Sabtu, 03/10/26 | 20:51 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home HIBURAN

Ernawati, Maestro Dendang Saluang Klasik Limapuluh Kota

Minggu, 19/7/26 | 09:19 WIB

Limapuluh Kota, Scientia.id – Kecintaan Ernawati terhadap dendang saluang bermula dari sebuah pengalaman sederhana ketika ia masih remaja. Saat berusia sekitar 14-15 tahun, perempuan yang akrab disapa Tek E itu terpikat setelah menyaksikan penampilan para pendendang yang datang ke kampungnya. Salah satu dendang yang paling diingatnya adalah Dendang Singgalang.

Sejak saat itu, ia mulai belajar dendang dan saluang klasik. Tek E bahkan rela berjalan kaki sekitar 15 kilometer menuju rumah gurunya di Koto Tinggi. Perjalanan itu ditempuh hampir tiga jam dan terkadang ia menginap satu hingga dua hari untuk memperdalam dendang dan pantun.

“Dari situ muncul rasa cinta kepada kesenian,” kata Tek E kepada Sientia, Sabtu (18/7/2026) di Limapuluh Kota.

BACAJUGA

Ratok Mayik ka Turun, Ketika Seni Menjadi Cara Minangkabau Mengenang Datuak

Ratok Mayik ka Turun, Ketika Seni Menjadi Cara Minangkabau Mengenang Datuak

Jumat, 02/10/26 | 10:29 WIB
Tradisi Tagak Gala Marapulai Pauh Dihidupkan Lewat Musik Digital

Tradisi Tagak Gala Marapulai Pauh Dihidupkan Lewat Musik Digital

Jumat, 02/10/26 | 09:33 WIB

Tek E lahir pada 1959 di Dusun Padang Luek, Jorong Coran, Sago Halaban, Limapuluh Kota. Ia bukan berasal dari keluarga seniman dan menjadi satu-satunya anggota keluarganya yang menekuni dunia dendang.

Meski pendidikan formalnya hanya sampai kelas 5 SD, Tek E belajar dendang selama bertahun-tahun dari sejumlah guru. Baginya, menjadi pendendang bukan sekadar memiliki suara bagus, tetapi juga harus menguasai pantun, memahami makna dendang, serta menjaga adab.

“Dendang klasik itu tidak bisa diubah,” ujarnya.

Tek E kemudian pindah ke Payakumbuh pada 1983 dan mulai tampil di berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri. Namun, puluhan tahun berada di dunia dendang membuatnya juga melihat perubahan yang menurutnya perlu menjadi perhatian.

Ia prihatin dengan semakin berkurangnya perhatian terhadap etika dalam pertunjukan. Menurutnya, pendendang pada masa lalu tidak turun dari panggung untuk mencari saweran karena honor diberikan berdasarkan undangan.

“Dulu tidak ada saweran. Pendendang menerima honor sesuai undangan,” katanya.

Ia juga khawatir masuknya penyanyi dari luar tradisi gurau lapiak tanpa pemahaman yang cukup membuat karakter dendang klasik semakin kabur.

“Yang saya khawatirkan, nanti bukan lagi tukang dendang, tetapi hanya tukang lagu,” ujarnya.

Karena itu, Tek E berharap ada lembaga yang ikut menjaga pakem, adab, dan etika dendang saluang klasik. Ia menilai upaya tersebut penting agar kesenian yang telah diwariskan lintas generasi itu tidak kehilangan jati dirinya.

“Harus ada lembaga yang menjaga, memberi masukan, sekaligus memberi sanksi,” katanya.

Meski demikian, Tek E masih membuka ruang bagi generasi muda yang ingin belajar. Bahkan, pada awal 2000-an, seorang mahasiswa asal Jepang datang khusus untuk mempelajari dendang klasik Minangkabau darinya.

Bagi Tek E, pengalaman itu menunjukkan bahwa dendang saluang masih memiliki daya tarik. Persoalannya, kata dia, semakin sedikit orang yang benar-benar menguasai seluruh materi dendang klasik.

Di usianya kini, Tek E tetap memegang keyakinan bahwa dendang bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang di dalamnya terdapat pantun, adab, dan marwah Minangkabau. (ram)

Tags: Dendang saluangErnawatiMaestro Saluang
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Firdaus: Sumbar Harus Masuk Rantai Industri Nasional

Berita Sesudah

DPRD Kota Padang Sahkan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

Berita Terkait

Ratok Mayik ka Turun, Ketika Seni Menjadi Cara Minangkabau Mengenang Datuak

Ratok Mayik ka Turun, Ketika Seni Menjadi Cara Minangkabau Mengenang Datuak

Jumat, 02/10/26 | 10:29 WIB

Padang, Scientia.id - Bagi masyarakat Minangkabau, seni tidak selalu lahir untuk sekadar menghibur. Dalam sejumlah tradisi, gerak, bunyi, dan dendang...

Tradisi Tagak Gala Marapulai Pauh Dihidupkan Lewat Musik Digital

Tradisi Tagak Gala Marapulai Pauh Dihidupkan Lewat Musik Digital

Jumat, 02/10/26 | 09:33 WIB

Padang, Scientia.id - Tradisi pemberian gelar kepada marapulai di Pauh, Kota Padang, tidak hanya bisa dikenang melalui prosesi adat. Di...

Siap-siap Liburan! Tahun 2026 Penuh Long Weekend, Ada yang Sampai 7 Hari

26 Hari Libur Menanti di 2027, Ini Daftar Lengkap Tanggal Merahnya

Rabu, 16/9/26 | 07:07 WIB

Padang, Scientia.id - Tahun 2027 akan diwarnai sejumlah rangkaian hari libur yang tersebar dari awal hingga akhir tahun. Pemerintah menetapkan...

Menyigi Kiprah dan Eksistensi Dendang Saluang di Ranah Minang

Menyigi Kiprah dan Eksistensi Dendang Saluang di Ranah Minang

Senin, 04/5/26 | 15:52 WIB

Padang, Scientia.id - Keberadaan dendang saluang di tengah masyarakat Minangkabau saat ini kembali menjadi perhatian kalangan peneliti seni dan budaya....

Berita Sesudah
DPRD Kota Padang Sahkan  Ranperda APBD  Perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

DPRD Kota Padang Sahkan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026