Jumat, 22/5/26 | 02:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Yang Tertinggal dari THR: Tawa dan Pelajaran Kecil

Minggu, 06/4/25 | 16:59 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Lebaran di masa kecil adalah kenangan yang tak pernah benar-benar pergi. Kenangan itu berdiam di sela-sela ingatan, seperti aroma kue mentega yang selalu ada di setiap lebaran. Saya masih bisa merasakan degup jantung itu, setiap kali tangan-tangan orang dewasa menggenggam tangan kecil ini, lalu menyelipkan harapan dalam bentuk amplop mungil.

Bagi saya saat itu isi amplop bukan hal sepele, justru sangat penting. Di sana letak inti kegembiraan yang saya tunggu-tunggu. Bukan semata soal nilai uangnya, tetapi tentang harapan-harapan kecil yang bisa diwujudkan darinya.

Sebagai anak-anak, momen bagi-bagi THR adalah puncak dari segala yang ditunggu-tunggu selama Ramadan. Bukan untuk ditabung, apalagi disimpan rapi di celengan, tapi untuk ditukar dengan kebahagiaan yang lebih nyata. Uang lebaran adalah jalan menuju dunia impian masa kanak-kanak. Tentu saja akan saya gunakan untuk membeli pistol-pistolan, mobil-mobilan, atau mainan apa pun yang sebelumnya hanya bisa saya lihat dari balik etalase toko. Setiap lembar yang saya terima terasa seperti hadiah besar.

BACAJUGA

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Saya masih ingat betul saat selesai salat Id dan bersalaman, langsung menghitung “hasil panen” pagi itu. Setelah itu, tanpa banyak basa-basi bergegas menuju tempat favorit saya dan teman-teman, lapak mainan. Menariknya, lapak mainan itu hanya ramai setahun sekali, saat dompet kami mendadak “gemuk” oleh THR. Entah itu toko kecil di pinggir jalan atau gerobak kaki lima di sudut pasar, semuanya terasa seperti pasar rahasia yang hanya dibuka untuk kami, anak-anak kampung yang sedang mabuk kebahagiaan.

Terkadang saya kerap berpacu dengan waktu. Jika terlalu lama menunda ke lapak mainan, nanti takut ditanya orang tua. Sepulang dari membeli mainan, tak jarang saya disambut pertanyaan yang cukup membuat gelisah, “Masih ada sisa uangnya?” atau “Dibelikan apa saja tadi?”. Ketika saya menjawab bahwa uang telah habis untuk membeli mainan, maka akan muncul ekspresi datar dan helaan napas tipis dari orang tua.

Bukan amarah yang saya tangkap, melainkan kekecewaan yang tertahan. Sebuah isyarat agar saya belajar lebih bijak mengelola uang sejak dini. Namun bagi saya waktu itu, anak-anak yang masih memaknai kebahagiaan secara sederhana, selama mainan itu bisa dibawa, dimainkan, dan dipamerkan kepada teman-teman, semua sah-sah saja.

Kini, masa kecil itu telah menjelma jadi cerita. Akhirnya, saya paham bahwa bukan hanya anak-anak yang harus belajar bijak mengelola uang, tapi juga orang dewasa yang harus belajar bijak memahami dunia anak-anak. Tidak semua lembar rupiah perlu dicatat dalam neraca keuangan keluarga, beberapa di antaranya memang seharusnya berubah menjadi mainan. Sebab di sanalah investasi emosi ditanam, tawa lepas, pertemanan yang tulus, dan kebahagiaan yang tak bisa dinilai kurs mana pun.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bahasa Indah Majas-majas dalam Buku “Tafakur 3 Munajat Cinta Seorang Hamba” karya Hardi Abu Rafa

Berita Sesudah

Waspada Kolesterol Naik Usai Libur Lebaran

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Berita Sesudah
Waspada Kolesterol Naik Usai Libur Lebaran

Waspada Kolesterol Naik Usai Libur Lebaran

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warna-Warna dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemendekan Kata dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026