Jumat, 18/9/26 | 04:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memimpin di Era Disrupsi

Minggu, 14/7/24 | 10:40 WIB

Di tengah disrupsi ini, peran pemimpin menjadi semakin penting untuk mengarahkan tim dan organisasi menuju kesuksesan. Pertanyaannya, pemimpin seperti apa yang bisa sukses menghadapi era disrupsi? Apakah pemimpin karismatik yang sudah nyaman dengan cara-cara lama bisa melakukannya? Rasanya tidak. Lantas, pemimpin seperti apa? Berikut ulasannya:

Pertama, pemimpin yang adaptif dan fleksibel. Pemimpin adaptif bukanlah kapten yang kaku dan berpegang teguh pada tradisi. Mereka adalah penggerak perubahan, mampu berpikir kreatif dan mengambil keputusan cepat di tengah situasi yang tak terduga. Mereka terbuka terhadap ide baru, dan tidak takut untuk mencoba hal yang berbeda. Fleksibel bukannya tanpa prinsip. Mereka tetap memiliki tujuan dan arah, namun mampu menyesuaikan strategi dan metode dengan situasi yang berubah.

Kedua, pemimpin yang visioner. Adaptif dan fleksibel saja tidak cukup untuk mengarungi era disrupsi. Seorang pemimpin tetap mesti memiliki visi yang jernih dan tujuan yang ambisius. Mereka mampu melihat peluang di balik kekacauan, dan membayangkan masa depan yang lebih baik bagi organisasi dan individu yang mereka pimpin. Visi ini tidak sekadar mimpi, tetapi rencana yang terarah dengan strategi dan langkah-langkah yang jelas.

Ketiga, pemimpin pembelajar. Pemimpin pembelajar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan haus akan informasi baru. Mereka membaca buku, mengikuti seminar, dan bertukar pikiran dengan para ahli di berbagai bidang. Mereka tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru. Mereka memahami bahwa dunia terus berubah, dan keterampilan yang mereka miliki saat ini mungkin tidak cukup untuk masa depan. Pemimpin pembelajar tidak hanya belajar untuk diri mereka sendiri, tetapi mereka juga menciptakan budaya belajar di dalam organisasi. Mereka mendorong dan mendukung para anggotanya untuk belajar dan mengembangkan diri. Pemimpin pembelajar selalu belajar dari pengalaman.

BACAJUGA

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB
Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Modernisme dan Dunia yang Dinamis dalam Karya Sastra

Minggu, 13/9/26 | 09:35 WIB

Keempat, pemimpin kolaboratif. Pemimpin di era disrupsi mesti memahami bahwa mereka tidak dapat mencapai kesuksesan sendirian. Mereka mesti membangun tim yang kuat dan beragam, dan memberdayakan anggotanya untuk berkontribusi dan berinovasi. Mereka mendengarkan dengan saksama, belajar dari orang lain, dan menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan saling mendukung.

Halaman 2 dari 3
Prev123Next
Tags: #disrupsi#kepemimpinan#Riza Andesca Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Taman Nasional sebagai “Rumah” dalam Wacana Pariwisata

Berita Sesudah

Cerpen “Antaro Amak jo Pitih” Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Berita Terkait

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Oleh: Rosidatul Arifah (Alumni S1 Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Awal September 2026 ini memberikan angin ceria pada...

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Modernisme dan Dunia yang Dinamis dalam Karya Sastra

Minggu, 13/9/26 | 09:35 WIB

Oleh: Maharani Syifa Ramadhan (Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Magister Sastra Kontemporer, Universitas Padjajaran)   Modernisme...

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Minggu, 13/9/26 | 08:48 WIB

Oleh: Ahmad Hamidi dan Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)    Seekor anjing sedang menggonggong di...

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Minggu, 06/9/26 | 11:00 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kata pulang merupakan kata yang sangat dekat dengan kehidupan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Jangan Tunggu Hutan Habis untuk Sadar

Minggu, 06/9/26 | 10:37 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik FIB Universitas Andalas) Kita sering baru mengingat hutan ketika bencana datang. Ketika hujan turun...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Berita Sesudah
Cerpen “Antaro Amak jo Pitih” Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Cerpen "Antaro Amak jo Pitih" Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anugerah Layanan Investasi 2026, Dharmasraya Raih Terbaik Satu Kategori Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026