Selasa, 06/10/26 | 09:58 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Kalimat Negasi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/10/21 | 07:34 WIB
Oleh: Elly Delfia, S.S., M.Hum. (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Seorang penulis yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, juga dituntut untuk memahami penggunaan beberapa konsep dasar pengetahuan dalam bahasa Indonesia. Salah satunya pengetahuan mengenai kalimat. Kalimat ada banyak jenis. Kali ini, klinik bahasa akan membahasa kalimat positif dan negatif. Kata positif dan negatif menunjukkan makna bertentangan (opposition). Banyak hal bertentangan yang dapat dibuat dengan kalimat negasi dalam tulisan, misalnya keadaan, bentuk wajah, karakter, peristiwa, alur, dan latar dalam membuat cerita.

Kalimat positif merupakan kalimat yang menyampaikan informasi apa adanya atau mendukung kebenaran sebuah informasi. Kalimat positif ini juga disebut dengan kalimat afirmatif.  sedangkan kalimat negatif merupakan kalimat yang menggunakan kata-kata yang menunjukkan makna negatif/negasi atau pengingkaran untuk menyatakan sesuatu, seperti menggunakan kata tidak, belum, bukan, dan jangan. Kata-kata negasi yang menunjukkan kalimat negatif atau pengingkaran bersifat universal dan juga terdapat dalam bahasa-bahasa lain di dunia, seperti dalam bahasa Inggris (Syafar, 2016:8), bahasa Korea, dan bahasa-bahasa lainnya. Dalam bahasa Inggris, ada kata negasi no, not, never, nobody, nothing, neither, dan lain-lain. Dalam bahasa Korea, ada kata negasi an (tidak:bentuk dasar), ani (tidak:dengan penanda gramatikal), aniyeyo (tidak: bentuk sopan), aniya (tidak: bentuk banmal atau nonformal), ajik (belum), dan sebagainya.

Bagian kalimat yang diingkarkan atau dinegasikan dalam bahasa Indonesia adalah bagian kalimat yang menduduki fungsi predikat atau keterangan yang diisi oleh kata kata kerja (verba), kata benda (nomina), kata sifat (adjektiva), dan kata keterangan (adverbia) (Ramlan, 2005; Muslich, 2014:129). Contoh-contoh kalimat positif dan negatif/negasi dapat dilihat di bawah ini.

(1)  Saya makan (kalimat positif)
Saya tidak makan nasi. (kalimat negatif)

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan verba atau kata kerja bentuk dasar, yaitu kata makan menjadi tidak makan.

(2) Dosen bahasa Indonesia mengajar(kalimat positif)
Dosen bahasa Indonesia tidak mengajar mahasiswa.

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata kerja (verba) berimbuhan me-, yaitu kata mengajar menjadi tidak mengajar.

(3) Bu Ani gurumusik adik (kalimat positif)
Bu Ani bukan guru musik adik. (kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata benda (nomina), yaitu kata guru musik menjadi bukan guru musik.

(4) Bunga itu sangat cantik. (kalimat positif)
Bunga itu sangat tidak cantik.(kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata sifat (adjektiva), yaitu kata cantik menjadi tidak cantik.

(5) Ayah pergike rumah Paman.(kalimat positif)
Ayah belum pergi ke rumah Paman.(kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan predikat yang merupakan kata kerja (verba), yaitu kata pergi menjadi belum pergi.
(6) Adi mengetik surat di kantor.(kalimat positif)
Adi mengetik surat tidak di kantor. (kalimat negatif)

Kalimat negasi di atas bergabung dengan keterangan (adverbia) yang merupakan kata keterangan tempat, yaitu frasa di kantor menjadi tidak di kantor.

Contoh kalimat (1) sampai (6) di atas merupakan pasangan kalimat positif/afirmatif dengan kalimat negasi yang menggunakan kata ingkar tidak, bukan, dan belum yang berbentuk deklaratif atau kalimat berita yang sifat pemberitahuan atau memberi informasi. Selanjutnya, ada kata negasi yang digunakan untuk kalimat imperatif atau kalimat perintah dan larangan. Moeliono (1988) menyebutnya kalimat ingkar perintah, contohnya kata negasi jangan, tidak boleh, dan dilarang. Contoh-contoh penggunaan kalimat negasi ingkar perintah dapat dilihat di bawah ini.

1) “Kamu jangan datang ke acara wisuda mantan!” ujar Dewi.
2) Tidak bolehbicara keras-keras di ruang rapat !
3) Yang tidak membawa KTP dilarangmasuk ke ruangan ini !

Ketiga contoh di atas merupakan kalimat negasi yang berbentuk imperatif yang berisi perintah dan larangan. Contoh kalimat (1) merupakan ingkar perintah dalam bentuk kalimat langsung karena ada tanda kutip sebagai penanda kalimat langsung, sedangkan kalimat (2) dan (3) merupakan kalimat imperatif yang bukan kalimat langsung karena tidak ada tanda kutip dan tidak diketahui siapa yang berbicara. Ketiga dapat digunakan hampir dalam semua jenis tulisan, terutama untuk tulisan fiksi.

Demikian uraian singkat mengenai kalimat negasi dalam bahasa Indonesia. Semoga menambahkan pengetahuan pembaca klinik bahasa yang budiman terhadap konsep-konsep bahasa Indonesia dan dapat menggunakannya dengan baik dalam kegiatan tulis-menulis.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Penyakit Sosial Kebahasaan

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata Pas, Cocok, Sesuai, dan Relevan

Minggu, 30/8/26 | 16:13 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies) Kata pas, cocok, sesuai, dan...

Berita Sesudah
Penyakit Sosial Kebahasaan

Penyakit Sosial Kebahasaan

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lepas Atlet Kota Padang Ikuti Porprov Sumbar  ke-XVI Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026