Minggu, 15/2/26 | 03:52 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Beras Oplosan Terbongkar, DPR Desak Penegakan Hukum Tak Tumpul ke Atas

Kamis, 17/7/25 | 21:48 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman.[foto : ist]
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman.[foto : ist]
Jakarta, Scientia — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak aparat penegak hukum untuk tidak setengah hati dalam menyikapi temuan praktik kotor pengoplosan beras yang diungkap langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Alex menilai, bukti-bukti yang dikumpulkan dalam investigasi lintas kementerian dan lembaga sudah cukup kuat untuk membawa kasus ini ke tahap penyidikan serius.

“Temuan ini bukan klaim sepihak. Pemeriksaan dilakukan resmi, melibatkan lintas institusi, dan bukti-buktinya sangat lengkap. Tak ada alasan bagi aparat untuk lamban apalagi ragu,” tegas Alex dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (16/7).

Temuan ini berawal dari investigasi Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan, Kejaksaan, Polri, Bapanas, hingga lembaga pengawasan lainnya. Mereka menguji 268 merek beras di 13 laboratorium di 10 provinsi. Hasilnya mencengangkan: 212 merek dinyatakan bermasalah.

Data menyebutkan, sebanyak 85,56% beras premium tidak sesuai mutu, 59,78% dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET), dan 21% tidak sesuai berat kemasan. Praktik curang ini bukan hanya merugikan konsumen secara kualitas, tapi juga menciptakan distorsi besar dalam ekosistem ekonomi pangan.

BACAJUGA

Rico Alviano Turunkan Alat Berat Bersihkan Material Banjir di Gurun Laweh

Rico Alviano Turunkan Alat Berat Bersihkan Material Banjir di Gurun Laweh

Kamis, 04/12/25 | 13:06 WIB
Sekretaris DPW PKB Sumbar, Rico Alviano.[foto : sci/yrp]

Rico Alviano Buka Bimtek Fraksi PKB se-Sumatera Barat: Legislator Harus Kembali Rebut Simpati Rakyat

Rabu, 05/11/25 | 11:22 WIB

Lebih lanjut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahkan menyebut beberapa merek besar yang diduga kuat melakukan pengoplosan, antara lain:

  • Wilmar Group: Sania, Sovia, Fortune, Siip
  • Food Station Tjipinang Jaya: Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Setra Pulen
  • PT Belitang Panen Raya: Raja Platinum, Raja Ultima
  • PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group): Ayana

Alex menegaskan, penegakan hukum atas kasus ini harus menyeluruh dan tak hanya menyasar pedagang di tingkat bawah, tapi juga menjerat pelaku utama di balik layar.

“Penegakan hukum jangan hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Rasa keadilan masyarakat tak boleh dikorbankan,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

Ia juga meminta seluruh instansi terkait segera mengklasifikasi tingkat kesalahan masing-masing pelaku secara transparan dan terbuka terhadap partisipasi publik. Hal ini penting untuk memastikan keadilan ditegakkan secara utuh, bukan tebang pilih.

Di sisi lain, Alex mendesak Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar segera menelusuri akar masalah dari praktik pengoplosan ini. Menurutnya, selama peta persoalan tak digali, kasus serupa akan terus berulang.

“Dengan pemetaan yang tepat, langkah antisipatif bisa dirumuskan secara konkret. Komisi IV DPR RI sangat siap mendukung upaya ini,” jelas Anggota DPR RI dari Dapil Sumbar I tersebut.

Alex menutup pernyataannya dengan pesan tegas: “Kita harus memastikan konsumen tidak lagi jadi korban, dan pengusaha bisa menjalankan bisnis secara sehat tanpa bayang-bayang kecurangan.”

Skandal beras oplosan ini bukan hanya soal mutu beras, tapi juga menyangkut keberpihakan negara pada kepentingan rakyat. Sudah saatnya hukum berdiri tegak, tanpa pandang bulu.

Tags: Alex Indra LukmanBeras OplosanDPR RI
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali Kota Padang Resmikan Jembatan di Pasa Lalang

Berita Sesudah

Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

Berita Terkait

Temuan Bakteri, BGN Hentikan Operasional Dapur Sang Surya Sungai Rumbai

Temuan Bakteri, BGN Hentikan Operasional Dapur Sang Surya Sungai Rumbai

Selasa, 10/2/26 | 22:00 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur SPPG/MBG di...

Puluhan Siswa SMA di Sungai Rumbai  Dharmasraya Diduga Keracunan MBG

Puluhan Siswa SMA di Sungai Rumbai Dharmasraya Diduga Keracunan MBG

Rabu, 04/2/26 | 19:02 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Puluhan siswa SMAN 1 Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya,...

Menteri PU Minta Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam Saat Lebaran

Menteri PU Minta Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam Saat Lebaran

Rabu, 28/1/26 | 18:23 WIB

Tanah Datar, Scientia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pengerjaan ruas jalan nasional Lembah Anai, Kabupaten Tanah...

Aksi unjuk rasa ribuan warga dari Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya di PT Tidar Kerinci Agung (TKA), Senin (12/1/2026). (Foto: Ist)

Tuntut Hak Plasma 20 Persen, Ribuan Warga Asam Jujuhan Unjuk Rasa ke PT TKA

Senin, 12/1/26 | 19:32 WIB

Aksi unjuk rasa ribuan warga dari Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya di...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

PNP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sungai Buluh Timur

PNP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sungai Buluh Timur

Senin, 29/12/25 | 18:56 WIB

Padang Pariaman, Scientia.id— Politeknik Negeri Padang (PNP) dengan dukungan pendanaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Indonesia kembali...

Berita Sesudah
Ketua DPR RI, Puan Maharani.[foto : ist]

Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

POPULER

  • Pengurus Baru PKB Sumbar Dikukuhkan, Target Menang 2029 dan Tegaskan Politik Harus Jadi Solusi

    Pengurus Baru PKB Sumbar Dikukuhkan, Target Menang 2029 dan Tegaskan Politik Harus Jadi Solusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Raih Gelar Doktor Unand, Soroti Tanggung Jawab Negara dalam JKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024