Rabu, 11/3/26 | 02:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Klinik

Minggu, 04/12/22 | 09:36 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Kurun waktu dua minggu ini, saya menjadi akrab dengan kata ‘klinik’. Seseorang memperkenalkan kata itu dengan makna yang lain. Saya pun sering diajak olehnya untuk mampir ke klinik yang ia maksud. Awalnya, saya bingung ketika ia menyebut ‘klinik’. Saya pikir ia sedang sakit dan hendak berobat. Kebetulan pula ketika itu ia baru saja sembuh dari sakit dan saya menduga saat itu ia belum benar-benar pulih.

Rupanya, ‘klinik’ yang dimaksud ialah tempat makan. Sebelum mengenal tempat makan yang disebutnya dengan ‘klinik’, saya mengenal tempat semacam itu sebagai ‘pemadam kelaparan’. Meskipun keduanya dapat diartikan sebagai tempat yang mengenyangkan namun keduanya juga memiliki perbedaan yang signifikan.

Pemadam kelaparan dapat menjadi tempat yang dibutuhkan oleh semua orang ketika mereka lapar, tetapi tidak dengan klinik. Klinik hanya cocok untuk orang-orang lapar dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama kondisi kesehatan lambung. Artinya, tidak semua pemadam kelaparan adalah klinik, tetapi semua klinik sudah pasti pemadam kelaparan. Tempat makan dalam sebutan klinik tidak hanya bertujuan untuk membuat seseorang menjadi kenyang, tetapi juga tetap sehat. Setidaknya, lambungnya tidak bermasalah setelah berkunjung ke tempat tersebut.

Setelah lebih dari dua minggu sering menghabiskan waktu bersama, cukup banyak klinik yang kami kunjungi. Dalam sehari bahkan mengunjungi dua klinik yang berbeda. Akan tetapi, adakalanya pula kami mampir ke klinik yang salah. Semula, kami mengira tempat tersebut adalah klinik, ternyata bukan. Bila mampir ke klinik yang salah, ini adalah hal buruk bagi kami berdua.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Teman dekat saya yang memperkenalkan klinik dengan makna lain tersebut memiliki masalah dengan lambungnya. Baginya, pemadam kelaparan yang bisa dikategorikan sebagai klinik adalah tempat yang tidak menyebabkan masalah di lambungnya yang sensitif. Ia memiliki klinik langganan yang sering dikunjungi. Di klinik tersebut, selain kenyang ia juga dapat merasa lebih sehat.

Tadi malam, untuk bermalam minggu, kami mampir ke sebuah klinik. Saya amat senang, sebab kesempatan ini amatlah jarang karena kami tinggal cukup berjauhan. Pikir saya, kami bisa menghabiskan waktu untuk omong-omong banyak hal sambil menyeduh dan mengicip pesanan yang tersisa.

Setelah melahap pesanan masing-masing, teman dekat saya tiba-tiba saja berulang kali ke toilet. Dia bilang, ia mulai merasa mual. Ada makanan yang ternyata tidak cocok dengan lambungnya. Rupanya, kami mengunjungi klinik yang salah. Tempat itu bukan klinik melainkan pemadam kelaparan.

Karena terlalu senang bisa bermalam minggu bersama, saya kurang peka terhadap kondisi teman dekat saya itu. Karena keteledoran saya yang amat tak terpuji tersebut, saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Tentu saja, saya amat kapok untuk mengulangi keteledoran yang sama sebab masih banyak keteledoran lain yang tentu pula sebisa mungkin tidak akan pernah saya coba.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Luckiest Girl Alive: Representasi Perempuan Menulis

Berita Sesudah

Cerpen “Ayam dan Kambing” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Berita Sesudah
Cerpen “Ayam dan Kambing” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Cerpen "Ayam dan Kambing" Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Perkuat Silaturahmi Perantau Pariaman Lewat Buka Puasa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inspirasi Menu Buka Puasa Enak: Dari Takjil Manis Hingga Lauk Gurih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ TA 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026