Jumat, 06/3/26 | 17:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Di Balik Tertawa yang Renyah

Minggu, 17/11/24 | 18:13 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kenapa kita harus tertawa? Tanya seorang teman. Awalnya, saya mengira dia sedang bercanda atau sekadar melempar gurauan untuk mencairkan suasana. Namun, raut wajahnya yang serius membuat saya sadar ada sesuatu yang berbeda. Ternyata, dia sedang bersedih—hatinya tengah terluka karena patah hati. Dengan nada lirih, dia mengaku bahwa tertawa adalah hal yang sulit dilakukan saat ini, meski ia tahu itu mungkin bisa membantunya merasa lebih baik.

Kami pun menjadi bingung. Teman yang biasanya periang, gemar melontarkan gurauan, dan kerap tertawa cekikikan, tiba-tiba bertanya soal makna tertawa. Pertanyaannya sederhana, tapi ternyata tidak sepele. Di balik kelucuannya, ada nuansa filosofis yang dalam. Setelah tawa kami mereda, pertanyaan itu justru membuat kami terdiam sejenak, merenungkan arti di balik sebuah tawa.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Bagi kami, tertawa selalu menjadi momen yang menyenangkan. Tawa mampu mencairkan suasana, mendekatkan yang jauh, dan menghapus penat di kepala. Namun, tak jarang tawa juga membawa rasa sakit—seperti perut yang terasa nyeri karena terlalu banyak tertawa. Ironis, tetapi begitulah kekuatan tawa: sederhana, namun penuh kejutan.

Tertawa, bagi sebagian orang, adalah obat mujarab untuk melupakan sejenak beban hidup. Sebuah senyum yang berkembang menjadi tawa lepas sering kali lebih ampuh daripada kata-kata penyemangat. Tapi siapa sangka, di balik tawa yang renyah, ada filosofi mendalam yang mengingatkan kita untuk terus menghargai kebahagiaan, sekecil apa pun bentuknya.

Tidak berlebihan jika ada yang berpendapat bahwa tertawa adalah anugerah sederhana yang mudah dimiliki. Tawa bukan hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi tubuh dan pikiran. Dalam setiap tawa terkandung kekuatan luar biasa—mampu menghapus kesedihan, meredakan stres, dan bahkan mempererat hubungan dengan orang di sekitar kita. Tawa, meski tampak sepele, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan emosi dan menciptakan kehangatan dalam interaksi sehari-hari.

Saya kira tidak ada salahnya kita tertawa bukan hanya untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai cara merayakan hidup yang kadang penuh kejutan. Lagipula, siapa tahu, tawa kecil hari ini bisa menjadi alasan bahagia seseorang besok. Ingatlah, meskipun tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan tawa, setidaknya kita bisa menghadapinya dengan senyum yang tulus.

Jadi, mari tertawa bukan hanya karena lelucon, tetapi karena kita berhak menikmati hidup, meski sesekali hidup terasa seperti stand-up comedy yang kurang lucu. Tertawalah, sebab tawa bukan hanya soal kebahagiaan, melainkan juga cara kita berkata kepada dunia, “Aku masih di sini, dan aku masih punya energi untuk tersenyum”.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

KI Sumbar Lakukan Visitasi Keterbukaan Informasi di Padang Panjang

Berita Sesudah

Grib Jaya Kawal Erman Safar-Heldo Aura Saat Debat Pilkada Bukittinggi

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah
Grib Jaya Kawal Erman Safar-Heldo Aura Saat Debat Pilkada Bukittinggi

Grib Jaya Kawal Erman Safar-Heldo Aura Saat Debat Pilkada Bukittinggi

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siswa Musala Al Mustanir Air Pacah Terima Hadiah Progul Smart Surau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Komitmen Memperkuat Pendidikan Karakter Berbasis Agama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024