Selasa, 21/7/26 | 02:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Dorong Kemajuan Peternakan Daerah, DPRD Sumbar Kaji Potensi Pakan Maggot

Selasa, 27/1/26 | 16:47 WIB

PADANG, Sumbarin-Dorong kemajuan sektor peternakan daerah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, bersama Komisi II DPRD Sumbar mengkaji potensi pemanfaatan pakan maggot melalui audiensi dengan dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Selasa (27/1).

Nanda Satria menilai, pakan maggot perlu dikembangkan sebagai alternatif pakan ternak untuk menekan biaya operasional peternak tanpa mengurangi kualitas hasil produksi.

Menurutnya, inovasi ini berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal, khususnya bagi peternak kecil yang selama ini bergantung pada pakan pabrikan.

Ia menjelaskan, pengembangan pakan maggot merupakan bagian dari inisiatif DPRD Sumbar dalam mencari solusi konkret atas fluktuasi harga pakan pabrikan yang kerap memberatkan peternak.

BACAJUGA

Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

Selasa, 14/7/26 | 17:05 WIB
Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Minggu, 07/6/26 | 09:42 WIB

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal melalui budidaya maggot, Sumatera Barat dinilai memiliki peluang menjadi pionir dalam penguatan ketahanan pangan berbasis inovasi organik.

Selain aspek ekonomis, penggunaan maggot juga menawarkan sejumlah keunggulan berkelanjutan. Dari sisi kesehatan ternak, pakan maggot dinilai mampu menurunkan risiko penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada penggunaan antibiotik.

Sementara dari segi kualitas hasil, ternak khususnya ayam cenderung lebih sehat dan menghasilkan produk yang lebih organik.

Tak hanya itu, pemanfaatan maggot juga berdampak positif terhadap lingkungan. Maggot berperan efektif dalam mengolah limbah organik, sehingga mendorong terciptanya ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Sumbar Khairudin Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan pakan alternatif berbasis maggot agar dapat diimplementasikan secara luas di kalangan peternak. Komisi II memandang inovasi tersebut sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas peternakan sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

Dia juga menilai, selain memberikan manfaat ekonomis, penggunaan pakan maggot memiliki dampak berkelanjutan terhadap sektor peternakan. Dari sisi kesehatan ternak, pakan maggot dinilai dapat menurunkan risiko penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada antibiotik.

Sementara dari aspek lingkungan, maggot berperan dalam pengolahan limbah organik secara efektif sehingga menciptakan ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Dalam presentasi yang disampaikan pihak Fakultas Peternakan Unand, dipaparkan perbandingan efisiensi biaya antara skema pakan lama yang menggunakan 100 persen pakan pabrik dengan skema baru yang mengombinasikan 70 persen pakan pabrik dan 30 persen maggot pada populasi 1.000 ekor ayam pedaging.

Pada skema lama, kebutuhan pakan pabrik mencapai sekitar 110 kilogram per hari dengan biaya Rp880.000. Sementara pada skema baru, kebutuhan pakan pabrik turun menjadi 77 kilogram dengan biaya Rp616.000, ditambah 33 kilogram maggot senilai Rp165.000, sehingga total biaya pakan menjadi Rp781.000 per hari.

Berdasarkan perhitungan tersebut, peternak berpotensi menghemat sekitar Rp99.000 per hari. Jika dikalkulasikan dalam satu siklus panen, penghematan ini dinilai mampu meningkatkan margin keuntungan peternak lokal secara signifikan.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Berita Sesudah

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

Selasa, 14/7/26 | 17:05 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sebuah video yang menampilkan dugaan pungutan karcis retribusi pelayanan parkir oleh anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Dharmasraya...

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Minggu, 07/6/26 | 09:42 WIB

BUKITTINGGI — Peringatan satu abad berdirinya Jam Gadang tidak hanya menjadi perayaan sejarah bagi masyarakat Bukittinggi, tetapi juga momentum strategis...

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

Jumat, 05/6/26 | 21:48 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sebanyak 280 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan laga pembuka Dharmasraya Champions League (DCL) 2026 yang dipusatkan di...

Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

Kamis, 21/5/26 | 19:39 WIB

Ratusan lulusan dari berbagai kampus mengikuti One Day With BTPN Syariah di UIN IB Padang, Kamis (21/5). (Foto/Scientia: Wahyu Amuk)....

DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

Rabu, 13/5/26 | 14:39 WIB

PADANG — DPRD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan jawaban atas tanggapan Gubernur terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) prakarsa DPRD melalui...

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Selasa, 12/5/26 | 14:37 WIB

PADANG, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria mendukung langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk menembus jejaring UNESCO Creative Cities...

Berita Sesudah
Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Discussion about this post

POPULER

  • Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

    Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Tak Terlihat: Menghargai Hal-Hal Kecil dalam Hidup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hubungan Sinonim Kata “Mempunyai” dan “Memiliki”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026