Jumat, 10/4/26 | 17:11 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan seperti biasa, tak peduli apakah saya siap atau belum. Rutinitas sudah menanti di depan pintu, menagih perhatian yang sering tertunda. Namun langkah saya kerap melambat, tertahan oleh kebiasaan kecil yang menyebabkan terlambat lagi.

Kebiasaan terlambat bukan sekadar soal waktu yang terlewat. Ia menunjukkan bagaimana  cara mengatur diri dalam keseharian. Sering kali keterlambatan muncul dari hal-hal kecil yang ditunda, seperti menambah waktu istirahat atau menahan diri sebelum mulai bergerak.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Yang sering terjadi, saya mencari alasan untuk menutupi kebiasaan terlambat. Kadang salahkan hujan atau macet, kadang bilang alarm tidak berbunyi. Semua alasan itu terdengar logis. Padahal, kebiasaan terlambat sering tumbuh dari sikap meremehkan waktu.

Terlambat juga sering meninggalkan jejak yang tidak nyaman. Saat terlambat dalam suatu pertemuan, saya harus menanggung tatapan “tajam” teman-teman. Gangguan kecil itu memotong fokus semua orang, termasuk saya. Dari situ saya belajar bahwa terlambat bukan hanya soal datang belakangan, tetapi juga soal menghargai waktu dan suasana yang sedang berjalan.

Mengurangi kebiasaan terlambat memang tidak mudah. Namun, memulai dengan langkah sederhana seperti menepati satu janji bisa memberi perubahan. Setiap kali saya datang tepat waktu ada rasa lega dan nyaman yang muncul, seolah berhasil menguasai waktu sendiri. Perlahan kebiasaan kecil itu akan menuntun saya menjadi disiplin.

Lambat laun, kebiasaan tepat waktu akan terasa lebih alami. Saya mulai terbiasa memulai hari dengan teratur, langkah lebih ringan, dan pikiran lebih tenang. Bahkan rutinitas yang dahulu terasa membebani, kini bisa dijalani dengan lebih lancar. Dan tanpa sadar, menghargai waktu menjadi bagian dari cara hidup.

Tepat waktu bukan sekadar soal jam atau tekanan orang lain. Ia adalah bentuk penghargaan pada diri sendiri dan orang di sekitar. Setiap detik yang dihargai memberi ruang hidup lebih penuh, tenang, dan bermakna. Saat langkah tak lagi tergesa, saya sadar bahwa hidup yang tertata bukan hanya nyaman, tapi indah dalam kesederhanaannya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Alat Berat BWS Sumatera V Ditarik dari Pasar Lalang, Zalmadi: Warga Kecewa, Penanganan Banjir Terhambat

Berita Sesudah

5 Fitur Penting yang Wajib Dicek Sebelum Membeli HP Baru

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Berita Sesudah
5 Fitur Penting yang Wajib Dicek Sebelum Membeli HP Baru

5 Fitur Penting yang Wajib Dicek Sebelum Membeli HP Baru

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keunikan Kata Penghubung Maka dan Sehingga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026