiksasi merupakan proses gramatikalisasi berupa penambahan afiks yang dialami kata yang dipendekan. Contoh pemendekan afiksasi dapat dilihat di bawah ini.

di –kan + KB           : di-KB-kan
di-kan + inpres      : diinpreskan
di- + tilang             : ditilang
ber- + parpol         : berparpol
me-kan                   : mengormaskan

7.Pemendekan Reduplikasi
Pemendekan reduplikasi merupakan proses pengulangan yang terjadi pada kata yang dipendekan. Pemendekan reduplikasi dapat dilihat pada contoh-contoh di bawah ini.

ormas-ormas              : organisasi masyarakat-organisasi masyarakat
pemilu-pemilu            : pemilihan umum-pemilihan umum
wadek-wadek             : wakil dekan-wakil dekan
kanwil-kanwil             : kantor wilayah-kantor wilayah
SD-SD                        : Sekolah Dasar-Sekolah Dasar

8. Pemendekan Komposisi
Pemendekan komposisi adalah penggabungan dua kata berbeda yang dipendekan. Pemendekan komposisi dapat dilihat pada contoh-contoh di bawah ini.

RT RW                         : Rukun Tetangga Rukun Warga
HUT RI                        : Hari Ulang Tahun Republik Indonesia
Pemprov Sumbar        : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat
RUU ormas                 : Rancangan Undang-undang Organisasi Massa
Wadek FIB                  : Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya

9. Pemendekan Pelesapan
Pemendekan pelesapan huruf adalah bentuk pemendekan yang disertai dengan pelesapan/penghilangan beberapa bagian huruf, suku kata, kata, dan afiks. Pemendekan pelesapan terbagi atas empat, yaitu pelesapan huruf (pemendekan dengan pelesapan huruf), pelesapan suku kata (pemendekan dengan pelesapan kata), dan pelesapan afiks (pemendekan dengan pelesapan afiks-afiks). Contoh masing-masingnya dapat dilihat di bawah ini.

a. Pelesapan Huruf
Lurgi              : luar negeri
Ifgaba            : Infanteri gaya baru

b. Pelesapan suku kata
Gatra             : gabungan tentara
Gestapu        : gerakan sepuluh september

c. Pelesapan kata
Gabis            : gabungan pengusaha bioskop
Gakass          : gabungan pertanian karet Sumatera Selatan

d. Pelesapan Afiks
KOTI              : Komando Operasi Tertinggi
BPPP             : Balai Pengelolaan Pengujian Pendi

Demikian penjelasan tentang abreviasi atau proses pemendekan/penyingkatan dan contoh-contohnya dalam bahasa Indonesia. Pada era media sosial saat ini, bentuk pemendekan/penyingkatan ini semakin banyak variasinya. Beberapa bentuk pemendekan dalam bahasa Indonesia yang sering digunakan di media sosial, di antaranya pansos (panjat sosial), caper (cari perhatian), bucin (budak cinta), baper (bawa perasaan), gercep, (gerak cepat), kuy (yuk), BU (butuh uang), mantul (mantap betul), mager(malas gerak), dan lain-lain. Semoga mencerahkan!

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kemeja Putih Lengan Pendek

Berita Sesudah

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata Pas, Cocok, Sesuai, dan Relevan

Minggu, 30/8/26 | 16:13 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies) Kata pas, cocok, sesuai, dan...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Psikologi Bahasa: Kompetisi dan Kolaborasi

Minggu, 16/8/26 | 22:38 WIB

Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Universitas Andalas baru saja menyambut...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kali ini, kita akan membahas bentuk terikat...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Linguistik FIB Universitas Andalas) Ada yang menarik dari konten...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Discussion about this post

POPULER

  • Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

    Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Digangjar Anugerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026