Rabu, 14/10/26 | 21:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Beras Oplosan Terbongkar, DPR Desak Penegakan Hukum Tak Tumpul ke Atas

Kamis, 17/7/25 | 21:48 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman.[foto : ist]
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman.[foto : ist]
Jakarta, Scientia — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak aparat penegak hukum untuk tidak setengah hati dalam menyikapi temuan praktik kotor pengoplosan beras yang diungkap langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Alex menilai, bukti-bukti yang dikumpulkan dalam investigasi lintas kementerian dan lembaga sudah cukup kuat untuk membawa kasus ini ke tahap penyidikan serius.

“Temuan ini bukan klaim sepihak. Pemeriksaan dilakukan resmi, melibatkan lintas institusi, dan bukti-buktinya sangat lengkap. Tak ada alasan bagi aparat untuk lamban apalagi ragu,” tegas Alex dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (16/7).

Temuan ini berawal dari investigasi Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan, Kejaksaan, Polri, Bapanas, hingga lembaga pengawasan lainnya. Mereka menguji 268 merek beras di 13 laboratorium di 10 provinsi. Hasilnya mencengangkan: 212 merek dinyatakan bermasalah.

Data menyebutkan, sebanyak 85,56% beras premium tidak sesuai mutu, 59,78% dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET), dan 21% tidak sesuai berat kemasan. Praktik curang ini bukan hanya merugikan konsumen secara kualitas, tapi juga menciptakan distorsi besar dalam ekosistem ekonomi pangan.

BACAJUGA

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB
Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

Lebih lanjut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahkan menyebut beberapa merek besar yang diduga kuat melakukan pengoplosan, antara lain:

  • Wilmar Group: Sania, Sovia, Fortune, Siip
  • Food Station Tjipinang Jaya: Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Setra Pulen
  • PT Belitang Panen Raya: Raja Platinum, Raja Ultima
  • PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group): Ayana

Alex menegaskan, penegakan hukum atas kasus ini harus menyeluruh dan tak hanya menyasar pedagang di tingkat bawah, tapi juga menjerat pelaku utama di balik layar.

“Penegakan hukum jangan hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Rasa keadilan masyarakat tak boleh dikorbankan,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

Ia juga meminta seluruh instansi terkait segera mengklasifikasi tingkat kesalahan masing-masing pelaku secara transparan dan terbuka terhadap partisipasi publik. Hal ini penting untuk memastikan keadilan ditegakkan secara utuh, bukan tebang pilih.

Di sisi lain, Alex mendesak Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar segera menelusuri akar masalah dari praktik pengoplosan ini. Menurutnya, selama peta persoalan tak digali, kasus serupa akan terus berulang.

“Dengan pemetaan yang tepat, langkah antisipatif bisa dirumuskan secara konkret. Komisi IV DPR RI sangat siap mendukung upaya ini,” jelas Anggota DPR RI dari Dapil Sumbar I tersebut.

Alex menutup pernyataannya dengan pesan tegas: “Kita harus memastikan konsumen tidak lagi jadi korban, dan pengusaha bisa menjalankan bisnis secara sehat tanpa bayang-bayang kecurangan.”

Skandal beras oplosan ini bukan hanya soal mutu beras, tapi juga menyangkut keberpihakan negara pada kepentingan rakyat. Sudah saatnya hukum berdiri tegak, tanpa pandang bulu.

Tags: Alex Indra LukmanBeras OplosanDPR RI
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali Kota Padang Resmikan Jembatan di Pasa Lalang

Berita Sesudah

Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

Berita Terkait

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB

Padang, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mendesak Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB kabupaten dan...

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

PASAMAN,— Anggota DPRD Sumatera Barat, Muzli M. Nur, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di...

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Senin, 12/10/26 | 10:16 WIB

Arosuka, Scientia.id — Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok pada 21 September 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi...

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Minggu, 11/10/26 | 18:11 WIB

PADANG, - Di balik semangat anak-anak berkebutuhan khusus menuntut ilmu, terdapat kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman....

Oknum RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Cabuli Pasien

Oknum RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Cabuli Pasien

Minggu, 11/10/26 | 16:42 WIB

Dharmasraya Scientia.id — Seorang oknum pegawai RSUD Sungai Dareh berinisial RIP (33) diamankan polisi setelah diduga melakukan pelecehan terhadap pasien...

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 10/10/26 | 18:06 WIB

PADANG, – Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari komitmen suami dan istri, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan, nilai-nilai adat, serta...

Berita Sesudah
Ketua DPR RI, Puan Maharani.[foto : ist]

Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026