Senin, 22/6/26 | 00:12 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Kalimat Negasi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/10/21 | 07:34 WIB
Oleh: Elly Delfia, S.S., M.Hum. (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Seorang penulis yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, juga dituntut untuk memahami penggunaan beberapa konsep dasar pengetahuan dalam bahasa Indonesia. Salah satunya pengetahuan mengenai kalimat. Kalimat ada banyak jenis. Kali ini, klinik bahasa akan membahasa kalimat positif dan negatif. Kata positif dan negatif menunjukkan makna bertentangan (opposition). Banyak hal bertentangan yang dapat dibuat dengan kalimat negasi dalam tulisan, misalnya keadaan, bentuk wajah, karakter, peristiwa, alur, dan latar dalam membuat cerita.

Kalimat positif merupakan kalimat yang menyampaikan informasi apa adanya atau mendukung kebenaran sebuah informasi. Kalimat positif ini juga disebut dengan kalimat afirmatif.  sedangkan kalimat negatif merupakan kalimat yang menggunakan kata-kata yang menunjukkan makna negatif/negasi atau pengingkaran untuk menyatakan sesuatu, seperti menggunakan kata tidak, belum, bukan, dan jangan. Kata-kata negasi yang menunjukkan kalimat negatif atau pengingkaran bersifat universal dan juga terdapat dalam bahasa-bahasa lain di dunia, seperti dalam bahasa Inggris (Syafar, 2016:8), bahasa Korea, dan bahasa-bahasa lainnya. Dalam bahasa Inggris, ada kata negasi no, not, never, nobody, nothing, neither, dan lain-lain. Dalam bahasa Korea, ada kata negasi an (tidak:bentuk dasar), ani (tidak:dengan penanda gramatikal), aniyeyo (tidak: bentuk sopan), aniya (tidak: bentuk banmal atau nonformal), ajik (belum), dan sebagainya.

Bagian kalimat yang diingkarkan atau dinegasikan dalam bahasa Indonesia adalah bagian kalimat yang menduduki fungsi predikat atau keterangan yang diisi oleh kata kata kerja (verba), kata benda (nomina), kata sifat (adjektiva), dan kata keterangan (adverbia) (Ramlan, 2005; Muslich, 2014:129). Contoh-contoh kalimat positif dan negatif/negasi dapat dilihat di bawah ini.

(1)  Saya makan (kalimat positif)
Saya tidak makan nasi. (kalimat negatif)

BACAJUGA

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan verba atau kata kerja bentuk dasar, yaitu kata makan menjadi tidak makan.

(2) Dosen bahasa Indonesia mengajar(kalimat positif)
Dosen bahasa Indonesia tidak mengajar mahasiswa.

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata kerja (verba) berimbuhan me-, yaitu kata mengajar menjadi tidak mengajar.

(3) Bu Ani gurumusik adik (kalimat positif)
Bu Ani bukan guru musik adik. (kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata benda (nomina), yaitu kata guru musik menjadi bukan guru musik.

(4) Bunga itu sangat cantik. (kalimat positif)
Bunga itu sangat tidak cantik.(kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata sifat (adjektiva), yaitu kata cantik menjadi tidak cantik.

(5) Ayah pergike rumah Paman.(kalimat positif)
Ayah belum pergi ke rumah Paman.(kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata kerja (verba), yaitu kata pergi menjadi belum pergi.
(6) Adi mengetik surat di kantor.(kalimat positif)
Adi mengetik surat tidak di kantor. (kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan keterangan (adverbia) yang merupakan kata keterangan tempat, yaitu frasa di kantor menjadi tidak di kantor.

Contoh kalimat (1) sampai (6) di atas merupakan pasangan kalimat positif/afirmatif dengan kalimat negasi yang menggunakan kata ingkar tidak, bukan, dan belum yang berbentuk deklaratif atau kalimat berita yang sifat pemberitahuan atau memberi informasi. Selanjutnya, ada kata negasi yang digunakan untuk kalimat imperatif atau kalimat perintah dan larangan. Moeliono (1988) menyebutnya kalimat ingkar perintah, contohnya kata negasi jangan, tidak boleh, dan dilarang. Contoh-contoh penggunaan kalimat negasi ingkar perintah dapat dilihat di bawah ini.

1) “Kamu jangan datang ke acara wisuda mantan!” ujar Dewi.
2) Tidak bolehbicara keras-keras di ruang rapat !
3) Yang tidak membawa KTP dilarangmasuk ke ruangan ini !

Ketiga contoh di atas merupakan kalimat negasi yang berbentuk imperatif yang berisi perintah dan larangan. Contoh kalimat (1) merupakan ingkar perintah dalam bentuk kalimat langsung karena ada tanda kutip sebagai penanda kalimat langsung, sedangkan kalimat (2) dan (3) merupakan kalimat imperatif yang bukan kalimat langsung karena tidak ada tanda kutip dan tidak diketahui siapa yang berbicara. Ketiga dapat digunakan hampir dalam semua jenis tulisan, terutama untuk tulisan fiksi.

Demikian uraian singkat mengenai kalimat negasi dalam bahasa Indonesia. Semoga menambahkan pengetahuan pembaca klinik bahasa yang budiman terhadap konsep-konsep bahasa Indonesia dan dapat menggunakannya dengan baik dalam kegiatan tulis-menulis.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Penyakit Sosial Kebahasaan

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata bantu dan tolong...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa waktu lalu, saya menyunting beberapa buku....

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra (Guru SMA 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan)   Minangkabau memiliki banyak peribahasa. Peribahasa merupakan kelompok...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

Senin, 25/5/26 | 00:01 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Di tanah ini, sejarah bukan hanya di...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Konteks Kata “Kali” dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/5/26 | 13:37 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata kali dikenal...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Cerita Mahasiswa Arab tentang Bahasa Indonesia

Senin, 27/4/26 | 06:18 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat mengawas UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)...

Berita Sesudah
Penyakit Sosial Kebahasaan

Penyakit Sosial Kebahasaan

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Wulan Darma Putri

    Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cempaka Tanjung Pimpin Perempuan Bangsa Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Teknik Roguing pada Produksi Benih Padi Bersertifikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perpustakaan Nagari Sulit Air Raih Juara 2 se-Sumbar, Literasi Jadi Gerakan Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026