Sabtu, 17/1/26 | 09:55 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Minggu, 27/3/22 | 07:37 WIB

Robinhood Suci Maksimal

Pagi-pagi buta bau kretek dan embun
Gerombolan laki-laki muda baru merebahkan diri ke lantai keramik
setelah semalaman bergunjing tentang Marx dan Lenin
Nietzche dan Pablo Escobar

Tak lain, mereka bercita-cita hendak jadi Robinhood
Gemar pesta dengan penguasa
sekaligus merampok hartanya
Setelah itu, bersuci seratus kali
agar tampak suci maksimal

Purwokerto, 26 Maret 2022

Bumi Perkemahan

Pukul dua dini hari
saat ingin berduaan dengan sepi

BACAJUGA

Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Minggu, 06/8/23 | 12:23 WIB
Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Minggu, 03/10/21 | 07:11 WIB

Bumi perkemahan lengang sepenuhnya
tinggal derai gerimis yang turun menisik kabut perbukitan

Suara aliran sungai yang jauh
Cahaya neon dari toko-toko yang ditinggalkan di kota
Api unggun tinggal arang basah berasap-asap ditimpa hujan
Hujan
merayap dari bukit dan mengalir di mataku

Padang, Agustus 2018

Sajak Kering

Kaki langit telah membiru
Kesedihan mencapai puncaknya
Apalagi yang kutunggu?
Sementara sajak-sajakku telah mengering

Begitu banyak yang terambil dariku
hanya kesia-siaan tersisa nyata

Menuju datangnya bulan
yang perlahan terbit menunjukkan terangnya
bak mayat berjalan-jalan
Aku pulang pada-Mu
dengan penuh kekalahan

Padang, 14 September 2021

Kopi di Ujung Malam

Cairan hitam pekat tergenang di dasar cangkir keramik
Kopi terakhir yang tandas di ujung malam
dibalut gerimis rintik-rintik
Seulas senyummu selalu jatuh ke dalam cangkir kopiku

Akankah kau masih mengingatku seperti aku mengingatmu?
Apakah kau masih sama seperti kau membuatku tenggelam ke dasarmu?
Terakhir aku melihatmu, kaulah yang termanis

Padang, 3 September 2017

Pariaman

Setelah ini aku akan pergi sejauh-jauhnya
Entah ke Kalimantan atau Papua
Meninggalkan masa laluku,
aku ingin menjadi orang baru
kehidupan baru
tiada seorang pun mengenaliku

Tanah Sumatera dengan segala keindahannya
Telah mengajariku banyak hal
Cintaku telah tertinggal di sana,
di Pariaman

Padang, 4 April 2021


Biodata Penulis:

Amalia Aris Saraswati merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas,
anggota FLP Sumbar, dan salah satu Pengurus Organisasi
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pusat.

Tags: #Amalia Aris Saraswati
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerita di Balik Duduk

Berita Sesudah

Dilema Anggaran Pembangunan Ibu Kota Negara

Berita Terkait

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 02/11/25 | 18:34 WIB

Sumber: Meta AI Penjara Air Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza Air pernah jadi kebebasan Sirip pernah menari tanpa batas Lalu datang...

Berita Sesudah
Dilema Anggaran Pembangunan Ibu Kota Negara

Dilema Anggaran Pembangunan Ibu Kota Negara

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda Tunggakan Air PDAM Padang Naik Bertahap, Pelanggan Terancam Diputus Tanpa Pemberitahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024