Rabu, 16/9/26 | 07:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Dorong Kemajuan Peternakan Daerah, DPRD Sumbar Kaji Potensi Pakan Maggot

Selasa, 27/1/26 | 16:47 WIB

PADANG, Sumbarin-Dorong kemajuan sektor peternakan daerah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, bersama Komisi II DPRD Sumbar mengkaji potensi pemanfaatan pakan maggot melalui audiensi dengan dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Selasa (27/1).

Nanda Satria menilai, pakan maggot perlu dikembangkan sebagai alternatif pakan ternak untuk menekan biaya operasional peternak tanpa mengurangi kualitas hasil produksi.

Menurutnya, inovasi ini berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal, khususnya bagi peternak kecil yang selama ini bergantung pada pakan pabrikan.

Ia menjelaskan, pengembangan pakan maggot merupakan bagian dari inisiatif DPRD Sumbar dalam mencari solusi konkret atas fluktuasi harga pakan pabrikan yang kerap memberatkan peternak.

BACAJUGA

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Rabu, 09/9/26 | 21:10 WIB
Bupati Solok Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Kwarcab 0302 Gerakan Pramuka Kabupaten Solok

Bupati Solok Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Kwarcab 0302 Gerakan Pramuka Kabupaten Solok

Senin, 10/8/26 | 18:14 WIB

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal melalui budidaya maggot, Sumatera Barat dinilai memiliki peluang menjadi pionir dalam penguatan ketahanan pangan berbasis inovasi organik.

Selain aspek ekonomis, penggunaan maggot juga menawarkan sejumlah keunggulan berkelanjutan. Dari sisi kesehatan ternak, pakan maggot dinilai mampu menurunkan risiko penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada penggunaan antibiotik.

Sementara dari segi kualitas hasil, ternak khususnya ayam cenderung lebih sehat dan menghasilkan produk yang lebih organik.

Tak hanya itu, pemanfaatan maggot juga berdampak positif terhadap lingkungan. Maggot berperan efektif dalam mengolah limbah organik, sehingga mendorong terciptanya ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Sumbar Khairudin Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan pakan alternatif berbasis maggot agar dapat diimplementasikan secara luas di kalangan peternak. Komisi II memandang inovasi tersebut sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas peternakan sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

Dia juga menilai, selain memberikan manfaat ekonomis, penggunaan pakan maggot memiliki dampak berkelanjutan terhadap sektor peternakan. Dari sisi kesehatan ternak, pakan maggot dinilai dapat menurunkan risiko penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada antibiotik.

Sementara dari aspek lingkungan, maggot berperan dalam pengolahan limbah organik secara efektif sehingga menciptakan ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Dalam presentasi yang disampaikan pihak Fakultas Peternakan Unand, dipaparkan perbandingan efisiensi biaya antara skema pakan lama yang menggunakan 100 persen pakan pabrik dengan skema baru yang mengombinasikan 70 persen pakan pabrik dan 30 persen maggot pada populasi 1.000 ekor ayam pedaging.

Pada skema lama, kebutuhan pakan pabrik mencapai sekitar 110 kilogram per hari dengan biaya Rp880.000. Sementara pada skema baru, kebutuhan pakan pabrik turun menjadi 77 kilogram dengan biaya Rp616.000, ditambah 33 kilogram maggot senilai Rp165.000, sehingga total biaya pakan menjadi Rp781.000 per hari.

Berdasarkan perhitungan tersebut, peternak berpotensi menghemat sekitar Rp99.000 per hari. Jika dikalkulasikan dalam satu siklus panen, penghematan ini dinilai mampu meningkatkan margin keuntungan peternak lokal secara signifikan.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Berita Sesudah

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Berita Terkait

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Rabu, 09/9/26 | 21:10 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Dharmasraya kembali berhadapan dengan ancaman serius kabut asap. Kualitas udara yang merosot tajam mendorong Bupati Annisa Suci...

Bupati Solok Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Kwarcab 0302 Gerakan Pramuka Kabupaten Solok

Bupati Solok Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Kwarcab 0302 Gerakan Pramuka Kabupaten Solok

Senin, 10/8/26 | 18:14 WIB

Koto Baru, Scientia.id – Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) 0302 Gerakan...

Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Masyarakat Diajak Tingkatkan Kesiapsiagaan

Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Masyarakat Diajak Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 08/8/26 | 09:11 WIB

PESISIR-Upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah...

Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 08/8/26 | 09:08 WIB

Psisir Selatan - Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Bakri Bakar, SH, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan...

Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

Jumat, 31/7/26 | 19:04 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Pemerintah Kabupaten Solok bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan sebanyak 120.000 benih ikan, serta...

Dugaan Rasuah, Kejari Dharmasraya Geledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Dugaan Rasuah, Kejari Dharmasraya Geledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Senin, 27/7/26 | 19:43 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dharmasraya melaksanakan penggeledahan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya pada...

Berita Sesudah
Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Discussion about this post

POPULER

  • Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

    Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Digangjar Anugerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026