Rabu, 27/5/26 | 21:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Sambat dan Kawan-Kawannya

Minggu, 04/9/22 | 13:53 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

Apakah sambat dirasa cukup untuk menemani hilir-mudiknya kehidupan? Setelah mengeluh selama satu jam atau lebih soal tugas kuliah, pekerjaan, ketakutan tambah dewasa, dan pertanyaan ‘kapan’ yang menyebalkan, lalu mau ngapain lagi? Apakah perasaan sudah benar-benar lega dengan hanya sekadar mengeluh? Bila tidak, ada kabar baik. Sambat juga punya kawan. Ketika mereka dikombinasikan, barulah hidup terasa lebih ‘slay’, tapi ini baru kemungkinan loh, ya.

Setelah sambat, alangkah baiknya disertakan kawan dekatnya, yaitu curhat. Setelah mengeluh, keluarkan semua hal yang rasanya menyumbat perasaan, misalnya setelah mengeluh karena takut tambah dewasa, utarakan juga isi hati seputar persoalan yang membuat takut. Bila beruntung, teman curhat yang solutif dan berenergi positif bisa memberi satu, dua, tiga, atau lebih banyak saran dan nasihat, tetapi sekadar didengarkan saja juga sudah lebih dari cukup.

Bila rasanya sambat dan curhat belum mampu membuat tenang, terasa masih ada satu hal besar yang masih menyumbat perasaan dan agak susah untuk dikeluarkan, saatnya kawan sambat yang lain turut diundang. Ia adalah misuh. Kawan yang satu ini memang kadang agak ngegas karena ia berkarakter ‘badass’. Kata-kata yang mungkin keluar bisa agak kotor dan kurang enak didengarkan.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Namun, ada yang perlu diingat misuh-misuh yang dilakukan sebisa mungkin tidak menyinggung perasaan orang lain sebab sepertinya sudah tidak ada kawan sambat lain yang bisa mengatasinya. Sambat tidak berkawan dengan baku-hantam dan pertengkaran. Lalu, bagaimana cara misuh yang lebih efektif?

Mungkin bisa dengan mengunjungi pantai, pegunungan, atau atap gedung, tapi tempat terakhir sepertinya tidak usah. Ombak di pantai akan menghalangi suara misuh-misuh didengar oleh orang lain. Begitu pun dengan pegunungan. Silakan keluarkan kata-kata yang agak kotor dan kurang enak didengarkan itu, tapi bila tempat-tempat itu sulit dijangkau, misuh-misuh saja di kamar mandi. Jangan lupa sambil menghidupkan keran.

Akan tetapi, sebetulnya ada tempat misuh lain yang mungkin jauh lebih efektif. Tidak memerlukan tempat yang jauh, tenaga yang lebih, dan tidak pula menyebabkan polusi suara dengan kata-kata kotor dan kurang enak didengar. Sediakan saja buku tulis  atau selembar kertas dan pulpen. Tulislah di sana apa pun yang hendak diutarakan.

Sebenarnya masih ada tempat yang lain, sih. Kemungkinan juga lebih efektif. Tempat itu adalah media sosial, entah itu lewat cuitan, bikin utas, cerita, atau unggahan. Namun, misuh di tempat ini memerlukan kehati-hatian. Tanggapan orang lain sulit untuk dihindarkan karena mereka tidak selalu paham maksud dan tujuan unggahan yang isinya misuh-misuh itu.

Alternatif ini tetap bisa dipakai dengan keadaan aman bila akunnya berupa Twitter yang sepi pengikut, digembok, atau lewat second akun Instagram yang khususkan untuk unggahan sesuka hati dan teman-teman dekat. Tidak lupa, second akun ini juga diatur ke privasi pribadi. Kalau dipikir-pikir, sambat dan kawan-kawannya ini seperti sebuah jamuan makan. Sambat adalah hidangan pembuka, curhat sebagai hidangan utama, dan musuh sebagai hidangan penutup.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Berbincang dengan Diri Sendiri

Berita Sesudah

Cerpen “Ketika Berbagi” Karya Ali Usman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan malaka

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
Cerpen “Ketika Berbagi” Karya Ali Usman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan malaka

Cerpen "Ketika Berbagi" Karya Ali Usman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan malaka

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sapi Qurban Bantuan Presiden Jadi Sejarah Baru di Jorong Pasar Lama Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Penggunaan Tanda Garis Miring

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wujudkan Progul Padang Juara Pemko Padang Jalin Kerjasama dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia Wujudkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026