Jumat, 07/8/26 | 10:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Kalimat Negasi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/10/21 | 07:34 WIB
Oleh: Elly Delfia, S.S., M.Hum. (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Seorang penulis yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, juga dituntut untuk memahami penggunaan beberapa konsep dasar pengetahuan dalam bahasa Indonesia. Salah satunya pengetahuan mengenai kalimat. Kalimat ada banyak jenis. Kali ini, klinik bahasa akan membahasa kalimat positif dan negatif. Kata positif dan negatif menunjukkan makna bertentangan (opposition). Banyak hal bertentangan yang dapat dibuat dengan kalimat negasi dalam tulisan, misalnya keadaan, bentuk wajah, karakter, peristiwa, alur, dan latar dalam membuat cerita.

Kalimat positif merupakan kalimat yang menyampaikan informasi apa adanya atau mendukung kebenaran sebuah informasi. Kalimat positif ini juga disebut dengan kalimat afirmatif.  sedangkan kalimat negatif merupakan kalimat yang menggunakan kata-kata yang menunjukkan makna negatif/negasi atau pengingkaran untuk menyatakan sesuatu, seperti menggunakan kata tidak, belum, bukan, dan jangan. Kata-kata negasi yang menunjukkan kalimat negatif atau pengingkaran bersifat universal dan juga terdapat dalam bahasa-bahasa lain di dunia, seperti dalam bahasa Inggris (Syafar, 2016:8), bahasa Korea, dan bahasa-bahasa lainnya. Dalam bahasa Inggris, ada kata negasi no, not, never, nobody, nothing, neither, dan lain-lain. Dalam bahasa Korea, ada kata negasi an (tidak:bentuk dasar), ani (tidak:dengan penanda gramatikal), aniyeyo (tidak: bentuk sopan), aniya (tidak: bentuk banmal atau nonformal), ajik (belum), dan sebagainya.

Bagian kalimat yang diingkarkan atau dinegasikan dalam bahasa Indonesia adalah bagian kalimat yang menduduki fungsi predikat atau keterangan yang diisi oleh kata kata kerja (verba), kata benda (nomina), kata sifat (adjektiva), dan kata keterangan (adverbia) (Ramlan, 2005; Muslich, 2014:129). Contoh-contoh kalimat positif dan negatif/negasi dapat dilihat di bawah ini.

(1)  Saya makan (kalimat positif)
Saya tidak makan nasi. (kalimat negatif)

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan verba atau kata kerja bentuk dasar, yaitu kata makan menjadi tidak makan.

(2) Dosen bahasa Indonesia mengajar(kalimat positif)
Dosen bahasa Indonesia tidak mengajar mahasiswa.

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata kerja (verba) berimbuhan me-, yaitu kata mengajar menjadi tidak mengajar.

(3) Bu Ani gurumusik adik (kalimat positif)
Bu Ani bukan guru musik adik. (kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata benda (nomina), yaitu kata guru musik menjadi bukan guru musik.

(4) Bunga itu sangat cantik. (kalimat positif)
Bunga itu sangat tidak cantik.(kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata sifat (adjektiva), yaitu kata cantik menjadi tidak cantik.

(5) Ayah pergike rumah Paman.(kalimat positif)
Ayah belum pergi ke rumah Paman.(kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata kerja (verba), yaitu kata pergi menjadi belum pergi.
(6) Adi mengetik surat di kantor.(kalimat positif)
Adi mengetik surat tidak di kantor. (kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan keterangan (adverbia) yang merupakan kata keterangan tempat, yaitu frasa di kantor menjadi tidak di kantor.

Contoh kalimat (1) sampai (6) di atas merupakan pasangan kalimat positif/afirmatif dengan kalimat negasi yang menggunakan kata ingkar tidak, bukan, dan belum yang berbentuk deklaratif atau kalimat berita yang sifat pemberitahuan atau memberi informasi. Selanjutnya, ada kata negasi yang digunakan untuk kalimat imperatif atau kalimat perintah dan larangan. Moeliono (1988) menyebutnya kalimat ingkar perintah, contohnya kata negasi jangan, tidak boleh, dan dilarang. Contoh-contoh penggunaan kalimat negasi ingkar perintah dapat dilihat di bawah ini.

1) “Kamu jangan datang ke acara wisuda mantan!” ujar Dewi.
2) Tidak bolehbicara keras-keras di ruang rapat !
3) Yang tidak membawa KTP dilarangmasuk ke ruangan ini !

Ketiga contoh di atas merupakan kalimat negasi yang berbentuk imperatif yang berisi perintah dan larangan. Contoh kalimat (1) merupakan ingkar perintah dalam bentuk kalimat langsung karena ada tanda kutip sebagai penanda kalimat langsung, sedangkan kalimat (2) dan (3) merupakan kalimat imperatif yang bukan kalimat langsung karena tidak ada tanda kutip dan tidak diketahui siapa yang berbicara. Ketiga dapat digunakan hampir dalam semua jenis tulisan, terutama untuk tulisan fiksi.

Demikian uraian singkat mengenai kalimat negasi dalam bahasa Indonesia. Semoga menambahkan pengetahuan pembaca klinik bahasa yang budiman terhadap konsep-konsep bahasa Indonesia dan dapat menggunakannya dengan baik dalam kegiatan tulis-menulis.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Penyakit Sosial Kebahasaan

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kali ini, kita akan membahas bentuk terikat...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Linguistik FIB Universitas Andalas) Ada yang menarik dari konten...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

Minggu, 19/7/26 | 21:01 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Bahasa didefinisikan sebagai...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Wacana Digital dan Dinamika Istilah dalam Bahasa Indonesia

Senin, 06/7/26 | 07:21 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Dunia hari ini tidak lagi sekadar dibatasi...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata bantu dan tolong...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa waktu lalu, saya menyunting beberapa buku....

Berita Sesudah
Penyakit Sosial Kebahasaan

Penyakit Sosial Kebahasaan

Discussion about this post

POPULER

  • Wakil Walikota Padang Maigus Nasir bersama Anggota DPRD RI Zigo Rolando kunjungi pembangunan jembatan kelawi

    Wali Kota Padang Tinjau  Pembangunan Jembatan Kalawi,  dan Rehabilitasi Infrastruktur Pascabanjir di Pauh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Open Ship HJK Padang, Trans Padang Sesuaikan Rute Koridor Dua dan Empat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Bakti Sosial dan Kesehatan, Sekaligus  Aksi Bersih Sungai Batang Arau Sambut  Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026