Jumat, 23/1/26 | 16:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Minggu, 27/4/25 | 09:56 WIB
Ilustrasi: Meta AI

Panggilan Demi Hari

Oleh: Maryatul Kuptiah

Per kepala merayap, badan bungkuk
Mencium lantai, puji pada sang-Tuhan.
Tunaikan hajat, bibir ramai-ramai berwirid
Mereka dan aku hanya budak
Tak lepas, luput dan silap
Sukar terlena, sesaat, dan menutup mata
Tidur sejenak, kata hanya
Apa yang dipikirnya?

Buaiannya manjur
Terlelap, jauh jangkau
Pandangan silau, tetapi tidak dengan sanubari
Sinar menembus jiwa

 

BACAJUGA

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Senin, 20/10/25 | 00:12 WIB
Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Minggu, 23/3/25 | 08:40 WIB

Pelepas Dahaga

Oleh: Maryatul Kuptiah

Waktu suci, masih ingat benar
Si kecil merangkak
Ibu menyodorkan sepiring nasi hangat
Segenggam penuh. Isinya sederhana
Katanya, agar aku tidak lapar
Sampai, nasi itu tidak ada lagi
Mendarat di mulut si kecil
Terdengar suara tegukan air
Mengalir di tenggorokan,
Pada lantunan suara pemanggilan Tuhan
Air berhenti mengalir, seolah punya remote control
Ibu dan si kecil aku cukup seteguk air
Setidak-tidaknya, hingga jemputan panggilan kedua
Jemput aku dalam aku

 

Aku dalam Aku

Oleh: Maryatul Kuptiah

Sadar dalam ketidaksadaran
Seumur hidup ringkuh, rendah diri
Peduli rasa dikelabui oleh diri sendiri
Justru itu, aneh didonaturi duniawi
Tak sadar, tapi rasa sadar
Akan ada sesuatu hal
Wakil layaknya pamer penghargaan
Junjung menjunjung ketinggian
Dalam  aku, ditemukan gak cipta kemulian
Dari isi, oleh kerasukan kapas hempusa  debu
Di pinggiran penghujung terakhir hari

 

Penutup Dialog

Oleh: Maryatul Kuptiah

Cakap-cakap meraup di antara untaian, bilur tasbih
Seru! Melangkah demi bujukan Illahi
Biasa, berjalan laju roda berputar
Bertaut dan henti pada seruan
Hanya ada, doa-doa sang pemuja
Penanak warak di pinggiran kota, sebar keharuman dosa.
Lantas, ia bermunajat di persimpangan denting jam
Pinta tengadah makmur dari lumpur cela
Tak lengah,  guyur badan di penghujung percakapan

 

Gelutan Kisah

Oleh: Maryatul Kuptiah

Pusaran cepat merombak diri
Menjadi pribadi kian di uji
Sukar larut dalam tulisan dua pena
Merangkai jalan penunjuk menuju surga-Nya
Cukup. Hati menjadi obat untuk bersentuhan
Mata seolah memberi syarat

 

Biodata Penulis

Maryatul Kuptiah merupakan mahasiswa aktif Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Hobi menulis puisi dan artikel. Saat ini sedang bergiat di Labor Kepenulisan Kreatif FIB Unand.

 

Tags: #Maryatul Kuptiah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mendaki Gunung sebagai Pelarian dalam Film “Sekawan Limo”

Berita Sesudah

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lantik Raju Minropa Sebagai PJ Sekda Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024