Minggu, 25/10/26 | 15:49 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Jejak Cita Rasa dan Kebersamaan di Kedai Mamak

Minggu, 03/12/23 | 11:38 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa rekan berkunjung ke Malaysia. Perjalanan itu memang saya niatkan untuk liburan sambil “melihat-lihat” beberapa kampus untuk rencana studi S3. Namun begitu, kunjungan beberapa minggu tersebut juga membuat saya terperangkap dalam serangkaian pengalaman unik dan memikat. Keajaiban alam dan kekayaan budaya menyajikan pelajaran mendalam, memperkaya pengetahuan dan meninggalkan kesan tak terlupakan.

Sama seperti kunjungan ke tempat-tempat baru sebelumnya, hal yang paling saya prioritaskan adalah kulinernya. Saya beruntung saat itu menginap di kawasan yang di kelilingi banyak tempat makan dengan berbagai menunya. Dari jajanan kaki lima hingga hidangan khas restoran, setiap gigitan adalah petualangan rasa yang tak terlupakan. Keberagaman kuliner ini tidak hanya memuaskan lidah, tetapi juga membuka pintu wawasan terhadap kekayaan budaya dan tradisi kulinernya.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Hal paling berkesan bagi saya dari berbagai menu yang dicicipi adalah makanan khas restoran (kedai) Mamak. Kedai Mamak, sebuah warisan kuliner yang merajut sejarah dan cita rasa di Malaysia. Dalam beberapa artikel yang saya baca, kedai mamak berakar dari tradisi India-Muslim dan telah menjadi landmark gastronomi Malaysia yang tak terpisahkan.

Bermacam menu yang disediakan, beberapa yang saya ingat yaitu aneka roti seperti roti canai, roti telur, sarang burung, roti bawang, naan tandoori ayam, nasi lemak, dan nasi kandar. Menu-menu yang pernah saya coba itu memiliki cita rasa kaya rempah dan kehangatan budaya bersatu dalam hidangan yang menggoda selera.

Hal unik lainnya di kedai Mamak ini adalah tentang kecakapan koki dalam memasak. Pada beberapa kedai Mamak yang kami kunjungi (di Kuala Lumpur dan Selangor) tempat masaknya dapat dilihat oleh pengunjung. Kami menyaksikan para koki Mamak dengan keahlian warisan mereka memadukan bumbu eksotis dengan teknik memasak yang unik, menghasilkan hidangan ikonik seperti roti canai dan teh tarik.

Saya kira kedai Mamak bukan sekadar tempat menyantap makanan lezat, tapi juga menjadi “panggung” pertemuan sosial, menambah sentuhan keakraban dalam setiap suapannya. Hampir setiap pagi, saya merajut kebersamaan dengan setiap suap sarapan di sana, menjadikannya ritual harian yang melibatkan seluruh indera. Dalam kesempatan itu pula, saya dihadapkan oleh pemandangan berbagai etnis dan warga asing bersatu dalam satu ruang, menyatu dengan kelezatan hidangan dan kehangatan percakapan.

Dari catatan dan pengalaman yang singkat ini, saya melihat bahwa kedai Mamak bukan sekadar destinasi kuliner; ia adalah panggung pertemuan sosial yang menyatukan berbagai etnis dan warga asing dalam kebersamaan makan. Seperti keajaiban kuliner yang terus mengalir, pengalaman di kedai Mamak Malaysia telah meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam perjalanan penemuan budaya dan cita rasa.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Ubai Dillah Al Anshori dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Sesudah

Kata “Gemoy” dan Personal Branding Capres Cawapres

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Konjungsi Penanda Waktu dalam Bahasa Indonesia

Kata “Gemoy” dan Personal Branding Capres Cawapres

Discussion about this post

POPULER

  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menaker Yassierli Jadi Keynote Speech di Acara Temu Akbar Alumni IKIP Padang/UNP, Ini Pesannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Singgah Sahabat Donizar, Menjaga Harapan Warga Perantauan di Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026