Selasa, 21/4/26 | 20:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Ragdi F. Daye

Minggu, 17/10/21 | 07:00 WIB

Kalikikanji

Kau dapat mengukur seberapa dalam
luka di kulitnya, di punggung, di lutut,
di kening, di kaki, di sekujur tubuhnya,
tapi tak akan pernah tahu seburuk apa
koyak di hatinya.

Kecuali bila kau mau berlapang hati
pergi bersamanya menyusuri jalanan
berkelok-kelok, kisah berliku-liku,
sampai ke rumah kayu di lereng bukit.

Panorama yang ingin kau abadikan
di dalam mimpimu: gemerencing angin,
daun-daun teduh, manuver burung-burung,
dan pecahan bintang jatuh di halaman.

Jejak yang ingin dihapusnya
segala gurat perih dan sengat cemburu
yang membakar dada.

BACAJUGA

Puisi-Puisi Elly Delfia

Puisi-Puisi Elly Delfia

Minggu, 29/3/26 | 16:59 WIB
Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 15/3/26 | 16:09 WIB

Kecuali tepuk hangatmu di bahunya
kecuali dekapmu sebelum magrib
yang menjadi penutup sempurna.

(Padang, 2021)

* kalikikanji adalah sejenis rumput liar yang bunganya sering menempel di bagian bawah pakaian bila kita menelusuri jalan setapak.

Dermaga Wiralaga

Memandang Way Mesuji dari tangga raje di rumahmu
sampan-sampan laju meninggalkan puing-puing kisah
di tungku kayu akasia Umak Sidah mengapung asap
sedap kerupuk keriting ikan gabus dan lele merah
mimpimu pernah penuh darah.

Di bola matamu yang selegam arang basah
kulihat kapal-kapal pengangkut kayu ke Jawa
karam dikalahkan Jalan Lintas Timur Sumatra
tertutup rimbun rumpun nipah
bayang-bayang kuasa Register 45.

Aku akan memintamu memasak bogro,
anam, dan lakso sebelum rasan tuwe
lalu kutegakkan untukmu sebuah rumah
bercerucuk batang-batang kayu gelam
rumah panggung berlantai sungai.

Deku nak mencintei kau
cak sungai yang teros ngaler
sampai mure.

Selama ada ayek,
air yang mengisi dua pertiga tubuhku
menutupi tujuh persepuluh muka bumi rawa kita
perahuku akan selalu bertambat di dermaga.

Biar masa lalu hanyut ke laut jauh
atau terbenam ke dalam lumpur.

Aku akan mencintaimu
seperti sungai yang terus mengalir
hingga muara.

Seperti tuah Muhammad Ali bin Pangeran Djugal
dan para perwira sembilan kampung tua.

(Padang, 2020)

 

Biodata Penulis :

Ragdi F. Daye merupakan penulis buku kumpulan cerpen Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu dan buku kumpulan puisi Esok yang Selalu Kemarin serta Dewan Penasihat Pengurus FLP Sumbar.

Tags: #Ragdi F. Daye
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Bunga Ros yang Menunggu Layu” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Sesudah

Mengenal Kalimat Negasi dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkait

Puisi-Puisi Elly Delfia

Puisi-Puisi Elly Delfia

Minggu, 29/3/26 | 16:59 WIB

Gambar: GeminiAI Sebuah Petang di 5 Maret Pada sebuah petang di 5 Maret Aku membaca hatimu dalam kisah Yang kau...

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 15/3/26 | 16:09 WIB

Gambar: Meta AI Ketenangan Apa yang Kau Cari Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza Ketenangan apa yang kau cari Ketenangan dunia yang...

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Berita Sesudah
Mengenal Kalimat Negasi dalam Bahasa Indonesia

Mengenal Kalimat Negasi dalam Bahasa Indonesia

Discussion about this post

POPULER

  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026