
Kabupaten Solok, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya terhadap kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) melalui apel gabungan perdana yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (13/4/2026).
Apel yang dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, M. Jhoni, S.STP., M.Si., ini menjadi momentum awal untuk menata kembali ritme kerja ASN sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Dalam amanatnya, M. Jhoni menegaskan bahwa kehadiran ASN bukan sekadar formalitas, melainkan wujud kesadaran dan rasa syukur atas kesempatan menjalankan tugas negara.
“Yang hadir hari ini adalah mereka yang diberi nikmat kesehatan. Maka wujud syukur itu adalah disiplin dan kerja nyata,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas ASN bukan sekadar rutinitas, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun moral.
“Melaksanakan tugas adalah bagian dari ibadah. Amanah ini berat dan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh ASN untuk segera kembali fokus bekerja pasca libur panjang serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai setelah Lebaran justru kinerja menurun. Ini saatnya kita bangkit, benahi yang kurang, dan bekerja lebih profesional,” tambahnya.
Selain disiplin kehadiran, M. Jhoni juga menekankan pentingnya integritas dan loyalitas dalam menjalankan tugas. ASN diminta hadir secara utuh, tidak hanya secara fisik tetapi juga dalam tanggung jawab.
“Kita ini pelayan masyarakat. Jangan hanya hadir, tapi kosong dari tanggung jawab. Tunjukkan integritas dan jaga nama baik institusi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, perhatian juga diarahkan pada aspek administrasi keuangan, seiring masih berlangsungnya pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Seluruh OPD diminta segera menuntaskan dokumen pertanggungjawaban.
“Lengkapi SPJ sesuai pekerjaan yang telah dilaksanakan. Jangan sampai ada temuan karena kelalaian kita. Ini menyangkut akuntabilitas,” ujarnya.
Menariknya, dalam apel tersebut terjadi momen evaluatif ketika ditemukan ketidaksesuaian antara data kehadiran ASN dengan kondisi di lapangan. Menanggapi hal itu, pembina apel langsung memerintahkan penghitungan ulang jumlah peserta.
Langkah tersebut menjadi sinyal tegas bahwa Pemerintah Kabupaten Solok tidak mentolerir ketidakakuratan data dan menuntut kedisiplinan ASN, baik secara fisik maupun administratif.
“Kalau data tidak sesuai, berarti ada yang harus diperbaiki. Tidak boleh ada yang sekadar formalitas. Semua harus akurat,” tegasnya.
Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Solok Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,82 Persen
Apel perdana ini menjadi titik awal bagi Pemkab Solok dalam memperkuat budaya kerja yang disiplin, transparan, dan akuntabel, guna mendorong kinerja pemerintahan yang lebih optimal pasca libur Lebaran. (*)






![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/1001077163-350x250.jpg)

![Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.[foto : sci yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_63532-75x75.jpg)
