Sabtu, 31/10/26 | 11:50 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Salahnya Dimana❓

Sabtu, 02/5/20 | 07:43 WIB

Wizri Yasir

Oleh:
Wizri Yasir

Salahnya dimana, mungkin itu yang ada dalam pikiran dan benak kepala daerah yang sudah berjibaku, pontang panting, sampai kepalapun kadang-kadang harus kebawah untuk memikirkan bagaimana si virus tidak makan banyak korban.

Namun usaha yang berjibaku tadi seolah bak menambah garam ke laut. Lantaran apa yang sudah dilakukan kepala daerah, dianggap angin lalu oleh sebagian warga.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB
Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

“Emang MUI yang menentukan kita masuk surga atau tidak,” celetuk pak Kirin disudut lapau yang lagi asyik main domino ditengah malam Ramadan, hari ketujuh pelaksanaan PSBB.

Tak mau ketinggalan, si Iman yang memang terkenal rajin ke Masjid (untuk mandi dan buang hajat) ikut menimpali.

“ini konspirasi aseng dan asing mah ini. Kita disuruh jauh dari masjid, nanti bisa jatuh setengah kapir kita nanti,” celetuknya.

Sementara di sebelah kiri si Iman, ada Mak Njang yang biasanya memang rajin ke masjid menyahut, “tadi saja kami masih sholat Jumat, walau cuma belasan orang. Kan fiqih nya banyak,,……..,”.

Lain lagi dengan Mak Inggi, yang berlagak ustadz, celotehan nya agak berbau mujtahid dikit.

“Kapir awak ko sadoe mah, kalau lah 3 kali baturuik-turuik ndak jumat. Dima lo Nabi maajaan mode ko. Kalau ka mati, rancaklah mati di musajik ke,” katanys meninggi, setinggi badannya.

“Kafir kita semua, kalau sudah 3 kali berturut-turut tidak sholat Jum’at. Tak ada Nabi mengajarkan yang seperti ini. Kalau mau milih mati, baguslah kalau matinya di masjid,” katanya meninggi setinggi badannya.

Begitu lah gambaran realitas sebagian umat di penjuru negeri yang katanya beragama dan beradat itu.

Tak peduli situasi dalam keadaan darurat, hujatan demi hujatan, cacian demi cacian tetap mengalir bak air pancuran di musim hujan.

Tetiba, dalam hangatnya celoteh Lapau tadi, disudut yang berlawanan, laki laki biasa, menjawab sambil bertanya, “Kalau situasi sudah separah itu, virus sudah tak terkendali, Kita ni mau apa?,”

“Adakah sebenarnya kita ini merujuk kepada Nabi dan Sahabat dalam persoalan wabah ini?,” Ujarnya.

Tak usahlah djawab pertanyaan itu. Sadari saja bahwa kita manusia akhir masa, Iman kita tak sekuat para Sahabat. Kita ini, jangan kan ulama, alim saja belum, Ustadz pun pas-pasan.

Kita ini hanya penceramah liar, sebelum naik mimbar, lihat dulu buku terjemahan, comot satu hadits, ambil ayat sesuai selera, lantas diterjemahkan sesuai nafsu. Trus berani berkoar “Nabi seperti ini, sahabat begini, dan bila, bla…., blaaa..,”

Sadari sajalah, Tak ada Anjuran pemerintah dan fatwa MUI itu yang melarang sholat di Masjid!.

Hanya memindahkan ibadah kerumah masing-masing UNTUK SEMENTARA WAKTU, agar Sebaran Virus itu bisa dibatasi.

Jangan keluar rumah kalau untuk urusan yang tak penting dan selalu pakai masker.

Dalam Al-Qur’an Allah pun berkata, ” Patuhi Allah, Patuhi Rasulullah dan Patuhi Pemimpin diantara Kamu”.

Kalau persoalan susah mencari penghasilan untuk makan, hampir semua golongan menengah ke bawah mengalami itu. Jualan sepi karena tak ada yang beli, Di PHK hingga kembali ke kampung (kalau tak boleh dibilang mudik), dsb.

Mohon bersabar lah agak sebentar lagi, bantuan akan segera datang, pemerintah dari pusat sampai daerah sudah bekerja.

Untuk ukuran negara berkembang (dari segi sikap warga, budaya menghadapi situasi genting, pola Kepemimpinan, dan indikator lainnya) memang tak mudah mencairkan uang negara walaupun itu untuk rakyatnya.

Dinamika masyarakat waktu PSBB.(*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jangan Menyerah, tapi Ciptakan Solusi

Berita Sesudah

Satu Capaian Saja, Cukup!

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik FIB Universitas Andalas) Di ruang kelas, saya mendapatkan mahasiswa...

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Oleh: Puspandhari Ilsa Pinasty (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Bayangkan seorang anak rantau yang akhirnya mampu...

Berita Sesudah

Satu Capaian Saja, Cukup!

Discussion about this post

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi I DPRD Sumbar Dorong Pengembangan Potensi Nagari Pandam Gadang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Kedua OPS, Polisi Pariaman Prioritaskan Edukasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Padang Kawal Hak Pasien dan Nasib Driver Maxim, 10 Tuntutan Jadi Agenda Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026