Sabtu, 06/12/25 | 23:01 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Panen Perdana Sawit Replanting di Agam, Bukti Program Pemprov Sumbar Mulai Berbuah

Jumat, 14/11/25 | 15:34 WIB

Gubernur Sumbar saat memanen sawit.[foto : ist]
Gubernur Sumbar saat memanen sawit.[foto : ist]
Agam, Scientia – Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mempercepat peremajaan (replanting) kebun kelapa sawit rakyat mulai memperlihatkan hasil konkret. Setelah empat tahun proses penanaman ulang, kebun sawit milik petani yang ikut program replanting akhirnya memasuki masa panen perdana. Momen ini dianggap sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan sektor perkebunan rakyat.

Panen perdana tersebut berlangsung di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis, Kabupaten Agam. Kehadiran Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya program ini bagi peningkatan produktivitas sawit rakyat.

“Program replanting di Sumatera Barat sudah berjalan sejak 2018. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dengan dukungan pendanaan dari BPDPKS,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, replanting sawit rakyat yang difasilitasi pemerintah sampai saat ini telah mencapai 14.919 hektar. Pendanaannya bersumber dari hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di bawah Kementerian Keuangan.

BACAJUGA

191 Ribu Liter Solar Disiapkan untuk Penanganan Bencana di Sumbar

191 Ribu Liter Solar Disiapkan untuk Penanganan Bencana di Sumbar

Kamis, 04/12/25 | 22:03 WIB
Mahyeldi Minta Pemotongan TKD 2026 untuk Sumbar Dibatalkan, Pemulihan Pascabencana Terancam Terganggu

Mahyeldi Minta Pemotongan TKD 2026 untuk Sumbar Dibatalkan, Pemulihan Pascabencana Terancam Terganggu

Kamis, 04/12/25 | 21:57 WIB

Ia menjelaskan, besaran bantuan untuk petani terus meningkat. Pada 2018–2021 nilainya Rp25 juta per hektar, naik menjadi Rp30 juta per hektar pada 2022–2024, dan pada tahun 2025 kembali meningkat signifikan menjadi Rp60 juta per hektar.

“Sejak 2018, total dana BPDPKS yang masuk ke Sumbar untuk replanting mencapai sekitar Rp463 miliar,” kata Mahyeldi.

Untuk KPS Tompek Tapian Kandis sendiri, bantuan diberikan dalam dua tahap:
• Tahun 2020 seluas 143,75 hektar
• Tahun 2022 seluas 145,30 hektar
Total nilai bantuan mencapai sekitar Rp7,95 miliar.

Mahyeldi menilai capaian KPS Tompek Tapian Kandis menjadi contoh bahwa dengan tata kelola yang baik, pendampingan yang terarah, serta sinergi yang kuat, produktivitas kebun rakyat dapat meningkat kembali setelah replanting.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar mencatat, target replanting sawit rakyat pada 2025 mencapai 5.400 hektar. Luasan itu tersebar di tujuh kabupaten: Dharmasraya 2.000 ha, Sijunjung 500 ha, Solok Selatan 500 ha, Pesisir Selatan 600 ha, Agam 500 ha, Pasaman 300 ha, dan Pasaman Barat 1.000 ha.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan panen perdana ini merupakan bukti nyata manfaat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani.

“Inilah bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan perubahan. Program ini bukan hanya soal peningkatan produksi, tapi juga tentang keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Manager PT AMP Plantation, Mr. Low Kim Seng, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah di sektor perkebunan.

“Kami siap mendukung program replanting, baik di area perusahaan maupun di lahan plasma milik masyarakat,” katanya.

Dengan dimulainya panen perdana ini, Pemprov Sumbar menegaskan bahwa replanting bukan hanya program jangka pendek, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga pendapatan petani sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.(Adpsb)

Tags: MahyeldiPemprov SumbarReplanting sawit
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Forbisda HIPMI Sumbar Bahas Akselerasi UMKM, Wako Fadly Amran Paparkan Strategi Padang Naik Kelas

Berita Sesudah

Walikota Pantau Subuh Mubarakah di Mesjid Taufiq Kayu Gadang Pasar Ambacang

Berita Terkait

PKDP Sumbar Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Korban Banjir, Longsor dan Galodo Padang Pariaman

PKDP Sumbar Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Korban Banjir, Longsor dan Galodo Padang Pariaman

Sabtu, 06/12/25 | 17:47 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Sumatera Barat menyalurkan 1.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak banjir di...

Zalmadi Puji Respons Cepat Dinas Pertanian Padang Tangani Lahan Terdampak Bencana

Zalmadi Puji Respons Cepat Dinas Pertanian Padang Tangani Lahan Terdampak Bencana

Jumat, 05/12/25 | 22:49 WIB

Padang, Scientia - Upaya cepat Dinas Pertanian Kota Padang dalam memulihkan lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor mendapat apresiasi...

191 Ribu Liter Solar Disiapkan untuk Penanganan Bencana di Sumbar

191 Ribu Liter Solar Disiapkan untuk Penanganan Bencana di Sumbar

Kamis, 04/12/25 | 22:03 WIB

Padang, Scientia - Upaya percepatan penanganan bencana hidrometeorologis di Sumatera Barat (Sumbar) mendapat dorongan besar dari pemerintah pusat. Usulan Gubernur...

Mahyeldi Minta Pemotongan TKD 2026 untuk Sumbar Dibatalkan, Pemulihan Pascabencana Terancam Terganggu

Mahyeldi Minta Pemotongan TKD 2026 untuk Sumbar Dibatalkan, Pemulihan Pascabencana Terancam Terganggu

Kamis, 04/12/25 | 21:57 WIB

Agam, Scientia - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta Pemerintah Pusat membatalkan rencana pemotongan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD)...

Rico Alviano Turunkan Alat Berat Bersihkan Material Banjir di Gurun Laweh

Rico Alviano Turunkan Alat Berat Bersihkan Material Banjir di Gurun Laweh

Kamis, 04/12/25 | 13:06 WIB

Padang, Scientia - Upaya percepatan pemulihan pascabanjir di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, terus mendapat dukungan. Sekretaris DPW...

Wapres Gibran Tinjau Agam: Percepatan Pemulihan Jadi Prioritas

Wapres Gibran Tinjau Agam: Percepatan Pemulihan Jadi Prioritas

Kamis, 04/12/25 | 12:40 WIB

Agam, Scientia - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia,...

Berita Sesudah
Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan monitoring, pelaksanaan program Subuh Mubarakah, salah satu aktivasi Program Unggulan (Progul) Smart Surau. (Foto:Ist)

Walikota Pantau Subuh Mubarakah di Mesjid Taufiq Kayu Gadang Pasar Ambacang

POPULER

  • Zalmadi Puji Respons Cepat Dinas Pertanian Padang Tangani Lahan Terdampak Bencana

    Zalmadi Puji Respons Cepat Dinas Pertanian Padang Tangani Lahan Terdampak Bencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Korban Banjir, Longsor dan Galodo Padang Pariaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Folklor dan Pariwisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budaya Overthinking dan Krisis Makna di Kalangan Gen Z

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skizofrenia antara Bahasa dan Realitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024