Sabtu, 18/4/26 | 17:11 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Masih di Ruang Tunggu

Minggu, 20/11/22 | 14:16 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

Mengapa orang-orang berada di ruang tunggu? Mengapa pula mereka mau berlama-lama di ruang tunggu? Sebab, mereka memiliki tujuan yang pasti. Di ruang tunggu seperti rumah sakit dan bank, setidaknya setiap pengunjung memiliki nomor antrian. Mereka dapat dipastikan cepat atau lambat akan sampai pada nomor antrian masing-masing. Lalu, bagaimana dengan ruang tunggu tanpa antrian? Di ruang tunggu yang seperti ini mereka memang tidak memegang selembar kertas berisi angka antrian, tetapi mereka memiliki janji dan jadwal.

Ketika seseorang hendak bertemu pimpinan suatu institusi, ia akan diarahkan ke ruang tunggu dan menunggu jadwal bertemu sesuai janji yang telah disepakati jauh-jauh hari. Begitu pula orang-orang yang berada di ruang tunggu bandara. Mereka menunggu jadwal keberangkatan pesawat yang telah ditentukan. Jikapun ada keterlambatan oleh suatu sebab, penumpang akan diberitahu rentang keterlambatan, apakah 30 menit, 45 menit, 1 jam, dan sebagainya.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Rupanya, di ruang tunggu orang-orang menunggu suatu hal yang pasti. Mereka akan meninggalkan ruang ketika kepastian itu mereka dapatkan. Ruang tunggu adalah jembatan bagi orang-orang menuju kepastian. Dapat dipastikan pula, ruang tunggu menghindari orang-orang dari kesia-siaan.

Dalam kehidupan, setiap orang berkemungkinan menempati ruang tunggu dan berpindah-pindah dari ruang yang satu ke ruang yang lainnya. Bedanya di ruang tunggu versi ini, orang-orang tidak selalu menunggu hal yang pasti. Bisa jadi pula, aktivitas menunggu di ruang tunggu ini berujung sia-sia.

Kita bisa menyediakan ruang tunggu untuk orang lain sekaligus disediakan pula oleh orang lain. Ketika kita menyediakan ruang itu, kita pulalah penentu kepastian yang akan diberikan. Sebaiknya, kita tidak memberi pengharapan kosong pada orang yang kita persilakan menunggu. Bila kepastian itu tidak mampu kita berikan, alangkah lebih baik mempersilakan orang tersebut keluar dari ruang tunggu kita. Barangkali, ia perlu menuju ruang tunggu lain yang lebih bisa memberi hal-hal pasti.

Begitupun bila kita terjebak di ruang tunggu orang lain yang tidak tentu bermuara di mana. Sangat tidak mungkin bila hanya menunggu dan menunggu tanpa kejelasan. Bagaimanapun, sesuatu yang dicari adalah sesuatu yang pasti. Bila yang bernama pasti itu tidak ada, barangkali kita perlu berpindah ke ruang tunggu lain yang lebih pasti antara hulu, hilir, dan muaranya.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Maulita Dwi Cahya dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah
Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026