Selasa, 20/10/26 | 12:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

Sabtu, 17/10/26 | 21:25 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan (nakes) untuk melakukan pelayanan kesehatan jemput bola dan menggratiskan pengobatan pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap, mulai Senin (19/10/2026) hingga 19 November 2026.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati Annisa di hadapan tenaga kesehatan Kabupaten Dharmasraya di Puskesmas Koto Baru, Sabtu (17/10/2026), sebagai langkah penanganan dampak kabut asap dalam situasi siaga bencana.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Hj. Yosta Defina, Direktur RSUD Sungai Rumbai dr. Sujito, dan Direktur RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, dan 15 kepala Puskesmas se-Kabupaten Dharmasraya.

BACAJUGA

Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

Senin, 19/10/26 | 15:40 WIB
Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

Jumat, 16/10/26 | 19:25 WIB

Bupati menjelaskan, kebijakan pengobatan gratis tersebut berlaku bagi pasien ISPA yang disebabkan oleh kabut asap, termasuk masyarakat yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Kalau memang BPJS, otomatis mereka sudah gratis. Tapi yang non-BPJS juga kita gratiskan pengobatannya. Kita coba satu bulan sampai 19 November,” tegas Annisa.

Kebijakan ini mencakup biaya pemeriksaan dan obat-obatan bagi pasien ISPA, termasuk yang mengalami gejala ringan. Apabila pasien membutuhkan rujukan ke rumah sakit, biaya pengobatannya juga tidak boleh dibebankan kepada pasien sesuai kebijakan yang diperintahkan Bupati.

Menurut Annisa, kebijakan tersebut bertujuan mendorong masyarakat agar segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala gangguan pernapasan, tanpa khawatir terhadap biaya pengobatan.

Ia menyebutkan, kasus ISPA dilaporkan meningkat sekitar 30 persen dibandingkan sebelum terjadinya kabut asap. Namun, angka sebenarnya diperkirakan berpotensi lebih tinggi karena sebagian masyarakat tidak mendatangi Puskesmas ketika mengalami gejala penyakit.

“Dengan kondisi kabut asap seperti ini, sudah pasti kasus ISPA naik. Saya yakin angkanya lebih tinggi sebenarnya karena masyarakat kita sering kali tidak datang ke Puskesmas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Bupati meminta mulai Senin (19/10/2026), tenaga kesehatan bersama kader mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan skrining awal terhadap masyarakat yang berpotensi mengalami ISPA.

Skrining dilakukan melalui wawancara mengenai gejala yang dialami warga, pemeriksaan tanda-tanda vital seperti denyut nadi dan tekanan darah, serta pemeriksaan awal lainnya sesuai kebutuhan.

Warga yang menunjukkan indikasi gangguan saluran pernapasan selanjutnya diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Nagari (Poskesri), atau fasilitas kesehatan terdekat sesuai kondisi dan kebutuhan medis.

“Kalau selama ini masyarakat yang datang ke Puskesmas, sekarang kita yang mendekatkan pelayanan kesehatan kepada mereka. Nakes bersama kader harus turun ke rumah-rumah, melakukan skrining awal, kemudian warga yang terindikasi dijadwalkan mendapatkan pemeriksaan lanjutan,” kata Annisa.

Ia meminta Kepala Puskesmas mengatur penugasan tenaga kesehatan secara proporsional dengan menentukan wilayah prioritas berdasarkan kondisi masyarakat dan kelompok yang paling rentan terdampak kabut asap.

Selain kunjungan rumah, Bupati menginstruksikan agar minimal separuh dokter yang bertugas di Puskesmas dijadwalkan memberikan pelayanan di Pustu secara bergiliran.

Penugasan tersebut harus disusun berdasarkan jadwal dan kebutuhan wilayah, sehingga masyarakat yang terindikasi mengalami ISPA dapat memperoleh pemeriksaan dokter lebih dekat dari tempat tinggalnya.

Annisa menegaskan, pengaturan petugas harus tetap memperhatikan keberlangsungan pelayanan rutin di Puskesmas, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lainnya tetap mendapatkan penanganan.

Ia juga meminta Kepala Dinas Kesehatan, kepala Puskesmas, dan jajaran terkait segera menyusun jadwal serta menerbitkan surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan kebijakan tersebut.

Selain pengobatan, Bupati meminta Dinas Kesehatan, perguruan tinggi, Puskesmas, tenaga kesehatan, dan unsur terkait mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai cara melindungi diri dari paparan udara tidak sehat.

Kampanye pencegahan tersebut diminta mulai dilaksanakan pada Senin melalui publikasi dan sosialisasi daring maupun penyuluhan langsung kepada masyarakat.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar, serta menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya asap.

Bupati juga meminta pembagian masker dilakukan secara terarah, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan warga lain yang berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Tenaga kesehatan dan kader diminta mendata kelompok sasaran serta mengantarkan masker secara langsung ke rumah warga, sehingga bantuan tersebut benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Annisa menegaskan bahwa penanganan dampak kabut asap harus dilaksanakan secara serius karena pemerintah daerah telah menetapkan status siaga bencana.

Menurutnya, status siaga tidak boleh berhenti pada penetapan administratif, tetapi harus diikuti langkah nyata dari seluruh perangkat daerah dan tenaga kesehatan untuk melindungi masyarakat.

“Dalam situasi siaga ini, ada misi khusus yang harus kita jalankan. Saya minta seluruh tenaga kesehatan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama mereka yang rentan dan berpotensi mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap,” tegasnya.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berupaya memperkuat pencegahan, mempercepat deteksi awal kasus ISPA, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pengobatan tanpa terkendala biaya sampai 19 November 2026. (*)

Tags: DharmasrayaKarhutlaPemkab Dharmasraya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gus Muhaimin Serukan Gerakan Kemanusiaan Karhutla: Jangan Hanya Bergerak Saat Daerah Sendiri Tertimpa Bencana

Berita Sesudah

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

Berita Terkait

Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

Senin, 19/10/26 | 15:40 WIB

Padang Pariaman, Scientia – Anggota DPRD Sumatera Barat, Firdaus, menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan dan...

Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

Jumat, 16/10/26 | 19:25 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro melakukan peninjauan lapangan di...

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB

Padang, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mendesak Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB kabupaten dan...

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

PASAMAN,— Anggota DPRD Sumatera Barat, Muzli M. Nur, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di...

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Senin, 12/10/26 | 10:16 WIB

Arosuka, Scientia.id — Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok pada 21 September 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi...

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Minggu, 11/10/26 | 18:11 WIB

PADANG, - Di balik semangat anak-anak berkebutuhan khusus menuntut ilmu, terdapat kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman....

Berita Sesudah
PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

POPULER

  • Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

    Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meski Diguyur Hujan, Soundbar Fest II di Balah Hilia Tetap Meriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Padang Pariaman Buka Soundbar Fest II

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026