Jumat, 17/4/26 | 03:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Kreativitas Linguistik atau Gejala Klinis, Neologisme?

Minggu, 21/9/25 | 14:46 WIB

Oleh: Reno Novita Sari dan Leni Syafyahya
(Mahasiswa dan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)

Bahasa selalu lebih dari sekadar alat komunikasi. Ia adalah cerminan batin, jendela untuk memahami seseorang, sekaligus ruang untuk menciptakan makna baru. Bagi penderita skizofrenia, bahasa sering hadir dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka menciptakan kata-kata baru yang tidak ditemukan dalam kamus resmi atau fenomena yang biasanya disebut dengan istilah neologisme. Namun, apakah fenomena neologisme pada penderita skizofrenia ini hanya tanda dari gangguan pikiran atau justru sebagai bentuk kreativitas linguistik?

BACAJUGA

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB
Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Salah seorang pasien penderita skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan menyebut kopi hitam dengan menggunakan istilah “my soulwengi”. Kata ini merupakan penggabungan dari kata soul yang berarti jiwa dalam bahasa Inggris dan wengi yang berarti malam dalam bahasa Jawa. Hasilnya adalah kiasan yang menggambarkan kopi sebagai jiwa malam. Bagi orang lain, ungkapan ini mungkin terdengar aneh atau tidak lazim dan membingungkan. Namun, bagi pasien, kata tersebut memiliki makna yang mendalam. Baginya, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari identitas dan pengalaman pribadi. Kata lain dari pasien yang sama adalah istilah “Skeba” yang digunakan untuk menamai fitur visual dalam permainan komputer, atau “ngefregen” untuk menggambarkan kondisi yang sibuk. Meskipun tidak ada dalam kamus, istilah-istilah ini tetap memiliki makna bagi si penutur.

Dalam ilmu psikiatri, fenomena neologisme disebut sebagai disorganisasi bahasa, salah satu ciri khas skizofrenia yang tercatat dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (American Psychiatric Association, 2013). Dengan kata lain, kemunculan kata-kata baru dianggap sebagai tanda adanya gangguan dalam cara berpikir. Namun, dari sudut pandang linguistik, hal tersebut juga bisa dimaknai sebagai bentuk kreativitas. Bukankah dalam kehidupan sehari-hari kita pun sering menciptakan kata-kata baru karena pengaruh tren, teknologi, maupun media sosial. Bedanya, pada penderita skizofrenia kata-kata ini tercipta dari pengalaman batin yang sangat pribadi sehingga sulit dipahami oleh orang lain.

Fenomena neologisme menjadi istimewa karena kata-kata baru yang diucapkan oleh penderita skizofrenia bukan sekadar kesalahan bahasa, melainkan cara mereka untuk menyebut pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata biasa. Contoh istilah lain yang disebutkan oleh salah satu pasien penderita skizofrenia seperti “glindro” untuk mengumpamakan suara berisik dalam kepalanya. Hal ini dapat dipahami sebagai ekspresi kreatif dalam menamai sesuatu yang abstrak dan mungkin tidak pernah dialami oleh orang lain. Oleh karena itu, daripada melihatnya sebagai bahasa yang aneh, lebih baik kita memahaminya sebagai cara penderita untuk menggambarkan pergulatan batinnya. Dari sudut pandang medis, fenomena ini memang dianggap penting sebagai tanda klinis dalam diagnosis. Namun, dari perspektif linguistik, hal ini menunjukkan bahwa bahasa manusia tetap produktif, bahkan ketika pikiran sedang kacau. Sementera itu, dari sudut pandang kemanusiaan fenomena ini memberikan pelajaran bahwa penderita skizofrenia bukan hanya pasien dengan gangguan, tetapi juga individu dengan dunia bahasa yang unik dan kaya imajinasi.

Dengan demikian, bahasa menunjukkan bahwa kreativitas manusia tidak pernah berhenti, bahkan ketika kondisi mental sedang sakit. Seseorang tetap berusaha mencipatkan makna baru melalui kata-kata. Pada penderita skizofrenia, hal ini terlihat jelas bahwa mereka memiliki imajinasi yang seharusnya dihargai, bukan sekadar dilihat sebagai gejala sakit. Dengan sedikit empati, kita bisa memahami bahwa di balik kata-kata yang terdengar aneh dan janggal. Ada usaha yang tulus untuk menyampaikan pengalaman batin kepada orang lain.

Neologisme pada skizofrenia menunjukkan bahwa bahasa manusia selalu bergerak antara dua sisi, yaitu gangguan dan kreativitas. Kata-kata seperti “my soulwengi”, “Skeba”, “ngefregen”, atau “glindro” bukan sekadar rangakaian huruf tanpa makna, melainkan bukti usaha seseorang untuk tetap berkomunikasi dan berkreasi meskipun pikirannya terganggu. Daripada menganggapnya hanya sebagai sesuatu yang aneh, lebih tepat bila kita melihatnya sebagai bagian dari cerita manusia yang berusaha keras untuk tetap hadir dan dimengerti.

Tags: #Reno Novita Sari dan Leni Syafyahya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kecerdikan Kancil dalam Fabel Indonesia dan Melayu: Analisis Sastra Bandingan

Berita Sesudah

Bahasa Gaul dan Panggung Ekspresi Anak Muda

Berita Terkait

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB

Oleh: Alya Najwa Abdillah (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan S1 Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Bahasa berkembang seiring dengan berjalannya...

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Oleh: Gilang Nindra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Dalam Tarmini dan Sulistyawati (2019: 1-2), sintaksis...

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Minggu, 12/4/26 | 15:41 WIB

Oleh: Febby Gusmelyyana (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Bahasa adalah sistem komunikasi paling sempurna yang...

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Puisi-puisi M. Subarkah

Konfigurasi Makna Leksikal dan Kontekstual Kata “Siap” dalam Kajian Semantik

Minggu, 05/4/26 | 10:54 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa merupakan sistem tanda yang tidak hanya berfungsi sebagai...

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Minggu, 29/3/26 | 15:18 WIB

Oleh: Naura Aziza Cahyani (Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Universitas Andalas (UNAND) merupakan salah satu universitas tertua di...

Berita Sesudah
Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa Gaul dan Panggung Ekspresi Anak Muda

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah! Dharmasraya Gelar CFD dan Bazaar UMKM 18–19 April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026