Kamis, 13/8/26 | 04:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Pajak Jadian

Minggu, 26/2/23 | 15:33 WIB

Salman Herbowo
Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id

Saya teringat kejadian beberapa tahun lalu, tentang membayar pajak. Ingatan itu selalu kembali kalau sudah memasuk akhir Februari atau awal Maret. Seperti biasanya, rentang waktu itu merupakan saatnya untuk melaporkan SPT Tahunan Orang Pribadi.

Saya kira ini juga tidak asing bagi pembaca tentang SPT Tahunan ini. Tentu sebagai warga negara yang baik, kita harus taat dalam pelaporan pajak. Tidak hanya pajak penghasilan saja, tapi juga pajak bumi bangunan dan pajak kendaaraan bermotor pun harus kita bayar. Saya percaya pajak itu untuk kebaikan, seperti pembangunan infrastruktur dan sebagainya.

Berbicara tentang pajak ini, saya teringat cerita beberapa tahun lalu. Kisah tentang seorang teman yang “berbahagia” tapi harus membayar pajak karena “kebahagiaanya” itu. Paling tidak, saya dan beberapa rekan sempat kebingunan dengan kejadian itu.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Kejadian itu saat istirahat makan siang sebelum melanjutkan kelas kuliah di sore hari. Waktu itu, kelas kuliah ada yang dimulai sore dan berakhir pukul 17:30. Untuk mengisi kekosongan itu, baik kekosongan waktu maupun perut yang kosong maka kami ke kantin tempat langganan.

Waktu itu, sosial media yang populer digunakan adalah facebook. Setidaknya, di usia saat kuliah sarjana itu, sosial media yang satu ini begitu banyak penggemarnya. Paling tidak, beberapa teman ada yang memiliki lebih dari satu akun.

Menariknya, facebook ini memiliki semacam menu sebagai pemberitahu apakah yang punya akun sedang ulang tahun dan sedang menjalin hubungan dengan siapa. Pemberitahuan ini yang menjadikan kami pada saat itu membahas tentang pajak.

Pembicaraan itu dimulai saat salah seorang teman menyapa yang sedang “berbahagia” ini dengan menyalami tangannya. Hal ini tentu aneh bagi kami yang biasanya menyapa cukup dengan ujaran saja, tanpa haru salam. Selain itu, Rekan ini agak berlebihan pula memujinya pada saat itu.

Tentu menjadi tanda tanya bagi kami, apa gerangan yang terjadi? Sedang ulang tahun kah? Apakah beasiswa sudah cair? Atau apa yang membuat ia berbahagia? Begitu terlintas pertantaan di kepala kami saat itu.

Tiba-tiba teman yang menyalami tadi berteriak sambil merangkul teman yang “berbahagia” ini. “Selamat bro, kenalin lah sama kita si Dia itu. Dan jangan lupa PJ nya”. Begitu serunya sambil tertawa terbahak-bahak.

Kami semakin dibuat heran karenanya. Apa pula itu PJ? Sejenis makanan atau minuman? Begitu kelakar seorang teman yang membuat suasana semakin pecah.

PJ adalah singkatan dari Pajak Jadian. Saat itu, kami sering meminta traktiran kepada teman yang sedang berbahagia, entah itu beasiswa cair, ulang tahun, atau baru “jadian”. Untuk yang terakhir ini, kami akan selalu tagih kalau belum ditraktir. Begitu lah kelakuan kami pada masa itu.

Hal yang paling berkesan dan sulit saya lupakan adalah celetukan teman tentang pajak itu. Ia berceletuk tentang banyaknya jenis pajak, bahkan sampai pacaran pun dikenakan “pajak” oleh teman-teman. Namun begitu, sebagai warga negara yang baik kita harus taat pajak.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Memaknai Kata Privilege dalam Kasus Mario-David

Berita Sesudah

Gempuran Hiburan Modern, Dendang Saluang Kian Terlupakan

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Berita Sesudah
Gempuran Hiburan Modern, Dendang Saluang Kian Terlupakan

Gempuran Hiburan Modern, Dendang Saluang Kian Terlupakan

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah atau Merubah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Resmikan Jembatan Hildesheim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cempaka Tanjung: Perjuangan Tokoh Perempuan Sumbar Harus Menjadi Teladan di Era Kemerdekaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 615 Karateka Bersaing di Bearwong Karate Open Championship 2 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026