Selasa, 22/9/26 | 18:27 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Perbedaan Awalan ber- dan me-

Minggu, 28/4/24 | 10:20 WIB

Secara tata bahasa, kalimat (a) dan (c) memenuhi syarat sebagai sebuah kalimat karena ada subjek dan predikat. Akan tetapi, secara makna dan konteks, kalimat ini terasa sedikit aneh. Mengapa hal ini terjadi? Karena kalimat-kalimat tersebut berkonteks deskripsi. Artinya, kalimat ‘Dia berbaju’ atau ‘Dia tidak bercelana’ memasuki ranah norma atau kesopanan. Dalam pemahaman kita, setiap orang (yang dalam aktivitas sehari-hari, bukan aktivitas tertentu seperti berenang), sudah pasti akan berbaju dan bercelana. Dengan demikian, untuk membuatnya menjadi sebuah deskripsi, kita memerlukan keterangan lainnya seperti dalam kalimat (b) dan (d). Hal ini berlaku pada pakaian atau benda-benda yang dalam keseharian selalu digunakan. Dengan kata lain, untuk benda atau pakaian yang tidak selalu digunakan, kita tidak perlu menambah keterangan lain, seperti:

  1. Dia bertopi / Dia tidak bertopi.
  2. Dia bermasker / Dia tidak bermasker.
  3. Dia berpayung / Dia tidak berpayung.
  4. Dia berkacamata / Dia tidak berkacamata.

Kalimat (a), (b), (c), dan (d) bisa berterima, walaupun sangat sederhana dan tidak perlu ditambah keterangan lain seperti bertopi hitam. Mengapa hal ini terjadi? Karena topi, masker, payung, dan kacamata bukanlah benda yang selalu ada atau selalu melekat di tubuh manusia.  Hal ini sama dengan makna ber- ‘memliki’, yaitu:

  1. Dia berhidung.
  2. Dia berhidung mancung.

Kalimat (a) terasa aneh, karena lazimnya setiap manusia memiliki hidung. Oleh sebab itu, ketika mendeskripsikannya, kita membutuhkan keterangan lain seperti kalimat (b). Hal ini berbeda dengan bagian tubuh yang bersifat opsional (bisa jadi dimiliki dan bisa jadi juga tidak dimiliki), seperti bulu, biji, kumis, dan janggut. Berikut ini adalah contoh kalimatnya:

  1. Kucing saya berbulu, sedangkan anjing saya tidak berbulu.
  2. Semangka yang berwarna merah berbiji, sedangkan semangka yang berwarna kuning tidak berbiji.
  3. Ayah saya berkumis, sedangkan kakak saya berjanggut.

Demikianlah penjelasan tentang perbedaan awalan ber- dan awalan me-. Semoga bermanfaat.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB
Halaman 5 dari 5
Prev1...45
Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Meningkat, Program Pariwisata Berbasis Masyarakat Dinilai Layak Dipertahankan

Berita Sesudah

Memaknai Ulang Istilah ‘Kampung Halaman’ dalam Novel Apfelkuchen und Baklava

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata Pas, Cocok, Sesuai, dan Relevan

Minggu, 30/8/26 | 16:13 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies) Kata pas, cocok, sesuai, dan...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Psikologi Bahasa: Kompetisi dan Kolaborasi

Minggu, 16/8/26 | 22:38 WIB

Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Universitas Andalas baru saja menyambut...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kali ini, kita akan membahas bentuk terikat...

Berita Sesudah
Gaya Bahasa pada Lagu Satu-Satu oleh Idgitaf

Memaknai Ulang Istilah ‘Kampung Halaman’ dalam Novel Apfelkuchen und Baklava

Discussion about this post

POPULER

  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Korban Galodo Solok Ditemukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026