Minggu, 26/7/26 | 16:17 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Klinik

Minggu, 04/12/22 | 09:36 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Kurun waktu dua minggu ini, saya menjadi akrab dengan kata ‘klinik’. Seseorang memperkenalkan kata itu dengan makna yang lain. Saya pun sering diajak olehnya untuk mampir ke klinik yang ia maksud. Awalnya, saya bingung ketika ia menyebut ‘klinik’. Saya pikir ia sedang sakit dan hendak berobat. Kebetulan pula ketika itu ia baru saja sembuh dari sakit dan saya menduga saat itu ia belum benar-benar pulih.

Rupanya, ‘klinik’ yang dimaksud ialah tempat makan. Sebelum mengenal tempat makan yang disebutnya dengan ‘klinik’, saya mengenal tempat semacam itu sebagai ‘pemadam kelaparan’. Meskipun keduanya dapat diartikan sebagai tempat yang mengenyangkan namun keduanya juga memiliki perbedaan yang signifikan.

Pemadam kelaparan dapat menjadi tempat yang dibutuhkan oleh semua orang ketika mereka lapar, tetapi tidak dengan klinik. Klinik hanya cocok untuk orang-orang lapar dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama kondisi kesehatan lambung. Artinya, tidak semua pemadam kelaparan adalah klinik, tetapi semua klinik sudah pasti pemadam kelaparan. Tempat makan dalam sebutan klinik tidak hanya bertujuan untuk membuat seseorang menjadi kenyang, tetapi juga tetap sehat. Setidaknya, lambungnya tidak bermasalah setelah berkunjung ke tempat tersebut.

Setelah lebih dari dua minggu sering menghabiskan waktu bersama, cukup banyak klinik yang kami kunjungi. Dalam sehari bahkan mengunjungi dua klinik yang berbeda. Akan tetapi, adakalanya pula kami mampir ke klinik yang salah. Semula, kami mengira tempat tersebut adalah klinik, ternyata bukan. Bila mampir ke klinik yang salah, ini adalah hal buruk bagi kami berdua.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Teman dekat saya yang memperkenalkan klinik dengan makna lain tersebut memiliki masalah dengan lambungnya. Baginya, pemadam kelaparan yang bisa dikategorikan sebagai klinik adalah tempat yang tidak menyebabkan masalah di lambungnya yang sensitif. Ia memiliki klinik langganan yang sering dikunjungi. Di klinik tersebut, selain kenyang ia juga dapat merasa lebih sehat.

Tadi malam, untuk bermalam minggu, kami mampir ke sebuah klinik. Saya amat senang, sebab kesempatan ini amatlah jarang karena kami tinggal cukup berjauhan. Pikir saya, kami bisa menghabiskan waktu untuk omong-omong banyak hal sambil menyeduh dan mengicip pesanan yang tersisa.

Setelah melahap pesanan masing-masing, teman dekat saya tiba-tiba saja berulang kali ke toilet. Dia bilang, ia mulai merasa mual. Ada makanan yang ternyata tidak cocok dengan lambungnya. Rupanya, kami mengunjungi klinik yang salah. Tempat itu bukan klinik melainkan pemadam kelaparan.

Karena terlalu senang bisa bermalam minggu bersama, saya kurang peka terhadap kondisi teman dekat saya itu. Karena keteledoran saya yang amat tak terpuji tersebut, saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Tentu saja, saya amat kapok untuk mengulangi keteledoran yang sama sebab masih banyak keteledoran lain yang tentu pula sebisa mungkin tidak akan pernah saya coba.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Luckiest Girl Alive: Representasi Perempuan Menulis

Berita Sesudah

Cerpen “Ayam dan Kambing” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Berita Sesudah
Cerpen “Ayam dan Kambing” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Cerpen "Ayam dan Kambing" Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Luncurkan Program Smart Surau untuk Makmurkan Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penulisan Singkatan Jalan dalam Alamat Surat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tradisi Makan Bajamba Jadi Cara Sekolah Tanamkan Budaya Minang Sejak Dini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Maulid Nabi 2024, Masyarakat Nagari Situak Gelar Festival Malamang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026