Minggu, 08/11/26 | 12:24 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Ketika Tidur Menjadi Investasi

Minggu, 10/12/23 | 13:23 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Dalam aktivitas yang penuh dengan deadline dan tugas berkejaran, seringkali kita melupakan pesona tidur yang teratur. Tidur bukan hanya semacam ritual malam hari saja, melainkan peristiwa serius yang bisa memberikan dampak besar pada kesehatan kita. Mengabaikan kebutuhan tidur adalah seperti mengabaikan sekutu terbaik keseharian kita. Tidur yang teratur tidak hanya mengembalikan tenaga, melainkan juga memainkan peran penting dalam menyegarkan pikiran.

Bayangkan tidur sebagai panggung eksklusif di mana otak dan tubuh bersatu untuk menyajikan pertunjukan terbaik, tanpa skenario stres dan ketegangan. Sebuah alam semesta kecil di antara selimut dan bantal yang siap memberikan kita adegan terindah. Tentu saja, tidur yang terbaik itu itu sesuai waktunya dan ada pembagian waktunya.

Pentingnya waktu tidur yang teratur semakin terasa saat kita menyadari bahwa setiap jam tidur memiliki perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Merancang jadwal tidur seolah menjadi karya seni, di mana setiap tahapnya memiliki kontribusi penting. Menurut penelitian, tidur yang cukup pada malam hari membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan kreativitas, sementara kurang tidur dapat menjadi ladang subur bagi stres dan kelelahan.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Tak dapat dipungkiri, waktu tidur yang cukup juga berkaitan erat dengan keberuntungan atau nasib baik dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan tidur yang teratur, peluang untuk memiliki hari yang produktif dan efisien meningkat. Sebagai contoh, pemilihan waktu tidur yang tepat dapat memberikan kesempatan bagi otak untuk merestart dan memproses informasi dengan optimal, mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang ada.

Namun, sebagian dari kita mungkin merasa sulit untuk membagi waktu tidur dengan baik dalam rutinitas harian yang padat. Inilah saatnya untuk mengubah perspektif kita terhadap tidur. Bukan lagi hanya sebagai kebutuhan rutin, tetapi sebagai investasi dalam kualitas hidup kita. Membagikan waktu tidur dengan bijak dapat menciptakan ruang untuk produktivitas yang lebih baik, meningkatkan kreativitas, dan menciptakan fondasi kuat untuk kebahagiaan.

Dengan begitu tidak salah kiranya jika pendapat bahwa tidur bukanlah hanya sekadar “bantal dan selimut,” melainkan karya seni yang memeluk kesehatan dan kebahagiaan. Tidur yang teratur bukan hanya kebutuhan, tapi investasi untuk kesehatan dan kebahagiaan. Jadi, daripada menjadi pahlawan tanpa tidur, mari jadikan tidur sebagai sahabat setia. Selamat beristirahat di akhir pekan, dan mari kita hadapi esok dengan semangat dan senyum yang berlimpah!

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Folklor Lisan : Kambia sebagai Bentuk Halus Umpatan

Berita Sesudah

Memancing: Tentang Melupakan Waktu dan Menikmati Ketenangan

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas...

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Berita Sesudah
Jejak Cita Rasa dan Kebersamaan di Kedai Mamak

Memancing: Tentang Melupakan Waktu dan Menikmati Ketenangan

Discussion about this post

POPULER

  • Isma Yatun Kembali Pimpin BPK, Rangkap Plt Anggota VI Usai Fathan Subchi Wafat

    Isma Yatun Kembali Pimpin BPK, Rangkap Plt Anggota VI Usai Fathan Subchi Wafat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Smartfren dan Nubia Hadirkan Smartphone 5G dengan Internet Unlimited Dua Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Kesempatan Kedua” oleh Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Realitas Kekuasaan Budaya Politik Elite di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026