Kamis, 30/4/26 | 08:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Belajar dari Kegiatan Penyelamatan Manuskrip

Minggu, 27/2/22 | 09:23 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

Beberapa hari ini saya mendapat kesempatan mengikuti tim DREAMSEA dalam kegiatan penyelamatan dan pendigitalisasian manuskripsi di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia) merupakan program yang dikelola oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam (UIN) Syarif Hidayatullah bekerja sama dengan Centre for the Study of Manuscript Cultures (CSMC), University of Hamburg atas dukungan dari Arcadia Fund, lembaga filantropi yang mendukung pelestarian warisan budaya, lingkungan, dan peradaban dunia. Hal itu menjadi kesempatan berharga  bagi saya, terutama dalam menambah wawasan dan pengalaman dalam hal konservasi dan digitalisasi manuskrip.

Kegiatan itu kami lakukan di Nagari Lunang bertempat di Rumah Gadang Mande Rubiah. Bagi saya ini kali pertamanya berkunjung ke salah satu situs cagar budaya yang ada di wilayah Pesisir Selatan tersebut. Selama ini saya hanya mengetahui informasi mengenai Rumah Gadang Mande Rubiah hanya melalui penelusuran google atau media sosial. Kehadiran tim juga disambut ramah oleh keluarga Mande Rubiah. Kami dipersilakan untuk menaiki Rumah Gadang dan diberikan kesempatan untuk bercerita langsung dengan Mande.

Pada kesempatan itu, kami juga dipersilakan untuk melihat koleksi dari Rumah Gadang Mande Rubiah, terutama yang terdapat di ruang utama Rumah Gadang. Beberapa koleksi yang terpanjang berupa koleksi pisau, pakaian, tanduk kerbau, manuskrip, dan lain sebagainya. Saya sungguh takjub dengan benda-benda koleksi dari Rumah Gadang tersebut, dan beberapa di antaranya bahkan sudah berumur ratusan tahun.

Tim bekerja dengan penuh kehati-hatian dalam melakukan proses pembersihan hingga pendigitalisasian manuskrip. Hal itu dilakukan karena sebagian dari manuskrip yang menjadi koleksi Rumah Gadang Mande Rubiah dalam keadaan mengkhawatirkan, seperti rusak akibat alam dan korosi tinta. Beberapa manuskrip juga ada yang terpisah-pisah penyusunannya, beberapa teks bertukar letak dengan teks manuskrip lainnya. Selain itu, saya juga takjub dengan ragam hias yang terdapat dalam beberapa manuskrip tersebut.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Setidaknya ada dua pelajaran penting dan menarik bagi saya dari pengalaman kegiatan dan perjalanan itu. Selama menumpuh pendidikan magister saya sudah mulai tertarik dengan buku-buku terbitan lama yang beberapa di antaranya dikumpulkan, baik yang diterima dalam keadaan utuh maupun rusak atau beberapa lembar halaman hilang. Ketertarikan itu sebenarnya bagian dari kajian tesis saya yang berkaitan dengan buku-buku kaba dari penerbit-penerbit yang ada di Sumatera Barat.

Pertama, kita harus merawat dan menjaga buku dengan baik. Maksud saya adalah menjaga agar buku yang kita miliki tidak mengalami kerusakan akibat kelalaian si pemilik. Sebagai salah satu sumber informasi, mungkin juga sebagai bahan bacaan utama dalam memperoleh bahan kajian tidak ada salahnya kita menempatkan buku pada tempat yang layak. Setidaknya mencari tempat agar buku tidak mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kelembapan suhu. Bagi saya adalah sebuah kerugian jika buku koleksi yang dimiliki mengalami kerusakan, dan apesnya lagi jika buku itu langka dan susah mencari cetakan lainnya.

Kedua, saya mulai sadar bahwa perlu untuk menyelesaikan bacaan kita dari setiap buku yang dikoleksi. Kebiasaan saya selama ini adalah lebih senang untuk membeli atau meminjam buku yang terkadang jarang untuk diselesaikan membacanya, bahkan beberapa di antaranya masih tersimpan di rak buku dengan sampul plastik yang masih terpasang. Prinsipnya selagi dana masih ada dan mencukupi beli dulu saja, persoalan membaca kemudian. Padahal, kita tidak akan mengetahui informasi penting dan berharga tanpa membaca isi buku tersebut. Sudah berapa buku yang kita selesaikan membacanya hari ini?

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Zikra Delvira dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Penulisan Gelar Akademik dan Gelar Profesi di Indonesia

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Reno Wulan Sari

Penulisan Gelar Akademik dan Gelar Profesi di Indonesia

Discussion about this post

POPULER

  • Laka Lantas di Sungai Dareh, Pengendara Sepeda Motor Pingsan

    Laka Lantas di Sungai Dareh, Pengendara Sepeda Motor Pingsan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar SMP di Dharmasraya Diimbau Tidak Membawa Kendaraan Bermotor Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Dharmasraya Dukung Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Apresiasi Alek Nagari Tebing Tinggi Pulau Punjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dr. Elly Delfia : Pendidikan Kunci Utama Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026