Jumat, 23/10/26 | 09:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Cerita di Balik Duduk

Minggu, 27/3/22 | 07:18 WIB

 

Salman Herbowo
Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id

 

Saya kira jarang di antara kita yang tidak suka dengan aktivitas duduk. Jika pun ada, barangkali hanya bosan karena dilakukan dengan jangka waktu yang lama. Bermacam cerita dan peristiwa dapat terjadi ketika duduk, mulai dari kisah menyenangkan hingga kejadian menggelikan dan memilukan. Misalkan saja, setelah duduk dalam waktu yang cukup lama, kita dapat menyelesaikan tugas pekerjaan kantor. Mungkin juga ada yang tertidur sambil duduk saat mengikuti sidang atau rapat, boleh jadi karena kelelahan. Lain pula dengan persoalan yang satu ini, hanya dengan duduk di depan televisi berbagai kabar dapat diketahui.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Selain itu, sambil duduk banyak kisah dan peristiwa dapat disampaikan. Seorang ibu duduk di samping anaknya sebelum memulai membacakan dongeng. Betapa bahagianya hal serupa itu. Ketika seorang staf ingin berbicara dengan pimpinan, tentu lebih elok dilakukan sambil duduk. Apalagi bila pembicaraannya itu perihal pengajuan surat cuti, pasti duduk dengan sopan. Dalam menyelesaikan tulisan ini saja, saya harus duduk di depan laptop, bahkan dengan kebiasaan duduk pula orang dapat berinovasi, seperti menciptakan kloset duduk. Kira-kira begitu.

Dalam rutinitas pekerjaan, saya kira beberapa profesi akan banyak bekerja dengan posisi duduk, bahkan hampir semua tugas memang harus dikerjakan sambil duduk. Bila tidak demikian, berkemungkinan dapat sanksi dari atasan. Namun, ada pula yang lebih menggemaskan kalau di saat bekerja hanya dihabiskan dengan “duduk-duduk” sambil cengengesan. Selain itu, untuk “mendudukkan” sebuah persoalan tidak jarang pula dilakukan dengan duduk bersama. Semakin banyak peserta yang duduk tentu semakin “kaya” pula solusi dan masukan, sehingga semakin cepat pula duduk perkaranya diselesaikan.

Pada suatu waktu, akan ada di antara kita yang turut serta dan berusaha untuk memperoleh tempat “duduk” pada suatu jabatan tertentu. Tentu saja tidak menutup kemungkinan sebagian dari kita nantinya akan ikut pada kontestasi pemilihan dalam berbagai hal, seperti pemilihan ketua Osis, Presiden BEM, atau malah pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif. Berbagai macam cara dan strategi harus gencar dilakukan tentu dengan cara yang damai dan sehat supaya tenteram serta aman.

Tidak selalu hal baik dan bermanfaat yang kita peroleh dari duduk. Beberapa artikel dan berita daring yang sempat saya baca dijelaskan bahwa berbagai penyakit dapat menyerang seseorang ketika terlalu sering duduk. Sungguh informasi yang menakutkan. Saya kira tidak perlu diuraikan pula apa saja jenis penyakitnya itu satu-per satu. Yang jelas, pada akhir pemberitaan disampaikan bahwa kita memang diharuskan untuk banyak melakukan gerak dan melakukan gaya hidup sehat.

Bagi saya salah satu cara untuk melepas penat ialah duduk, tentu bukan dengan waktu yang cukup lama. Akan lebih berkesan duduk sembari minum jahe hangat dan membaca rubrik Renyah. Akan tetapi, duduk melepas penat tidak perlu berlama-lama. Jangan sampai duduk yang tadinya melepas penat menjadi duduk untuk bermalas-malasan, apalagi berakhir dengan rebahan sepanjang akhir pekan. Saya kira di penghujung hari Minggu ini ada baiknya digunakan untuk mempersiapkan hal-hal yang akan dilakukan pada pekan berikutnya. Sebab yang tidak boleh dilupakan ialah “besok hari Senin”.

 

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kamus-kamus sebelum Kamus Besar Bahasa Indonesia

Berita Sesudah

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Discussion about this post

POPULER

  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026