Senin, 26/10/26 | 14:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Jorong Mapun: Ruang Bertemunya Bahasa Mandailing Budaya dan Adat Minangkabau

Minggu, 26/7/26 | 22:02 WIB

Oleh: Tomi Pratama
(Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

 

Pada saat ini, zaman semakin maju. Orang tua yang mengikuti perkembangan globalisasi berusaha mendidik anaknya menggunakan dua bahasa. Biasanya, dua bahasa yang diajarkan orang tua kepada anaknya, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa asing  walaupun mereka masih kurang bisa menggunakannya. Hal tersebut biasanya dilatarbelakangi pemikiran orang yang menggunakan bahasa daerah dianggap bahasa tertinggal karena menganggap kosakata daerah “kampungan” terutama di kalangan Gen Z. Upaya yang dilakukan orang tua agar anak mereka bisa menggunakan dua bahasa dengan memberi video edukasi anak-anak, berbicara di rumah, dan mengikuti les bahasa.

BACAJUGA

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB
Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Bahasa adalah alat komunikasi berupa bunyi yang disampaikan manusia untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Masyarakat yang menggunakan dua bahasa disebut dengan bilingual atau dwibahasa. Menurut Mackey dalam Chaer (2010:884), dwibahasa diartikan sebagai penggunaan dua bahasa yang digunakan oleh penutur sebagai bahasa ibu sebagai bahasa pertama penutur dan juga menguasai bahasa kedua yaitu bahasa asing yang diperoleh dari lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Salah satu daerah di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Sundata Utara Jorong Mapun memiliki keunikan yang berbeda dari daerah lain. Kebanyakan masyarakat yang tinggal di Jorong Mapun mampu menggunakan lebih dari satu bahasa. Salah satu alasan mengapa masyarakat Mapun bisa lebih dari satu bahasa karena mayoritas masyarakat Jorong Mapun bermarga Mandailing sehingga masyarakat Jorong Mapun yang tinggal di tengah-tengah lingkungan masyarakat Minangkabau bisa berbahasa Minangkabau.

Jorong Mapun memiliki cerita unik tersendiri tentang asal-usul nama menurut beberapa masyarakat setempat. Pada zaman dahulu orang-orang marga Mandailing dari daerah Tapanuli bermigrasi menuju selatan hingga sampai di salah satu daerah Kabupaten Pasaman sekarang disebut dengan Nagari Sundata Utara. Ketika itu masyarakat yang bermigrasi atau bisa disebut dengan istilah pendatang meminta lahan kosong untuk mereka tempati. Pada saat bernegosiasi antara pendatang dengan penduduk asli salah satu dialog dipercaya asal-usul nama Jorong Mapun “di mapun jadi”.

Jorong Mapun mayoritas marga Mandailing terletak di tengah-tengah masyarakat Minangkabau menimbulkan budaya yang unik. Orang Minangkabau tinggal di dekat Jorong Mapun menyerap bahasa Mandailing salah satunya “sumpu”  yaitu sungai dan begitupun sebaliknya orang Mandailing menyerap budaya Minangkabau.  Wali Jorong Mapun Bapak Arwin Lubis mengatakan orang Mandailing di Mapun memakai budaya dan adat Minangkabau karena pada saat itu pendatang pertama kali tidak terlalu mengenal budaya dan adat sehingga menyerap dari Minangkabau. Hal tersebut bisa dilihat dari ranji yang dipakai orang Mapun sudah sampai lima sampai enam turunan saat tulisan ini dibuat. Tidak hanya ranji saja mulai dari makanan, pernikahan,falsafah sudah menjadi bagian dari masyarakat Mapun.

Sampai saat ini masyarakat Mapun masih mempertahankan budaya dan adat yang mereka pakai sejak pertama kali datang ke Nagari Sundata Utara. Kisah Jorong Mapun menjadi bukti bahwa bahasa dan budaya yang b erbeda dapat hidup berdampingan dan saling memperkaya dengan begitu bahasa dan budaya menjadi jembatan untuk melestarikan budaya untuk generasi yang akan datang.

Tags: #Tomi Pratama
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mahyeldi: Perlindungan Anak Jadi Alarm Menuju Indonesia Emas

Berita Sesudah

PKB Sumbar Bantu Pemulihan Kebakaran Ponpes Bustanul Yaqin

Berita Terkait

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Oleh: Puspandhari Ilsa Pinasty (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Bayangkan seorang anak rantau yang akhirnya mampu...

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Berita Sesudah
PKB Sumbar Bantu Pemulihan Kebakaran Ponpes Bustanul Yaqin

PKB Sumbar Bantu Pemulihan Kebakaran Ponpes Bustanul Yaqin

POPULER

  • Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar.[foto:ist]

    Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Beruntun di Sungai Nili Dharmasraya, Satu Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi Dikabarkan Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buruh Harian Lepas Perusahaan Mengaku Dianiaya Sejumlah Orang di Sitiung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Rem Blong, Sejumlah Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026