Senin, 31/8/26 | 06:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Meningkatnya Kasus Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan di Pariaman dan Padang Pariaman, Firdaus: Krisis Nilai dalam Masyarakat

Senin, 28/4/25 | 20:31 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak dan perempuan (Foto: ist)
Ilustrasi kekerasan terhadap anak dan perempuan (Foto: ist)

Pariaman, Scientia.id – Meningkatnya kasus kekerasan seksual di wilayah kota Pariaman dan kabupaten Padang Pariaman mengundang keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Firdaus menilai maraknya kasus tersebut bukan hanya soal kriminalitas tetapi mencerminkan krisis nilai yang lebih dalam di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekedar masalah hukum. Ini darurat moral. Kita sedang menghadapi kegagalan dalam mendidik generasi muda tentang nilai, ketika dan empati,” ujar Firdaus pada Scientia.id, Senin (28/4).

Menurut Firdaus, kondisi tersebut perlu dijawab dengan langkah serius dan sistematis. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini, baik di lingkungan keluargaku, sekolah maupun masyarakat.

“Keluarga adalah benteng utama. Tapi ketika keluarga gagal, sekolah dan lingkungan seharusnya bisa menjadi pelindung. Sayangnya, kita justru melihat pembiaran, bahkan kadang penyangkalan terhadap realita kekerasan yang terjadi,” tegas Firdaus.

BACAJUGA

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB
Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Firdaus juga mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya mengandalkan pendekatan hukum semata. Ia mengajak agar program edukasi publik, kampanye kesadaran dan pendampingan psikologis diperkuat sebagai bagian dari strategi pencegahan jangka panjang.

“Kita perlu membangun budaya baru yang lebih peduli, lebih berani bersuara, dan tidak menormalisasi kekerasan. Kalau tidak, generasi berikutnya akan tumbuh dalam trauma dan ketakutan,” tutup Firdaus.
[02.26, 13/5/2025] Tami Scientia: Padang, Scientia.id – Menanggapi meningkatnya kasus narkoba di Sumatera Barat, anggota DPRD Sumbar, Firdaus menilai persoalan ini bukan semata-mata soal pelanggaran hukum melainkan gejala dari krisis sosial dan ekonomi yang kian dalam.

“Ketika angka penyalahgunaan narkoba melonjak, ini bukan hanya masalah kriminalitas, tetapi cerminan dari rusaknya tatanan sosial. Anak-anak muda kita kehilangan arah karena tekanan ekonomi, kemiskinan, minimnya pendidikan, dan kurangnya ruang berekspresi,” ujar Firdaus pada Scientia.id, Senin (28/4).

Menurut Firdaus, maraknya peredaran narkoba tidak bisa dilepaskan dari kesenjangan sosial yang terus melebar. Ia mencontohkan Bagaimana banyak pelaku berasal dari kalangan pengangguran atau pekerja informal yang tidak memiliki jaminan masa depan.

“Mereka yang tidak punya harapan lebih mudah dijerat oleh jaringan narkoba,” tegas Firdaus.

Firdaus mendorong Pemerintah Daerah dan lembaga Sosial untuk memperkuat program pemberdayaan Pemuda dan membuka akses kependidikan alternatif serta pelatihan kerja. Ia juga menyerukan pendekatan preventif berbasis komunitas, agar solusi yang diberikan tidak hanya bersifat reaktif.

Baca Juga: Pengurus DPW PKDP Sumbar Dilantik, Firdaus : Siap Berbuat untuk Kampung Halaman

“Kita tidak bisa berharap polisi bekerja sendiri. Kalau akar masalahnya adalah kemiskinan dan putus asa, maka kita harus membereskan itu lebih dahulu. Tanpa keadilan sosial, kita akan terus kehilangan generasi demi generasi,” tutup Firdaus. (Tmi)

Tags: KriminalitasPKB SumbarSumatera BaratSumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wagub Vasko Ruseimy Dampingi Empat Pejabat Nasional di Sumbar dalam Sehari: Bukti Nyata Perceparan Pembangunan

Berita Sesudah

Konsultasi LKPJ, Pimpinan dan Anggota DPRD Agam Berkunjung ke DPRD Sumbar

Berita Terkait

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten...

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok pada 2025 sempat menghantam sektor pertanian. Sawah terdampak, lahan membutuhkan...

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Jumat, 28/8/26 | 01:46 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan Fokus Group Discusion (FGD) bersama pemerintah daerah. Pertemuan ini...

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Rabu, 26/8/26 | 15:34 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung, Rabu (26/8/2026), menyusul kondisi...

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Selasa, 25/8/26 | 21:26 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Kabupaten Solok menyiapkan 2.000 hektare kawasan kopi arabika untuk dikembangkan menjadi sentra produksi sekaligus penggerak ekonomi...

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Senin, 24/8/26 | 22:46 WIB

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menyikapi beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan...

Berita Sesudah
Konsultasi LKPJ, Pimpinan dan Anggota DPRD Agam Berkunjung ke DPRD Sumbar

Konsultasi LKPJ, Pimpinan dan Anggota DPRD Agam Berkunjung ke DPRD Sumbar

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu Kota Nusantara (IKN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026