Senin, 01/6/26 | 16:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Usaha dan Keberhasilan: Pelajaran dari Pelajar hingga Penulis

Minggu, 16/6/24 | 14:59 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Dalam keseharian, mungkin kita sering diingatkan bahwa segala sesuatu jarang datang dengan percuma. Boleh jadi yang datang percuma itu juga hal yang cuma-cuma saja, nirfaedah begitu kata teman menjelaskannya. Mengharapkan sesuatu tanpa usaha akan membuat kita malas dan tidak berkembang. Saya teringat istilah “setiap usaha akan ada hasilnya”, karena semua harus ada usahanya.

Dalam dunia pelajar misalnya, entah itu siswa atau mahasiswa semuanya harus ada usaha. Tidak ada pelajar yang mendapat hasil terbaik jika tidak didorongi usaha gigih dalam belajar. “Setiap usaha selalu ada hasil, termasuk usaha gigih belajar” begitu kata kepala sekolah saya saat di SMK. Pernyataan itu beliau sampai saat upacara bendera di Senin pagi.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Pernyataan kepala sekolah tersebut beliau sampai bertepatan dengan hari pertama diselenggarakannya class meeting. Maksud beliau menyampaikan amanat itu tidak hanya untuk hal akademik saja, melainkan juga kegiatan perlombaan yang akan dimulai. Pelaksaan class meeting di sekolah saya kebanyakan pertandingan olah raga.

Kenangan itu teringat kembali karena istilah yang disebutkan di awal paragraf tadi. Dalam dunia olahraga, prinsip “setiap usaha akan ada hasilnya” begitu terlihat jelas. Kawan-kawan yang memenangi setiap cabang pertandingan adalah mereka yang memang melakukan latihan sebelumnya. Mungkin saja mereka menghabiskan berjam-jam saban hari untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan.

Mereka yang menang lomba futsal, bulutangkis, dan sepak takraw adalah kawan-kawan yang waktu senggang atau liburnya diisi dengan latihan. Terlepas mereka bermain untuk hiburan mengisi waktu luang atau memang latihan untuk persiapan lomba, paling tidak mereka sudah punya persiapan. Berbeda dengan grup saya yang diisi dengan kawan-kawan yang memiliki minat bermain futsal yang tinggi tapi tidak dengan latihannya. Setiap agenda latihan hanya sebatas wacana saja, dan selalu berakhir batal tiga jam sebelumnya.

Dalam dunia kepenulisan, seorang penulis tidak dapat mencapai tingkat kecakapan tanpa latihan yang konsisten. Penulis harus mengabdikan waktu untuk terus menulis, menyempurnakan teknik penulisan, dan menguasai setiap genre dengan sepenuh hati. Proses ini mungkin saja memakan waktu bertahun-tahun, dan setiap karya yang luar biasa merupakan hasil dari upaya tak kenal lelah dalam menulis.

Dalam dunia kepenulisan misalnya, tidak ada yang namanya “tulisan ajaib” yang muncul begitu saja seperti kelinci dari topi sihir. Meskipun terkadang saya berharap bisa menulis seperti mengeluarkan kue dari oven tanpa upaya, tapi kenyataannya, setiap kata yang saya pilih harus melalui proses latihan dan revisi yang teliti. Seperti atlet yang menjalani latihan berat atau siswa yang bergelut dengan buku pelajaran, menulis juga membutuhkan kesabaran dan kerja keras.

Saya percaya bahwa setiap usaha tentu mempunyai hasil, entah hasil itu nantinya sesuai ekspektasi atau tidak. Baik dalam dunia pendidikan, olah raga, maupun kepenulisan menekankan pentingnya usaha gigih dalam belajar dan menuntut latihan, serta dedikasi untuk mencapai kecakapan yang memuaskan

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Debay, Sufor, dan Bapil sebagai Singkatan Baru

Berita Sesudah

Budaya Makan Bersama yang Hangat di Korea Selatan

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
Peran Diksi dalam Kegiatan Tulis-Menulis

Budaya Makan Bersama yang Hangat di Korea Selatan

Discussion about this post

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026