Minggu, 01/11/26 | 07:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Bupati Agam Temui Pejabat Kementan, Bahas Soal Pupuk

Kamis, 17/4/25 | 05:39 WIB

Agam, Scientia.id – Bupati Agam Benni Warlis menggelar pertemuan penting bersama Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra serta Kepala Pokja Pupuk Bersubsidi, Sri Pujiastuti di Jakarta, Rabu (16/04).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan khusus sebelumnya di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (14/04), yang melibatkan pihak Pupuk Indonesia, distributor, pengecer, penyuluh pertanian, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Setelah rapat kemarin di Kabupaten Agam, saya belum puas dengan penjelasan mengenai distribusi pupuk. Hari ini saya langsung menemui Bapak Jekvy dan menyampaikan beberapa hal penting,” ujar Bupati Benni.

BACAJUGA

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB
Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Ia menegaskan berdasarkan pertemuan tersebut, Kementerian Pertanian menjamin bahwa pupuk tidak akan langka lagi. Pasalnya, ketersediaan pupuk saat ini cukup besar dan akan terus ditingkatkan.

Bupati Agam menjelaskan bahwa jika alokasi pupuk berdasarkan alokasi tahun sebelumnya, kini sistem tersebut telah berubah. Penentuan jumlah pupuk akan merujuk langsung kepada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Berapa pun RDKK yang dimasukkan akan dapat dipenuhi langsung oleh Kementerian Pertanian melalui Pak Direktur,” jelasnya.

Terkait dengan mahalnya harga pupuk di Kabupaten Agam yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), Bupati Benni menyebutkan hal tersebut memang benar terjadi di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa HET pupuk adalah Rp112 .500 per karung 50 kg.

“Tidak ada alasan menaikkan harga. Jika ada pengecer atau distributor yang menjual di atas harga tersebut, masyarakat dipersilakan melaporkan ke kementerian untuk diberikan sanksi,” tegasnya.

Bupati berharap dengan sistem baru ini, petani di Kabupaten Agam akan mendapatkan pupuk dengan tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat harga.

Sementara itu, Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si, menjelaskan regulasi terbaru mengenai pupuk subsidi yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang akan menjadi dasar regulasi berikutnya.

“InsyaAllah, kami telah mempersiapkan langkah- langkah terkait akumulasi pupuk subsidi secara nasional. Ketersediaan pupuk saat ini bukan lagi 4,7 juta ton, tapi sudah 9,5 juta ton,” jelasnya.

Ia juga menegaskan kebutuhan pupuk petani tidak lagi ditentukan oleh alokasi kabupaten, tetapi berdasarkan RDKK yang disusun sesuai jumlah petani, kebutuhan, dan frekuensi penanaman terhadap 10 komoditas utama.

“Dulu hanya 9 komoditas, sekarang menjadi 10, yaitu: padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, singkong, dan tebu,” tambahnya.

Jekvy Hendra juga menyampaikan bahwa sistem pengajuan pupuk bersubsidi yang sebelumnya hanya dibuka satu kali dalam setahun, kini telah diperbaharui. Pada tahun 2025, pengajuan bisa dilakukan setiap empat bulan, bahkan akan dibuka sepanjang waktu.

“Selama diajukan oleh dinas terkait, kami akan memberikan kesempatan untuk penambahan pupuk subsidi, baik dari sisi jumlah petani, alokasi, maupun ketersediaan untuk 10 komoditas,” ucapnya.

Baca Juga: Reses Anggota DPRD Sumbar Iqra Chissa Putra, Petani Keluhkan Soal Irigasi yang Tidak Memadai

Ia menekankan kembali bahwa tidak ada kenaikan harga pupuk. Harga tetap berada pada kisaran Rp112. 500 sampai Rp115.000 per karung 50 kg. Jika ada yang menjual melebihi harga tersebut, masyarakat diminta segera melapor ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (DJPSP) yang telah membuka layanan pengaduan 24 jam.

“Kami akan segera menurunkan tim untuk mengeksekusi jika ada penyimpangan di lapangan,” tegasnya. (*)

Tags: AgamBupati Agampupuk
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Seorang Ayah di Pariaman Meninggal Usai Ditabrak Anaknya

Berita Sesudah

Musim Hujan Datang, Begini Cara Jaga Anak Tetap Sehat

Berita Terkait

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak...

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Lampu Jalan Padam di Dharmasraya, Reviu BPKP Ada Potensi Ketidakwajaran Proyek

Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab Dharmasraya Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

Jumat, 30/10/26 | 20:09 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperbarui dan memperpanjang kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Dharmasraya, khususnya dalam penanganan dan penyelesaian...

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Jumat, 30/10/26 | 20:04 WIB

Padang, Scientia.id - Kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut wanita kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan...

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Kamis, 29/10/26 | 20:11 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mendorong pembangunan infrastruktur di Kecamatan Asam Jujuhan senilai Rp14 Miliar lebih melalui...

Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

Kamis, 29/10/26 | 20:07 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Menanggapi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Sumatera Barat yang diperkirakan...

Berita Sesudah
Musim Hujan Datang, Begini Cara Jaga Anak Tetap Sehat

Musim Hujan Datang, Begini Cara Jaga Anak Tetap Sehat

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026