Senin, 27/4/26 | 18:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Dorong Kemajuan Peternakan Daerah, DPRD Sumbar Kaji Potensi Pakan Maggot

Selasa, 27/1/26 | 16:47 WIB

PADANG, Sumbarin-Dorong kemajuan sektor peternakan daerah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, bersama Komisi II DPRD Sumbar mengkaji potensi pemanfaatan pakan maggot melalui audiensi dengan dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Selasa (27/1).

Nanda Satria menilai, pakan maggot perlu dikembangkan sebagai alternatif pakan ternak untuk menekan biaya operasional peternak tanpa mengurangi kualitas hasil produksi.

Menurutnya, inovasi ini berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal, khususnya bagi peternak kecil yang selama ini bergantung pada pakan pabrikan.

Ia menjelaskan, pengembangan pakan maggot merupakan bagian dari inisiatif DPRD Sumbar dalam mencari solusi konkret atas fluktuasi harga pakan pabrikan yang kerap memberatkan peternak.

BACAJUGA

Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.[foto : sci yrp]

Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

Senin, 13/4/26 | 22:57 WIB
Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

Minggu, 12/4/26 | 14:27 WIB

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal melalui budidaya maggot, Sumatera Barat dinilai memiliki peluang menjadi pionir dalam penguatan ketahanan pangan berbasis inovasi organik.

Selain aspek ekonomis, penggunaan maggot juga menawarkan sejumlah keunggulan berkelanjutan. Dari sisi kesehatan ternak, pakan maggot dinilai mampu menurunkan risiko penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada penggunaan antibiotik.

Sementara dari segi kualitas hasil, ternak khususnya ayam cenderung lebih sehat dan menghasilkan produk yang lebih organik.

Tak hanya itu, pemanfaatan maggot juga berdampak positif terhadap lingkungan. Maggot berperan efektif dalam mengolah limbah organik, sehingga mendorong terciptanya ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Sumbar Khairudin Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan pakan alternatif berbasis maggot agar dapat diimplementasikan secara luas di kalangan peternak. Komisi II memandang inovasi tersebut sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas peternakan sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

Dia juga menilai, selain memberikan manfaat ekonomis, penggunaan pakan maggot memiliki dampak berkelanjutan terhadap sektor peternakan. Dari sisi kesehatan ternak, pakan maggot dinilai dapat menurunkan risiko penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada antibiotik.

Sementara dari aspek lingkungan, maggot berperan dalam pengolahan limbah organik secara efektif sehingga menciptakan ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Dalam presentasi yang disampaikan pihak Fakultas Peternakan Unand, dipaparkan perbandingan efisiensi biaya antara skema pakan lama yang menggunakan 100 persen pakan pabrik dengan skema baru yang mengombinasikan 70 persen pakan pabrik dan 30 persen maggot pada populasi 1.000 ekor ayam pedaging.

Pada skema lama, kebutuhan pakan pabrik mencapai sekitar 110 kilogram per hari dengan biaya Rp880.000. Sementara pada skema baru, kebutuhan pakan pabrik turun menjadi 77 kilogram dengan biaya Rp616.000, ditambah 33 kilogram maggot senilai Rp165.000, sehingga total biaya pakan menjadi Rp781.000 per hari.

Berdasarkan perhitungan tersebut, peternak berpotensi menghemat sekitar Rp99.000 per hari. Jika dikalkulasikan dalam satu siklus panen, penghematan ini dinilai mampu meningkatkan margin keuntungan peternak lokal secara signifikan.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Berita Sesudah

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Berita Terkait

Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.[foto : sci yrp]

Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

Senin, 13/4/26 | 22:57 WIB

Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.Padang, Scientia - Ketua Bidang Penataan Organisasi, Eksekutif dan Legislatif DPP Partai...

Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

Minggu, 12/4/26 | 14:27 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Tim Lupak Satresnarkoba Polres Dharmasraya Polda Sumbar menggerebek aktivitas pesta narkotika jenis sabu di Kecamatan Pulau Punjung...

Komisi V DPRD Sumbar Turun Lapangan, Pastikan Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran di Pessel

Komisi V DPRD Sumbar Turun Lapangan, Pastikan Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran di Pessel

Sabtu, 11/4/26 | 21:27 WIB

PESSEL — Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat turun langsung ke lapangan untuk memastikan penggunaan anggaran pendidikan tahun 2026 berjalan...

Muhidi Serap Aspirasi Disabilitas Usai Musrenbang RKPD 2027.

Muhidi Serap Aspirasi Disabilitas Usai Musrenbang RKPD 2027.

Kamis, 09/4/26 | 21:21 WIB

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, berdiskusi dengan perwakilan penyandang disabilitas usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana...

Muhidi Dorong Kepala SMK Aktif Gaet APBN, DPRD Sumbar Siapkan Dukungan

Muhidi Dorong Kepala SMK Aktif Gaet APBN, DPRD Sumbar Siapkan Dukungan

Kamis, 09/4/26 | 21:18 WIB

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong kepala sekolah SMK agar aktif mengakses anggaran pendidikan dari APBN untuk...

Tekanan Fiskal dan Beban Pascabencana, DPRD Sumbar Kawal RKPD 2027

Tekanan Fiskal dan Beban Pascabencana, DPRD Sumbar Kawal RKPD 2027

Rabu, 08/4/26 | 21:13 WIB

PADANG — DPRD Provinsi Sumatera Barat berkomitmen mengawal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di tengah tekanan keuangan...

Berita Sesudah
Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konflik Sosial dengan Warga di Dharmasraya, SAD Minta Ganti rugi Rp30 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mahasiswa Arab tentang Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Unsur Intrinsik Naskah Drama “Orang-Orang di Tikungan Jalan” Karya Rendra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026