Jumat, 29/8/25 | 07:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 20/2/22 | 08:06 WIB

Pudar

Malam, aku bercerita tentang pelangi
yang lama hilang tak jumpa
Aku bertanya kemana
kau habiskan warna merah jalang itu?
Kau jawab ada di dalam diriku
Terpaut bersama nadi-nadiku

Bagaimana dengan kuningmu? tanyaku lagi
Telah kau habiskan untuk bahagiamu
Hijaunya ke mana ?
Bukankah telah kau basuh
Lalu, apa yang tersisa untukmu ?

Warna putih yang tak ingin kugores di atasnya, jawabmu
Karena semua telah pudar bersama perjuangan

Marunggi, Januari 2022

BACAJUGA

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 01/6/25 | 10:01 WIB
Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 18/5/25 | 08:43 WIB

Akhir Sebuah Cerita

Seperti angin yang berlari mencari tempat menetap
Andalkan segala gumpalan pendirian pada tubuh-tubuh layu
Paksakan tiupan yang menahan arti sebuah keinginan
Berjuang merampas retorika menjajakan bukti ketulusan

Dia merayu lilin yang hapir padam
Menyatakan keserakahan pemiliknya
Sampai-sampai dia lupa irama asap yang telah menenggelamkannya
Di akhir cerita dia tahu kau tak setia

Seperti angin yang mencari tempat menetap
Meraba hari untuk kembali pada tujuan

Marunggi, Februari 2022

 

Bukan Apa-Apa

Sejenak ku tatapi wajah lesu itu
Meski pun malam sudah larut
Masih saja tak kau palingkan muka itu
Aku tentu saja terus menunggu
Membiarkan habis tenangmu

Dalam hati kau simak satu per satu
Urutan duka kau panggil depanku
Serta kau mohonkan pintamu
Katamu tak perlu kutahu
Biarkan semua itu jadi bunga tidurmu

Apa kau tak sadar
Bayangmu terus mengurungku
Hingga susah payah kutelusuri kau lewat hatiku
Masih belum cukup itu bagimu
Tak rasa berdosa kau rasuki tubuhku

Aku tak menyangka kau setega itu
merenggut bahagiaku, merampas ketenanganku
Tetap saja aku bukan apa-apa bagimu.

Marunggi, Februari 2022

 

Biodata:

Yogi Resya Pratama lahir di Pariaman. Alumni SMA Negeri 3 Pariaman ini mempunyai hobi menulis puisi. Saat ini ia sedang merampungkan studi di Jurusan Bimbingan dan Konseling IAIN Batusangkar.

Tags: #Yogi Resya Pratama
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Kesempatan Kedua” oleh Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Sesudah

Dikejar Deadline: Kekuatan Untuk Menyelesaikan Pekerjaan

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Puisi-puisi M. Subarkah

Minggu, 17/8/25 | 16:52 WIB

Ilustrasi:Meta AI Suara dari Sajadah Ayah Oleh: M. Subarkah Di atas sajadah usang itu, ayah duduk seperti gunung yang berzikir....

Puisi-puisi Kurnia Maesaroh

Puisi-puisi Kurnia Maesaroh

Minggu, 10/8/25 | 14:12 WIB

Ilustrasi: Meta AI Mengusahakan Akhir, Menumpuk Sakit Oleh: Kurnia Maesaroh Kini t'lah mencapai akhir Dari akhir yang terus diusahakan kemarin...

Puisi-puisi Hanaa Kamilia

Puisi-puisi Hanaa Kamilia

Minggu, 03/8/25 | 16:28 WIB

Ilustrasi: Meta AI Laut Bulan Februari Karya : Hanaa Kamilia Memikul gulungan pertanyaan di hatimu Menyeret getar jiwa berjarak dari...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 27/7/25 | 14:38 WIB

Ilustrasi: Meta AI Tangis Naskah ke 50 Oleh : Afny Dwi Sahira Jari-jari tangan terbalut kapas Surat penolakan ke-49 datang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Puisi-puisi M. Subarkah

Minggu, 20/7/25 | 12:39 WIB

Ilustrasi: Meta AI Senja di Muara Padang Oleh: M. Subarkah  Senja menetes di ujung muara Langit berwarna kunyit bercampur saga...

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Minggu, 06/7/25 | 11:46 WIB

Ilustrasi: Meta AI Hujan dan Macam-Macam Ketertundaan Oleh: Salwa Ratri Wahyuni september mengasuh nyawa bumi, dingin, lembab, serta berkabut pekat,...

Berita Sesudah
Toping Martabak Manis dan Cerita di Baliknya

Dikejar Deadline: Kekuatan Untuk Menyelesaikan Pekerjaan

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024