Sabtu, 04/7/26 | 16:47 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Sarapan Pagi dan Langkah Awal yang Penuh Energi

Minggu, 26/11/23 | 14:11 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Dahulu saya menganggap sarapan pagi itu bukan hal penting. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga menjadi mahasiswa. Semua itu berubah saat penyakit asam lambung mulai terasa. Penyakit ini mejadi awal untuk berubah, mengubah pola makan dan salah satunya sarapan pagi.

Saat ini, sarapan pagi bagi saya tidak hanya dianggap sebagai kebutuhan fisik, melainkan sebagai investasi untuk kesehatan. Padatnya aktivitas harian dan seringnya terburu-buru dalam mengawali pekerjaan membuat sarapan pagi sering ketinggalan. Padahal, sarapan memiliki dampak besar pada performa fisik dan mental. Tanpa sarapan pagi, akan ada saja berbagai hal yang tidak mengenakan terasa bagi tubuh. Paling tidak, dengan sarapan pagi membuat pikiran tenang dan nyaman mengawali aktivitas.

BACAJUGA

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Bagi saya, salah satu alasan utama pentingnya sarapan adalah sebagai nutrisi tubuh. Tentu saja alasan ini saya dapatkan dari berbagai artikel kesehatan dan saran dari teman-teman yang kuliah di ilmu kesehatan. Setelah berpuasa selama tidur malam, tubuh tentu membutuhkan asupan nutrisi untuk memulai aktivitas.

Sarapan memberikan energi yang diperlukan untuk menjalankan fungsi tubuh secara optimal. Sarapan yang seimbang tentu dapat menghindari kita dari rasa lemas dan lesu dalam mengawali aktivitas. Namun, sarapan pagi bagi saya bukan soal nutris saja melainkan juga dengan kesiapan mental.

Dalam beberapa artikel kesehatan disebutkan saat sarapan, otak mendapat pasokan glukosa yang diperlukan untuk meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir. Sebuah pikiran yang terjaga dengan baik di pagi hari dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

Hal lain yang menarik dari sarapan adalah tentang hubungan sosial. Misalnya, sarapan pagi bersama keluarga atau teman bisa menjadi waktu berkualitas. Ini adalah saat di mana kita bisa saling berbagi rencana hari atau sekadar menyapa dengan hangat sebelum bergegas untuk rutinitas pekerjaan.

Sarapan pagi adalah ritual yang sederhana namun dapat menciptakan perbedaan besar dalam kualitas hidup kita. Jangan anggap remeh momen ini. Alih-alih memandangnya sebagai keharusan, lihatlah sarapan pagi sebagai kesempatan untuk memberikan diri kita sendiri dorongan energi, kejelasan pikiran, dan fondasi kesehatan yang kokoh.

Sarapan pagi bukan hanya rutinitas, melainkan kisah transformasi kesehatan dan kehidupan. Awalnya saya menganggap remeh sarapan, tapi sekarang memandangnya sebagai investasi penting. Dalam setiap suapannya, sarapan membawa energi, kesehatan, dan kehangatan hubungan sosial. Sebuah ritual sederhana yang menciptakan perbedaan luar biasa. Sarapan pagi bukan hal yang memberatkan, melainkan hal ringan yang menjadi kunci keajaiban kehidupan yang lebih sehat dan penuh semangat.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Cinta Tergadai di Ujung Sumatera” karya Wirda dan Ulasannya oleh Azwar

Berita Sesudah

Smart Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Berita Terkait

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Berita Sesudah

Smart Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Pimpin Sidang Paripurna Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSAM Bukittinggi Butuh 500 Kantong Darah per Bulan, Golongan AB Paling Langka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Bawa Sabu, Buruh Harian Ditangkap Polisi di Padang Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Angkat Budaya Piaman Lewat Film Dokumenter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Emansipasi Wanita dalam Drama “Nurani” Karya Wisran Hadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026