Sabtu, 25/4/26 | 18:20 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Cuci Tangan

Minggu, 31/7/22 | 13:42 WIB

Salman Herbowo
(Kolumni Rubrik Renyah Scientia.id)

Betapa masih melakat diingatan kita semua mengenai betapa pentingnya mencuci tangan. Kira-kira di awal tahun 2020 saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, himbuan untuk sering mencuci tangan sering kita dengar atau baca. Adaptasi Kebiasaan Baru dengan langkah 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, begitu isi himbuan tersebut. Namun, bukan himbuan itu yang menjadi topik pembahasan saya, melainkan tentang cuci tangan dengan segala pemaknaannya.

Cuci tangan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terdapat tiga pengertian, yaitu membasuh tangan dengan air, tidak turut campur dalam suatu masalah walaupun mengetahuinya, dan tidak mau terlibat dalam kesalahan yang dibuat orang lain. Untuk makna pertama, saya kira itu hal yang biasa dilakukan. Setidaknya itu rutinitas saat hendak dan selesai makan nasi. Bagi saya ada hal yang kurang jika harus menggunakan sendok saat menikmati nasi padang dengan aneka kuah gulai nan menggoda.

Lain lagi dengan pemaknaan yang kedua dan ketiga. Istilah cuci tangan tidak lagi menjadi sebuah aktivitas fisik dengan membersihkan jemari tangan menggunakan sabun dan air, tetapi sudah pada sebuah sikap atau tindakan terhadap suatu persoalan. Untuk arti kedua dan ketiga, menurut saya masihlah memiliki konotasi makna yang positif, sama seperti arti yang pertama, misalnya ketika rekan melakukan pelanggaran, sudah seharusnya kita tidak turut campur agar tidak kena getahnya.

Pada arti yang ketiga sebetulnya masih berhubungan dengan makna kedua. Saya kira jarang yang mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat oleh orang lain, bukan berarti tidak ada. Selain itu, ada juga pemaknaan “cuci tangan” yang lebuh dominan tersebar dalam masyarakat yang berkonotasi negatif, yaitu seseorang yang melakukan kesalahan dan menuntupinya atau bahkan melimpahkannya kepada yang lain.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Pada dasarnya, cuci tangan memiliki tujuan yang baik, yaitu membersihkan tangan dari segala yang kotor. Bukan berarti segala yang kotor itu tidak baik, terkadang ada juga yang bilang kalau kotor itu hebat. Kira-kira itu yang saya ingat pada sebuah iklan produk sabun cuci pakaian. Akan tetapi, bila didiamkan terlalu lama dan tidak segera untuk dicuci tentu akan menjadi masalah dikemudian hari, tidak terkecuali tangan yang kotor.

Istilah “cuci tangan” ini yang mengingatkan saya pada pembicaraan beberapa waktu belakangan. Beberapa teman menyeletuk bahwa kemampuan untuk “cuci tangan” terkadang juga diperlukan untuk “menyelesaikan” sebuah persoalan. Tentu saja pernyataan itu membuat kami mengangguk dan terdiam beberapa saat, ternyata “cuci tangan” memang sebuah kemampuan yang perlu diketahui, atau barangkali juga dipelajari.

Namun, ada satu hal yang membuat kami bergidik seketika saat teman itu mengeluarkan sebuah istilah. Istilah ini baginya tidak sekadar guyonan atau pepatah saja, tapi juga punya makna yang perlu direnungkan. Baginya istilah ini seperti sebuah jurus untuk lari dari sebuah persoalan, yaitu “lempar batu, lalu cuci tangan dan masukan ke dalam saku”. Tentu akan sulit untuk mencari tangan siapa yang melempar batu jika cara kerjanya begitu. Sampai di rumah saya malah memikirkan kepala siapa yang kena dari lemparan batu itu.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bahasa, Kejiwaan, dan Mental dalam Ranah Psikolinguistik

Berita Sesudah

Konstruksi Perempuan dalam Novel Tarian Bumi

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Konstruksi Perempuan dalam Novel Tarian Bumi

Konstruksi Perempuan dalam Novel Tarian Bumi

Discussion about this post

POPULER

  • Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Kantongi Hasil UKK, 15 Ketua DPC di Sumbar Segera Ditetapkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dharmasraya Bidik Satu Data Lewat Program Desa Cantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Generasi Emas Sawit, 114 Pemuda Dharmasraya Ikuti Sosialisasi Beasiswa SDM Perkebunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026