Sabtu, 31/10/26 | 06:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Jas Hujan di Jemuran, Aku di Persimpangan

Minggu, 23/3/25 | 16:30 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Hujan sering mengingatkan kita bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan. Siang itu, saya yakin perjalanan akan lancar. Mendung tipis tak membuat khawatir, dan dengan sedikit perhitungan, saya merasa bisa tiba sebelum hujan turun. Namun, alam punya kehendak sendiri. Beberapa kilometer menjelang tujuan, hujan deras mengguyur tanpa peringatan, memaksa saya menepi di kedai kosong, persinggahan tak terduga yang akan menjadi ruang refleksi.

Sering kali saya terburu-buru, yakin segalanya berjalan sesuai rencana tanpa menyiapkan kemungkinan sebaliknya. Terlalu percaya diri membaca tanda, mengandalkan intuisi, dan lupa bahwa alam semesta tak selalu mengikuti logika saya. Saat hujan turun dan langkah terhenti, itu bukan sekadar hambatan, melainkan jeda yang mengajarkan bahwa persiapan adalah kunci, dan ketergesaan jarang berakhir baik.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Di bawah atap kedai yang sepi, dengan pakaian yang mulai basah, saya merenung bahwa hujan mengajarkan bukan hanya kesabaran, tetapi juga kepasrahan. Tidak semua rencana berjalan mulus, dan sering kali, perhentian tak terduga justru memberi perspektif baru. Bukankah hidup juga begitu? Kita terus melaju, yakin memahami segalanya, hingga satu kejadian kecil menyadarkan bahwa berhenti sejenak bukanlah kemunduran, melainkan kesempatan untuk berpikir lebih jernih sebelum melanjutkan perjalanan.

Saat duduk di kedai itu, saya tersenyum getir mengingat satu hal sederhana, jas hujan. Biasanya, benda itu selalu tersimpan rapi di bagasi motor, siap sedia menghadapi cuaca tak menentu. Namun kali ini, justru saya yang lengah. Sore kemarin, saya pulang dalam kondisi hujan, dan setibanya di rumah, jas hujan itu saya gantungkan di jemuran agar kering. Esoknya, karena terburu-buru takut terlambat, saya melesat begitu saja, tanpa ingat bahwa jas hujan masih tergantung, menunggu dijemput bukan ditinggalkan.

Ironis, bukan? Saya lupa membawa hal yang selalu diandalkan, hanya karena terburu-buru mengejar waktu. Seperti dalam hidup, bekal penting kesabaran, perhitungan, atau sekadar jeda untuk berpikir kerap terabaikan demi ambisi yang tergesa. Lalu, saat kenyataan menghadang, kita hanya bisa menepi, merenung, dan menertawakan kebodohan sendiri. Mungkin ini bukan sekadar jas hujan yang tertinggal, melainkan pengingat bahwa kesiapan bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga kesadaran.

Maka, di sinilah saya, terjebak di kedai sepi, menggigil sambil menatap hujan yang tak kunjung reda. Waktu terus berjalan, dan perlahan, saya mulai menerima kenyataan, perjalanan ini tak akan sampai tujuan. Hujan terlalu deras, terlalu lama, dan entah bagaimana, semesta seolah berbisik, “Pulang saja”.

Setelah sekian lama menunggu dengan harapan yang menipis, saya menyerah. Dengan tubuh setengah basah dan hati yang sedikit nelangsa, saya memutar balik motor, menembus angin dingin yang menyelinap di sela pakaian. Di jalan, terbayang jas hujan yang masih tergantung di jemuran, mungkin tengah menikmati kebebasan sejenak dari tugasnya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jiwa Merah Putih, Iman di Jiwa: PPI Dharmasraya Pererat Silaturrahmi di Bulan Ramadan

Berita Sesudah

Puisi-puisi Muhammad Yusuf Husein dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Muhammad Yusuf Husein dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Muhammad Yusuf Husein dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi I DPRD Sumbar Dorong Pengembangan Potensi Nagari Pandam Gadang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Kedua OPS, Polisi Pariaman Prioritaskan Edukasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Padang Kawal Hak Pasien dan Nasib Driver Maxim, 10 Tuntutan Jadi Agenda Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbar Bentuk Forum Asisten Perekonomian dan Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026