Kamis, 26/2/26 | 10:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Masih di Ruang Tunggu

Minggu, 20/11/22 | 14:16 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

Mengapa orang-orang berada di ruang tunggu? Mengapa pula mereka mau berlama-lama di ruang tunggu? Sebab, mereka memiliki tujuan yang pasti. Di ruang tunggu seperti rumah sakit dan bank, setidaknya setiap pengunjung memiliki nomor antrian. Mereka dapat dipastikan cepat atau lambat akan sampai pada nomor antrian masing-masing. Lalu, bagaimana dengan ruang tunggu tanpa antrian? Di ruang tunggu yang seperti ini mereka memang tidak memegang selembar kertas berisi angka antrian, tetapi mereka memiliki janji dan jadwal.

Ketika seseorang hendak bertemu pimpinan suatu institusi, ia akan diarahkan ke ruang tunggu dan menunggu jadwal bertemu sesuai janji yang telah disepakati jauh-jauh hari. Begitu pula orang-orang yang berada di ruang tunggu bandara. Mereka menunggu jadwal keberangkatan pesawat yang telah ditentukan. Jikapun ada keterlambatan oleh suatu sebab, penumpang akan diberitahu rentang keterlambatan, apakah 30 menit, 45 menit, 1 jam, dan sebagainya.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Saat Ide Mengalir di Detik Terakhir

Minggu, 05/10/25 | 20:02 WIB

Rupanya, di ruang tunggu orang-orang menunggu suatu hal yang pasti. Mereka akan meninggalkan ruang ketika kepastian itu mereka dapatkan. Ruang tunggu adalah jembatan bagi orang-orang menuju kepastian. Dapat dipastikan pula, ruang tunggu menghindari orang-orang dari kesia-siaan.

Dalam kehidupan, setiap orang berkemungkinan menempati ruang tunggu dan berpindah-pindah dari ruang yang satu ke ruang yang lainnya. Bedanya di ruang tunggu versi ini, orang-orang tidak selalu menunggu hal yang pasti. Bisa jadi pula, aktivitas menunggu di ruang tunggu ini berujung sia-sia.

Kita bisa menyediakan ruang tunggu untuk orang lain sekaligus disediakan pula oleh orang lain. Ketika kita menyediakan ruang itu, kita pulalah penentu kepastian yang akan diberikan. Sebaiknya, kita tidak memberi pengharapan kosong pada orang yang kita persilakan menunggu. Bila kepastian itu tidak mampu kita berikan, alangkah lebih baik mempersilakan orang tersebut keluar dari ruang tunggu kita. Barangkali, ia perlu menuju ruang tunggu lain yang lebih bisa memberi hal-hal pasti.

Begitupun bila kita terjebak di ruang tunggu orang lain yang tidak tentu bermuara di mana. Sangat tidak mungkin bila hanya menunggu dan menunggu tanpa kejelasan. Bagaimanapun, sesuatu yang dicari adalah sesuatu yang pasti. Bila yang bernama pasti itu tidak ada, barangkali kita perlu berpindah ke ruang tunggu lain yang lebih pasti antara hulu, hilir, dan muaranya.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Maulita Dwi Cahya dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Berita Sesudah
Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024