Selasa, 29/9/26 | 18:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Instropeksi Diri dan Remot Televisi

Minggu, 01/5/22 | 12:50 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Kadang kita perlu menyadari bahwa benda-benda kecil yang sering digunakan dalam aktivitas keseharian dapat memperlihatkan karakter si penggunanya. Pada suatu waktu, saya menyadari bahwa remot televisi merupakan salah satunya. Benda itu bagi saya sungguh unik, bila hendak diperlukan sulit dicari, tapi sebaliknya jika tidak mudah ditemukan. Setidaknya itu yang sering saya alami saat ingin menggunakannya. Terkadang, benda itu juga menjadi barang rebutan, bahkan harus bersitengang urat pula untuk dapat memperoleh dan punya kuasa penuh untuk menggunakannya.

Bagi saya, ada hal yang perlu untuk dimaknai dari benda itu. Sebuah pemahaman sebagai proses pembelajaran dan intropeksi diri menuju perubahan ke arah kebaikan. Memang agak sedikit berlebihan, setidaknya pemahaman ini perlu juga disampaikan. Saya teringat bahwa pada setiap sore dahulunya sering meributkan kepemilikan dari remot televisi ini. Berbagai macam masalahnya. Ada yang heboh mencari di mana letaknya atau ribut untuk memperolehnya.

Benda berukuran kecil itu ternyata dapat memperlihatkan karakter seseorang, terutama dalam bertindak menentukan keputusan. Pada saat menonton televisi dengan remot di genggaman, tentu akan membuat saya merasa berkuasa dan memegang kendali. Saya dapat dengan leluasa menggonta-ganti kanal siaran tanpa harus meminta izin. Begitu iklan maka seenaknya pula mengganti kanal tanpa memedulikan penonton lain. Selama remot masih dikuasai, di situ akan tertanam kesewenang-wenangan. Kira-kira begitu.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Terkadang, keusilan untuk mengusik seseorang pun juga dapat muncul bila remot sudah dalam genggaman. Keinginan untuk menonton televisi tidak ada, hanya saja suka mengganti kanal saat penonton lain sedang serius menyaksikan program yang ditayangkan. Mungkin saja sebagian pembaca ada yang berbuat seperti itu, dalam beberapa kesempatan saya pernah melakukannya. Hal itu bukan perbuatan yang patut untuk ditiru. Bukan tidak mungkin, kelakuan serupa demikian dapat menimbulkan pertikaian. Bukan main efeknya, dapat merusak hubungan persaudaraan. Yang jelas, perangai seperti itu dapat berisiko merusak remot seperti terlepasnya tombol karena sering ditekan.

Dari remot televisi pula sikap peduli terhadap lingkungan sekitar dapat dideteksi. Kita tentu menyadari bahwa sebagai manusia tidak terlepas dari kesalahan dan kekilafan. Berbagai macam rutinitas yang dilakukan tentu juga ada yang menimbulkan pertikaian dan sudah seharusnya pula kita saling memaafkan. Dalam hal kecil, di lingkungan keluarga misalnya, saat menonton televisi saja terkadang di antara kita masih berselisih paham mengenai kanal siaran yang akan dipilih.

Jauh lebih filosofis dari itu, remot televisi telah ‘mengetuk’ pintu hati saya akan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan antarsesama manusia. Dengan menjalin komunikasi yang baik dan saling memahami, setidaknya akan mempermudah jalan untuk menjalin hubungan yang harmonis. Tidak ada salahnya pula di momen menyambut Hari Raya Idulfitri ini kita saling memaafkan dan memahami sesama untuk mempererat tali silaturahmi. Semoga.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Makna Bersilaturahmi di Hari Raya Idulfitri

Berita Sesudah

Puisi-puisi Ronaldi Noor dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Ronaldi Noor dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Ronaldi Noor dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026