Kamis, 25/6/26 | 08:41 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Instropeksi Diri dan Remot Televisi

Minggu, 01/5/22 | 12:50 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Kadang kita perlu menyadari bahwa benda-benda kecil yang sering digunakan dalam aktivitas keseharian dapat memperlihatkan karakter si penggunanya. Pada suatu waktu, saya menyadari bahwa remot televisi merupakan salah satunya. Benda itu bagi saya sungguh unik, bila hendak diperlukan sulit dicari, tapi sebaliknya jika tidak mudah ditemukan. Setidaknya itu yang sering saya alami saat ingin menggunakannya. Terkadang, benda itu juga menjadi barang rebutan, bahkan harus bersitengang urat pula untuk dapat memperoleh dan punya kuasa penuh untuk menggunakannya.

Bagi saya, ada hal yang perlu untuk dimaknai dari benda itu. Sebuah pemahaman sebagai proses pembelajaran dan intropeksi diri menuju perubahan ke arah kebaikan. Memang agak sedikit berlebihan, setidaknya pemahaman ini perlu juga disampaikan. Saya teringat bahwa pada setiap sore dahulunya sering meributkan kepemilikan dari remot televisi ini. Berbagai macam masalahnya. Ada yang heboh mencari di mana letaknya atau ribut untuk memperolehnya.

Benda berukuran kecil itu ternyata dapat memperlihatkan karakter seseorang, terutama dalam bertindak menentukan keputusan. Pada saat menonton televisi dengan remot di genggaman, tentu akan membuat saya merasa berkuasa dan memegang kendali. Saya dapat dengan leluasa menggonta-ganti kanal siaran tanpa harus meminta izin. Begitu iklan maka seenaknya pula mengganti kanal tanpa memedulikan penonton lain. Selama remot masih dikuasai, di situ akan tertanam kesewenang-wenangan. Kira-kira begitu.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Terkadang, keusilan untuk mengusik seseorang pun juga dapat muncul bila remot sudah dalam genggaman. Keinginan untuk menonton televisi tidak ada, hanya saja suka mengganti kanal saat penonton lain sedang serius menyaksikan program yang ditayangkan. Mungkin saja sebagian pembaca ada yang berbuat seperti itu, dalam beberapa kesempatan saya pernah melakukannya. Hal itu bukan perbuatan yang patut untuk ditiru. Bukan tidak mungkin, kelakuan serupa demikian dapat menimbulkan pertikaian. Bukan main efeknya, dapat merusak hubungan persaudaraan. Yang jelas, perangai seperti itu dapat berisiko merusak remot seperti terlepasnya tombol karena sering ditekan.

Dari remot televisi pula sikap peduli terhadap lingkungan sekitar dapat dideteksi. Kita tentu menyadari bahwa sebagai manusia tidak terlepas dari kesalahan dan kekilafan. Berbagai macam rutinitas yang dilakukan tentu juga ada yang menimbulkan pertikaian dan sudah seharusnya pula kita saling memaafkan. Dalam hal kecil, di lingkungan keluarga misalnya, saat menonton televisi saja terkadang di antara kita masih berselisih paham mengenai kanal siaran yang akan dipilih.

Jauh lebih filosofis dari itu, remot televisi telah ‘mengetuk’ pintu hati saya akan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan antarsesama manusia. Dengan menjalin komunikasi yang baik dan saling memahami, setidaknya akan mempermudah jalan untuk menjalin hubungan yang harmonis. Tidak ada salahnya pula di momen menyambut Hari Raya Idulfitri ini kita saling memaafkan dan memahami sesama untuk mempererat tali silaturahmi. Semoga.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Makna Bersilaturahmi di Hari Raya Idulfitri

Berita Sesudah

Puisi-puisi Ronaldi Noor dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Ronaldi Noor dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Ronaldi Noor dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

    Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa, Kejiwaan, dan Mental dalam Ranah Psikolinguistik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026