Selasa, 03/11/26 | 01:22 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memimpin di Era Disrupsi

Minggu, 14/7/24 | 10:40 WIB

Di tengah disrupsi ini, peran pemimpin menjadi semakin penting untuk mengarahkan tim dan organisasi menuju kesuksesan. Pertanyaannya, pemimpin seperti apa yang bisa sukses menghadapi era disrupsi? Apakah pemimpin karismatik yang sudah nyaman dengan cara-cara lama bisa melakukannya? Rasanya tidak. Lantas, pemimpin seperti apa? Berikut ulasannya:

Pertama, pemimpin yang adaptif dan fleksibel. Pemimpin adaptif bukanlah kapten yang kaku dan berpegang teguh pada tradisi. Mereka adalah penggerak perubahan, mampu berpikir kreatif dan mengambil keputusan cepat di tengah situasi yang tak terduga. Mereka terbuka terhadap ide baru, dan tidak takut untuk mencoba hal yang berbeda. Fleksibel bukannya tanpa prinsip. Mereka tetap memiliki tujuan dan arah, namun mampu menyesuaikan strategi dan metode dengan situasi yang berubah.

Kedua, pemimpin yang visioner. Adaptif dan fleksibel saja tidak cukup untuk mengarungi era disrupsi. Seorang pemimpin tetap mesti memiliki visi yang jernih dan tujuan yang ambisius. Mereka mampu melihat peluang di balik kekacauan, dan membayangkan masa depan yang lebih baik bagi organisasi dan individu yang mereka pimpin. Visi ini tidak sekadar mimpi, tetapi rencana yang terarah dengan strategi dan langkah-langkah yang jelas.

Ketiga, pemimpin pembelajar. Pemimpin pembelajar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan haus akan informasi baru. Mereka membaca buku, mengikuti seminar, dan bertukar pikiran dengan para ahli di berbagai bidang. Mereka tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru. Mereka memahami bahwa dunia terus berubah, dan keterampilan yang mereka miliki saat ini mungkin tidak cukup untuk masa depan. Pemimpin pembelajar tidak hanya belajar untuk diri mereka sendiri, tetapi mereka juga menciptakan budaya belajar di dalam organisasi. Mereka mendorong dan mendukung para anggotanya untuk belajar dan mengembangkan diri. Pemimpin pembelajar selalu belajar dari pengalaman.

Keempat, pemimpin kolaboratif. Pemimpin di era disrupsi mesti memahami bahwa mereka tidak dapat mencapai kesuksesan sendirian. Mereka mesti membangun tim yang kuat dan beragam, dan memberdayakan anggotanya untuk berkontribusi dan berinovasi. Mereka mendengarkan dengan saksama, belajar dari orang lain, dan menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan saling mendukung.

BACAJUGA

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB
Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB
Halaman 2 dari 3
Prev123Next
Tags: #disrupsi#kepemimpinan#Riza Andesca Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Taman Nasional sebagai “Rumah” dalam Wacana Pariwisata

Berita Sesudah

Cerpen “Antaro Amak jo Pitih” Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Berita Terkait

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Berita Sesudah
Cerpen “Antaro Amak jo Pitih” Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Cerpen "Antaro Amak jo Pitih" Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Discussion about this post

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi V DPRD Sumbar Matangkan Pembahasan Ranperda Keolahragaan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan dan Kisah Tak Sampai pada “Gadis Kretek”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026