Kamis, 15/10/26 | 02:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Jumat, 28/8/26 | 01:46 WIB

Padang Pariaman, Scientia – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan Fokus Group Discusion (FGD) bersama pemerintah daerah. Pertemuan ini guna mengoordinasikan upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Riyana Purwasari mengatakan, perempuan dan anak merupakan kelompok yang membutuhkan perlindungan khusus. Sebab, kelompok ini dinilai sangat rentan mengalami kekerasan, baik itu kekerasan seksual, fisik, penelantaran, eksploitasi, hingga KDRT.

“Oleh karena itu, upaya pencegahan, penanganan dan penegakan hukum, hingga pendampingan serta pemulihan pascapenanganan perlu dilakukan bersama agar kejadian tersebut tidak terulang kepada korban,” ujar Riyana.

Selain itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim), AKP Nedra Wati mengatakan, penanganan perkara perlindungan perempuan dan anak (PPA) masih menghadapi persoalan serius. Berdasarkan data yang dipaparkannya dalam FGD menunjukkan jumlah perkara pada 2026 memang lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya. Namun, di tengah penurunan itu, kasus pencabulan terhadap anak justru menjadi perkara yang paling banyak tercatat.

BACAJUGA

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Rabu, 14/10/26 | 19:41 WIB
Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]

Pengurus DPC PKB Padang Dikukuhkan, Yusri Latif: Siap Serap Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 14/10/26 | 15:14 WIB

Berdasarkan data perkara PPA 2024-2026, (hingga Juli) terdapat 16 kasus yang ditangani. Angka itu turun dibanding 23 kasus pada 2025 dan 32 kasus pada 2024.

Dari 16 perkara tersebut, kasus pencabulan menjadi jenis perkara terbanyak dengan delapan kasus. Selanjutnya persetubuhan terhadap anak sebanyak empat kasus dan kekerasan terhadap anak satu kasus. Tidak terdapat perkara penelantaran anak yang tercatat hingga Juli 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa turunnya jumlah perkara secara keseluruhan tidak serta-merta berarti ancaman terhadap perempuan dan anak ikut berkurang. Komposisi perkara justru memperlihatkan kekerasan seksual masih menjadi persoalan dominan.

Data penyelesaian perkara juga menunjukkan enam perkara telah diselesaikan hingga Juli 2026. Sementara pada 2025 terdapat 19 perkara yang diselesaikan dari 23 kasus, sedangkan pada 2024 sebanyak 30 perkara diselesaikan dari 32 kasus.

Angka penyelesaian 2026 belum dapat dibandingkan secara langsung dengan capaian dua tahun sebelumnya karena data tahun berjalan baru sampai Juli. Namun, rendahnya angka penyelesaian sementara tetap menjadi persoalan yang perlu dipantau, terutama untuk memastikan korban memperoleh kepastian hukum dan perlindungan selama proses perkara berlangsung.

Nedra menyebut, penanganan perkara PPA tidak hanya berhenti pada proses hukum. Penyidik dituntut menerima dan menindaklanjuti setiap laporan, melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan perspektif korban, mengamankan alat bukti, memeriksa saksi, korban dan tersangka, serta berkoordinasi dengan layanan kesehatan dan lembaga pendamping.

Asesmen kebutuhan perlindungan korban juga menjadi bagian dari penanganan. Termasuk memastikan korban memperoleh pemeriksaan medis, visum, pendampingan dan langkah mitigasi agar tidak kembali berada dalam situasi yang membahayakan.

Persoalan terbesar justru muncul sebelum perkara masuk ke proses hukum. Kata Nedra, korban atau keluarga kerap takut melapor. Sebagian korban juga masih bergantung kepada pelaku. Dalam kondisi lain, korban mengalami trauma dan tekanan psikologis sehingga proses pelaporan maupun pemeriksaan tidak mudah dilakukan.

Tekanan dari pihak pelaku juga dapat membuat korban atau keluarganya mengubah keterangan bahkan mencabut laporan. Situasi ini semakin rumit karena banyak kasus terjadi di lingkungan keluarga atau dilakukan orang yang dikenal korban.

Keterbatasan saksi dan alat bukti menjadi kendala lain. Polisi juga mengakui kebutuhan pemeriksaan medis dan psikologis korban cukup besar, sementara pertukaran informasi dan koordinasi antarinstansi belum selalu berjalan optimal.

Risiko korban kembali berada dalam lingkungan yang sama dengan pelaku juga menjadi perhatian. Tanpa perlindungan yang memadai, proses hukum tidak otomatis membuat korban aman.

Karena itu, pendekatan terhadap kasus PPA tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah kejahatan terjadi. Pencegahan harus diperkuat sejak tingkat keluarga, sekolah dan masyarakat melalui deteksi dini, edukasi, perlindungan serta pendampingan.

Polri sendiri dalam kebijakan penanganan PPA menekankan pentingnya pendekatan yang berperspektif korban dan mendorong masyarakat berani melaporkan kekerasan.

Dengan demikian, tantangan penanganan PPA bukan sekadar mengejar peningkatan jumlah perkara yang diselesaikan. Ukuran keberhasilan juga harus mencakup keberanian korban melapor, kecepatan perlindungan, kualitas pembuktian, pendampingan psikologis dan hukum, serta memastikan korban tidak kembali menghadapi ancaman dari lingkungan yang sama.(yrp)

Tags: Kapolres Padang PariamanPadang PariamanPencabulanPPA
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Komisi II DPRD Sumbar Matangkan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Berita Sesudah

Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Agung Dharmasraya

Berita Terkait

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Rabu, 14/10/26 | 19:41 WIB

Padang, Scientia - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa (PB), Nur Nadlifah menyoroti pemberdayaan kader perempuan PKB...

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]

Pengurus DPC PKB Padang Dikukuhkan, Yusri Latif: Siap Serap Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 14/10/26 | 15:14 WIB

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. Padang, Scientia — Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota...

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto:ist]

Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

Rabu, 14/10/26 | 13:36 WIB

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.Padang, Scientia — Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga mulai menyelimuti...

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Rabu, 14/10/26 | 05:46 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Tim tinju Kota Bukittinggi menutup perjuangannya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dengan raihan...

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rabu, 14/10/26 | 02:06 WIB

Padang, Scientia — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rico Alviano, meminta pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC)...

Pengurus Perempuan Bangsa Sumbar Dikukuhkan, Jadi Kekuatan Baru Politik

Pengurus Perempuan Bangsa Sumbar Dikukuhkan, Jadi Kekuatan Baru Politik

Rabu, 14/10/26 | 00:41 WIB

Padang, Scientia — Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Sumatera Barat resmi dikukuhkan di ZHM Premiere Hotel, Padang, Selasa...

Berita Sesudah
Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Agung Dharmasraya

Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Agung Dharmasraya

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026