![Siswa MTsN 1 Kota Pariaman saat mendapatkan perawatan medis di rungan IGG RSUD. M. Yamin. Senin, (14/9) [foto : sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/1001475090-scaled.jpg)
Para siswa tersebut diduga mengalami masalah kesehatan setelah mengonsumsi MBG yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duta Cahaya Bangsa di Desa Pauh Barat, Kota Pariaman.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Rapenaldi Rilis, mengatakan empat siswa yang masih dirawat mengalami sejumlah keluhan, mulai dari pusing, lemas hingga diare.
“Hingga sore ini, satu orang dirawat di Rumah Sakit M Yamin dan tiga lainnya di Rumah Sakit Sadikin,” ujar Rudy.
Diaktakan Rudy, salah seorang siswa bahkan masih membutuhkan bantuan oksigen untuk mendukung pernapasannya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kejadian ini belum sepenuhnya berakhir meski sebagian besar siswa yang mengalami keluhan kesehatan telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang.
Selain perkembangan kondisi pasien, Dinas Kesehatan Kota Pariaman juga memperbarui jumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan. Dari sebelumnya 86 orang yang disampaikan Pemerintah Kota Pariaman pada Senin, jumlah tersebut kini menjadi 127 siswa. Artinya, terdapat tambahan 41 siswa dalam pendataan terbaru.
Sementara itu, Pemko Pariaman tidak mendapatkan data siswa keracunan dari sekolah lain yang juga merupakan tanggung jawab SPPG Duta Cahaya Mulia.(yrp)








