Minggu, 02/8/26 | 08:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Anggota Komisi II DPRD Padang Faisal Nasir Minta Pemko Perluas Penerapan Sistem Digital Pengelolaan Pajak dan Retribusi.

Senin, 15/6/26 | 19:54 WIB
Sebagai Anggota Komisi II DPRD Kota Padang  Faisal Nasir, mendorong Pemerintah Kota Padang untuk segera mempercepat digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor perparkiran.
Sebagai Anggota Komisi II DPRD Kota Padang Faisal Nasir, mendorong Pemerintah Kota Padang untuk segera mempercepat digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor perparkiran.

Padang, Scientia———Sebagai Anggota Komisi II DPRD Kota Padang Faisal Nasir, mendorong Pemerintah Kota Padang untuk segera mempercepat digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor perparkiran.

Menurut Faisal, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara pajak dan retribusi.

Ia menjelaskan, pajak merupakan kewajiban yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah sebagai sumber pendapatan daerah, sedangkan retribusi merupakan pungutan atas jasa atau pelayanan yang disediakan oleh pemerintah.

“Retribusi itu berkaitan dengan pelayanan yang diberikan pemerintah. Contohnya, retribusi parkir di badan jalan atau fasilitas umum yang dikelola pemerintah. Sedangkan pajak parkir dikenakan pada lokasi parkir yang berada di area milik swasta seperti pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan kafe,” jelasnya.

BACAJUGA

Donizar Soroti Mandeknya Program Pariwisata di Sumbar

Donizar Soroti Mandeknya Program Pariwisata di Sumbar

Jumat, 31/7/26 | 13:32 WIB
Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Rabu, 29/7/26 | 13:35 WIB

Faisal menilai, digitalisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak maupun retribusi daerah.

Menurutnya, sistem manual yang masih digunakan saat ini berpotensi menimbulkan penyimpangan dan kebocoran penerimaan daerah.

“Kami telah meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar segera memperluas penerapan sistem digital dalam pengelolaan pajak dan retribusi. Selama masih menggunakan sistem manual, peluang kebocoran akan tetap ada,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagian sektor pajak daerah saat ini telah mulai menerapkan sistem digital, termasuk pada beberapa titik parkir.

Namun, penerapannya dinilai belum maksimal karena masih terdapat transaksi yang dilakukan secara manual.

Sementara itu, untuk retribusi parkir di tepi jalan umum, hingga saat ini belum ada yang sepenuhnya menggunakan sistem digital. Karena itu, DPRD Kota Padang meminta Dinas Perhubungan segera menerapkan sistem pembayaran non-tunai yang terintegrasi dengan sistem pemerintah daerah.

“Kami berharap seluruh transaksi retribusi parkir ke depan dapat dilakukan secara digital atau non-tunai sehingga seluruh penerimaan dapat dipantau secara transparan dan akuntabel,” katanya.

Faisal juga, menyoroti masih lemahnya tata kelola sejumlah titik parkir di Kota Padang. Bahkan, menurutnya, terdapat lokasi parkir yang dikelola oleh beberapa pihak berbeda sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran pendapatan daerah.

Untuk itu, ia meminta pemerintah melakukan pendataan ulang seluruh titik parkir sekaligus membangun sistem pengawasan berbasis digital.

Dengan sistem tersebut, setiap transaksi parkir dapat tercatat secara otomatis dan langsung terhubung dengan sistem pengelolaan pendapatan daerah.

“Jika masih mengandalkan cara manual, maka peluang terjadinya pungutan liar dan kebocoran penerimaan daerah akan tetap terbuka. Karena itu, digitalisasi merupakan solusi yang harus segera diwujudkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Faisal menyebutkan sebagian besar PAD Kota Padang saat ini masih ditopang oleh sektor pajak daerah, seperti pajak restoran, rumah makan, reklame, dan pajak air tanah.

Sementara kontribusi pajak parkir dinilai belum terlalu signifikan, namun memiliki potensi besar untuk ditingkatkan melalui pengelolaan yang lebih modern, profesional, dan transparan.

“Dengan sistem yang tertata dan berbasis digital, kita optimistis penerimaan daerah dapat meningkat sekaligus menutup celah kebocoran yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” pungkasnya. (Ade)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ketua DPRD Padang Muharlion Minta Wali Kota Padang Berikan BPJS Bagi KSB

Berita Sesudah

Bupati Resmikan Pembangunan Jembatan Aramco Lubuk Karah

Berita Terkait

Donizar Soroti Mandeknya Program Pariwisata di Sumbar

Donizar Soroti Mandeknya Program Pariwisata di Sumbar

Jumat, 31/7/26 | 13:32 WIB

Padang, Scientia – Keberlanjutan program Satu Kabupaten/Kota Satu Destinasi Wisata menjadi sorotan dalam pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan...

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Rabu, 29/7/26 | 13:35 WIB

Padang, Scientia – Kementerian Haji dan Umrah melalui Kantor Wilayah Sumatera Barat mulai melakukan proses verifikasi calon jemaah haji reguler...

Foto: ist

Biaya Haji Khusus Lebih Mahal, Lisda Hendrajoni: Sejalan dengan Layanan dan Masa Tunggu yang Lebih Singkat

Rabu, 29/7/26 | 13:19 WIB

Foto: ist Padang, Scientia – Biaya haji khusus yang jauh lebih mahal dibandingkan haji reguler dinilai sebanding dengan layanan yang...

Lisda Hendrajoni Dukung Skema Baru Biaya Haji 2027, Jamaah Diusulkan Hanya Bayar 40 Persen

Lisda Hendrajoni Dukung Skema Baru Biaya Haji 2027, Jamaah Diusulkan Hanya Bayar 40 Persen

Rabu, 29/7/26 | 12:48 WIB

Padang, Scientia – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni, menyatakan dukungannya terhadap rencana perubahan skema pembiayaan...

DPC PKB Kota Payakumbuh Resmikan Kantor Baru

DPC PKB Kota Payakumbuh Resmikan Kantor Baru

Rabu, 29/7/26 | 00:50 WIB

Payakumbuh, Scientia – Kantor sekretariat Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Payakumbuh yang berlokasi di Jalan Khatib...

Bawaslu Agam Terus Kembangkan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Agam Terus Kembangkan Pengawas Partisipatif

Selasa, 28/7/26 | 16:01 WIB

Agam, Scientia – Bawaslu Kabupaten Agam mulai mempersiapkan fondasi pengawasan Pemilu 2029 dengan melibatkan generasi muda sebagai pengawas partisipatif. Langkah...

Berita Sesudah
Bupati Resmikan Pembangunan Jembatan Aramco Lubuk Karah

Bupati Resmikan Pembangunan Jembatan Aramco Lubuk Karah

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fenotipe Bombay dan Golden Blood: Dua Golongan Darah Terlangka yang Penting untuk Medis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Donizar Soroti Mandeknya Program Pariwisata di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penghilangan Awalan me- dalam Percakapan Nonformal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026