Senin, 21/9/26 | 06:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Di Balik Tertawa yang Renyah

Minggu, 17/11/24 | 18:13 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kenapa kita harus tertawa? Tanya seorang teman. Awalnya, saya mengira dia sedang bercanda atau sekadar melempar gurauan untuk mencairkan suasana. Namun, raut wajahnya yang serius membuat saya sadar ada sesuatu yang berbeda. Ternyata, dia sedang bersedih—hatinya tengah terluka karena patah hati. Dengan nada lirih, dia mengaku bahwa tertawa adalah hal yang sulit dilakukan saat ini, meski ia tahu itu mungkin bisa membantunya merasa lebih baik.

Kami pun menjadi bingung. Teman yang biasanya periang, gemar melontarkan gurauan, dan kerap tertawa cekikikan, tiba-tiba bertanya soal makna tertawa. Pertanyaannya sederhana, tapi ternyata tidak sepele. Di balik kelucuannya, ada nuansa filosofis yang dalam. Setelah tawa kami mereda, pertanyaan itu justru membuat kami terdiam sejenak, merenungkan arti di balik sebuah tawa.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Bagi kami, tertawa selalu menjadi momen yang menyenangkan. Tawa mampu mencairkan suasana, mendekatkan yang jauh, dan menghapus penat di kepala. Namun, tak jarang tawa juga membawa rasa sakit—seperti perut yang terasa nyeri karena terlalu banyak tertawa. Ironis, tetapi begitulah kekuatan tawa: sederhana, namun penuh kejutan.

Tertawa, bagi sebagian orang, adalah obat mujarab untuk melupakan sejenak beban hidup. Sebuah senyum yang berkembang menjadi tawa lepas sering kali lebih ampuh daripada kata-kata penyemangat. Tapi siapa sangka, di balik tawa yang renyah, ada filosofi mendalam yang mengingatkan kita untuk terus menghargai kebahagiaan, sekecil apa pun bentuknya.

Tidak berlebihan jika ada yang berpendapat bahwa tertawa adalah anugerah sederhana yang mudah dimiliki. Tawa bukan hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi tubuh dan pikiran. Dalam setiap tawa terkandung kekuatan luar biasa—mampu menghapus kesedihan, meredakan stres, dan bahkan mempererat hubungan dengan orang di sekitar kita. Tawa, meski tampak sepele, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan emosi dan menciptakan kehangatan dalam interaksi sehari-hari.

Saya kira tidak ada salahnya kita tertawa bukan hanya untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai cara merayakan hidup yang kadang penuh kejutan. Lagipula, siapa tahu, tawa kecil hari ini bisa menjadi alasan bahagia seseorang besok. Ingatlah, meskipun tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan tawa, setidaknya kita bisa menghadapinya dengan senyum yang tulus.

Jadi, mari tertawa bukan hanya karena lelucon, tetapi karena kita berhak menikmati hidup, meski sesekali hidup terasa seperti stand-up comedy yang kurang lucu. Tertawalah, sebab tawa bukan hanya soal kebahagiaan, melainkan juga cara kita berkata kepada dunia, “Aku masih di sini, dan aku masih punya energi untuk tersenyum”.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

KI Sumbar Lakukan Visitasi Keterbukaan Informasi di Padang Panjang

Berita Sesudah

Grib Jaya Kawal Erman Safar-Heldo Aura Saat Debat Pilkada Bukittinggi

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Berita Sesudah
Grib Jaya Kawal Erman Safar-Heldo Aura Saat Debat Pilkada Bukittinggi

Grib Jaya Kawal Erman Safar-Heldo Aura Saat Debat Pilkada Bukittinggi

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026