Minggu, 27/9/26 | 12:35 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB
Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan)

Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia harus memenuhi kebutuhannya, baik primer, sekunder, maupun tersier. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut bekaitan dengan transaksi atau pembayaran yang menggunakan uang sebagai nilai tukar.

Keberadaan uang sebagai nilai tukar untuk barang, jasa, dan sebagainya tidak pernah lepas dari berbagai aktivitas manusia, seperti biaya makan, biaya transportasi, dan biaya hidup. Segala pergerakan yang berkaitan dengan uang tersebut bisa dalam bentuk pemasukan (uang yang didapatkan oleh seseorang) dan juga pengeluaran (uang yang dikeluarkan untuk suatu hal yang dibeli, dibayar, atau dibutuhkan). Oleh karena itu, banyaknya ragam aktivitas manusia maka segala bentuk uang pemasukan dan pengeluaran tersebut juga dinamakan dengan istilah yang beragam.

Di dalam edisi Klinik Bahasa Scientia kali ini, akan dipaparkan berbagai istilah yang berkaitan dengan transaksi tersebut yang dibagi menjadi dua, yaitu pemasukan dan pengeluaran dalam edisi Klinik Bahasa Scientia yang berbeda. Kali ini, istilah yang akan diuraikan adalah kata-kata yang hanya berkaitan dengan uang pemasukan yang diperoleh oleh seseorang. Pada edisi Klinik Bahasa Scientia berikutnya, pembaca bisa membaca berbagai istilah yang berkaitan dengan uang pengeluaran.

Kata-kata yang sudah terkumpul berjumlah 30 buah. Akan tetapi, ini bukanlah jumlah yang mutlak sebab di dalam kehidupan sehari-hari ada banyak istilah yang terkadang bisa luput disertakan, terlebih suatu bahasa selalu mengalami perkembangan dan perubahan. Hal ini sejalan dengan beberapa sifat yang dimiliki oleh bahasa, yaitu dinamis dan manasuka.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Tiga puluh istilah yang sudah terkumpul adalah angsuran, bayaran, bea, belanja, biaya, cicilan, denda, donasi, gaji, harga, honorarium, insentif, imbalan, iuran, komisi, ongkos, pajak, panjar, pemasukan, pendapatan, pengeluaran, penghasilan, persekot, tarif, tip, uang muka, upah, utang, sewa, dan sumbangan. Segala uang yang didapat oleh seseorang dari hasil pekerjaan akan dimasukkan ke dalam kelompok kata pemasukan, sedangkan segala uang yang dikeluarkan oleh seseorang akan dimasukkan ke dalam kelompok kata pengeluaran. Acuan makna yang berkaitan dengan 30 istilah ini disalin dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Semua kata yang ada di dalam istilah ini termasuk ke dalam kelas kata nomina (kata benda).

Berbagai Istilah yang Berkaitan dengan “Pemasukan”

Ada banyak istilah yang berkaitan dengan uang yang didapatkan oleh seseorang, baik yang diperoleh secara rutin (ada ketentuan waktu yang tetap), maupun dalam waktu yang tidak tetap. Uang yang diperoleh tersebut juga bisa didapat dari hasil bekerja atau hasil melakukan sesuatu kegiatan sebagai imbalan. Kata-kata yang berkaitan dengan “pemasukan” adalah gaji, honorarium, insentif, imbalan, komisi, pemasukan, pendapatan, penghasilan, tip, dan upah. Dari 10 istilah ini, ada beberapa kata yang bersinonim, tetapi sesungguhnya masih memiliki makna yang berbeda seperti komisi, honorarium, dan upah, serta pendapatan, pemasukan, dan penghasilan. Berikut ini adalah uraian makna, analisis, dan contoh penggunaan kalimatnya.  

  1. Gaji. Kata gaji di dalam KBBI memiliki dua makna, yaitu “1. n upah kerja yang dibayar dalam waktu yang tetap; 2. n balas jasa yang diterima pekerja dalam bentuk uang berdasarkan waktu tertentu”. Kata gaji di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia bukanlah sebuah kata yang asing. Setiap orang yang bekerja tentunya mengenal istilah gaji. Berdasarkan makna yang ada di dalam KBBI, kata gaji ini diperoleh oleh pekerja yang bekerja secara rutin dan mendapatkannya pada waktu tertentu yang sudah disepakati (biasanya pada tanggal yang sama setiap bulan). Contoh kalimat yang sering digunakan:
  • Gajinya sangat besar, karena itu dia bisa membeli rumah dan mobil yang mewah.
  • Aku harus berhemat, karena gajiku bulan ini sudah terpakai untuk biaya pendidikan adik-adikku.
  • Setelah menerima gaji, dia langsung melunasi utang-utangnya.
  1. Honorarium. Kata honorarium sering dikaitkan dengan seseorang yang melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan. Akan tetapi, makna kata honorarium sangat berbeda dengan kata gaji. Gaji bisa diperoleh secara rutin setiap bulan, sedangkan honorarium merupakan uang yang diperoleh karena suatu kegiatan, seminar, atau pekerjaan tertentu. Honorarium yang diperoleh seseorang tidak termasuk ke dalam hitungan gaji. Artinya, uang honorarium bagi seseorang bisa dianggap sebagai tambahan pemasukan. Honorarium bisa diperoleh oleh seseorang yang memiliki pekerjaan tetap atau seseorang yang memiliki jenis atau jadwal pekerjaan yang tidak tetap setiap hari. Salah satu contoh kata honorarium yang sering digunakan di dalam kehidupan sehari-hari adalah uang yang diperoleh seorang pembicara dari sebuah seminar. Hal ini sejalan dengan makna kata honorarium yang ada di dalam KBBI, yaitu “n upah sebagai imbalan jasa (yang diberikan kepada pengarang, penerjemah, dokter, pengacara, konsultan, tenaga honorer); upah di luar gaji”. Kata honorarium ini dalam pengucapannya juga sering disingkat menjadi Contoh kalimat yang sering digunakan adalah:
  • Dia seorang pembicara yang sangat terkenal. Jika kita mengundangnya, kita harus menyiapkan honorarium yang besar.
  • Honorarium untuk semua instruktur hari ini sudah diserahkan secara langsung.
  • Mereka selalu terlambat membayar honor untuk narasumber.
  1. Insentif. Pada beberapa kasus penulisan dan pengucapan, kata insentif sering tertukar dengan kata intensif. Hal ini wajar terjadi karena hurufnya sama dan bunyinya menjadi mirip. Kata intensif memiliki makna “secara sungguh-sungguh”. Oleh sebab itu, istilah yang tepat yang berkaitan dengan pemasukan adalah insentif bukan intensif. Makna kata insentif yang ada di dalam KBBI adalah “n tambahan penghasilan (uang, barang, dan sebagainya) yang diberikan untuk meningkatkan gairah kerja; uang perangsang”. Dari pemaparan makna ini, timbullah pertanyaan. Kapan seseorang bisa memperoleh uang insentif ini? Lalu, apa bedanya dengan honorarium? Insentif ini diberikan kepada seorang pegawai atau karyawan ketika ada sebuah kinerja yang meningkat. Pemahaman ini sangat berbeda dengan kata honorarium. Honorarium bisa saja diperoleh seseorang dari lembaga yang tidak sama dengan tempat bekerjanya, misalnya seorang karyawan di sebuah kantor, ternyata memiliki bakat sebagai pembawa acara pernikahan. Di luar aktivitas pekerjaan rutinnya sebagai karyawan, di akhir pekan, dia juga melakukan kegiatan sebagai pembawa acara pernikahan. Di sinilah, dia kemudian mendapatkan uang sebagai honorarium yang tidak berkaitan dengan pekerjaan tetapnya. Di sisi lain, uang insentif bisa didapatkan seseorang dari pekerjaan tetapnya (di luar hitungan gaji). Oleh sebab itu, insentif ini berbeda dengan gaji yang diperoleh secara rutin dan tetap. Tidak semua orang yang mendapatkan gaji secara otomatis akan mendapatkan insentif. Insentif hanya bisa diperoleh oleh seseorang yang berhasil meningkatkan kinerjanya. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan kalimatnya:
  • Jika salah satu karyawan bisa menjual barang melebihi target pada bulan ini, maka karyawan itu akan mendapatkan insentif yang cukup besar.
  • Setiap dosen bisa mendapatkan insentif dari buku dan penelitian yang dilakukannya.
  1. Imbalan. Kata imbalan merupakan istilah yang cukup sering terdengar di dalam kehidupan sehari-hari. Kata ini dipahami sebagai suatu balasan yang akan diterima oleh seseorang atas kegiatan atau sesuatu yang sudah dilakukannya. Jika orang tersebut melakukan hal yang baik, imbalan yang akan diperolehnya juga baik. Begitu pun sebaliknya. Oleh sebab itu, kata imbalan yang berkaitan dengan topik artikel kali ini tentunya berkaitan dengan perbuatan seseorang yang kemudian membuatnya mendapatkan uang sebagai balasannya. Di dalam KBBI, kata imbalan memiliki dua makna, yaitu “1. n honorarium; 2. n balasan (berupa pujian, hukuman, dan sebagainya) atas tindakan yang dilakukan”. Berdasarkan pemaparan ini, kita dapat memahami bahwa imbalan sangat berbeda dengan gaji yang diperoleh secara rutin. Meskipun imbalan tidak memiliki waktu yang tetap untuk memperolehnya, kata ini juga berbeda dengan honorarium. Perbedaannya terletak pada formal dan tidak formalnya kegiatan yang dilakukan. Kata honorarium cenderung digunakan dalam situasi resmi yang pelaksanaan dan pemberian uangnya pun dilakukan secara resmi, sedangkan kata imbalan tidak demikian. Sebab kata imbalan juga tidak hanya berkaitan dengan suatu pekerjaan, tetapi juga suatu berkaitan dengan tindakan pribadi (semacam pertolongan atau bantuan), seperti contoh dalam kalimat berikut:
  • Laki-laki itu mendapatkan imbalan uang yang cukup besar setelah menyelamatkan seorang anak dari kecelakaan tersebut.
  • Berkat bantuannya, semua orang memberi imbalan yang cukup besar sehingga dia bisa membeli banyak kebutuhan sehari-harinya.
  1. Di dalam KBBI, kata komisi memiliki tiga makna, yaitu “1. n sekelompok orang yang diberi kepercayaan dan wewenang oleh pemerintah atau lembaga resmi untuk menjalankan tugas tertentu; 2. n imbalan (uang) atau presentase tertentu yang dibayarkan karena jasa yang diberikan dalam jual beli dan sebagainya; 3. n barang dagangan yang dititipkan untuk dijualkan kepada seseorang”. Makna kata komisi yang sesuai dengan topik kali ini adalah makna yang kedua. Dari pemaparan ini, jelas terlihat bahwa kata komisi berbeda dengan kata imbalan (setelah membaca dua contoh kalimat dari kata imbalan). Kata komisi berkaitan dengan persenan yang sudah disepakati yang akan diperoleh oleh seseorang setelah memberikan jasa dalam jual beli, misalnya dalam situasi jual-beli mobil. Ketika seseorang bisa membantu orang lain untuk menjualkan mobilnya, dia akan mendapatkan komisi 10% dari hasil penjualan itu. Inilah yang membuatnya berbeda dengan imbalan. Kata komisi memiliki kesepakatan antara si pengguna jasa dengan si pemberi jasa, sedangkan kata imbalan biasanya inisiatif dari si penerima jasa saja. Berikut ini adalah contoh penggunaan kalimat komisi.
  • Dia mendapatkan komisi 10% dari setiap penjualan 1 bidang tanah di kelurahan tersebut.
  • Jika saya berhasil menjual rumah ini dengan cepat, komisi saya juga akan ditambah oleh pemilik rumah.
  1. Sesuai dengan judul artikel ini, kata pemasukan berkaitan dengan segala uang yang diperoleh oleh seseorang yang bisa digunakan untuk seluruh biaya hidupnya. Biasanya, kata pemasukan ini tidak hanya tentang gaji yang diperoleh secara rutin, tetapi juga merupakan total keseluruhan uang yang masuk. Artinya, jika seseorang bekerja di sebuah kantor, tetapi dia juga memiliki bisnis tertentu, mendapatkan honorarium dari seminar yang dilakukannya, dan mendapatkan komisi dari usahanya menjual sesuatu, semua itu total uang yang diperolehnya tersebut bisa dikatakan sebagai pemasukan. Namun demikian, kata pemasukan tidak hanya fokus pada uang yang didapat secara resmi, tetapi juga semua uang yang didapatkan dengan cara yang lebih luas (seperti uang belanja yang diperoleh anak dari orang tuanya, uang belanja yang diperoleh istri dari suaminya, dan uang belanja yang diperoleh seorang adik dari kakaknya). Di dalam KBBI, kata pemasukan memiliki dua makna, yaitu “1. n proses, cara, perbuatan memasukkan; 2. n pendapatan”. Berikut ini adalah contoh-contoh kalimat yang menggunakan kata pemasukan:
  • Aduh, pemasukan bulan ini sangat jauh berkurang. Sepertinya saya harus berhemat dan tidak makan di luar untuk beberapa waktu.
  • Sepertinya saya butuh pemasukan lebih agar bisa menutupi semua kebutuhan hidup yang semakin mahal.
  1. Pendapatan. Makna kata pendapatan bersinonim dengan kata pemasukan. Sebelum masuk ke dalam contoh kalimat, mari simak terlebih dahulu makna kata pendapatan yang ada di dalam KBBI, yaitu “1. n hasil kerja (usaha dan sebagainya); pencarian; 2. n cak penemuan (tentang sesuatu yang tidak ada sebelumnya); 3. n cak pendapat”. Label cak di dalam KBBI tersebut bermakna “percakapan” yang artinya, makna kata pendapatan yang dimaksud pada poin 2 dan 3 lebih banyak digunakan dalam bentuk percakapan (tidak resmi). Setelah membaca makna kata pendapatan dari KBBI maka sudah bisa dilihat perbedaannya dengan kata pemasukan. Sebelumnya telah diuraikan bahwa uang yang didapat dalam makna kata pemasukan tidak hanya dalam bentuk kegiatan resmi, tetapi juga bisa dalam bentuk cakupan yang lebih luas (seperti uang belanja dari orang tua kepada anaknya). Inilah yang membuatnya berbeda dengan makna kata pendapatan. Kata pendapatan lebih difokuskan pada semua uang yang diperoleh secara resmi (bekerja atau bisnis tetap). Selain itu, kata pendapatan juga tidak hanya berlaku untuk seseorang, tetapi juga bisa untuk sebuah lembaga, kantor, bahkan wilayah (seperti pendapatan perusahaan, pendapatan pemerintah provinsi, dan pendapatan negara). Oleh sebab itu, kita sering mendengar istilah pendapatan bersih dan pendapatan kotor saat menghitung pajak. Berikut ini adalah contoh-contoh kalimatnya:
  • Semua pegawai harus melaporkan pendapatan per tahun sebelum akhir bulan ini.
  • Tahun ini, pendapatan pemerintah kota meningkat 20% dibandingkan tahun lalu.
  1. Penghasilan. Di antara kata-kata bersinonim yang sudah diuraikan, kata penghasilan dan pendapatan adalah dua kata yang hubungan maknanya paling dekat dan paling mirip. Bahkan, di dalam KBBI, dua kata ini juga dikaitkan secara makna. Di dalam KBBI, kata penghasilan juga memiliki dua makna, yaitu “1. n proses, cara, perbuatan menghasilkan; 2. n pendapatan; perolehan (uang yang diterima dan sebagainya)”. Dari penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa penghasilan adalah uang yang diperoleh dari hasil pekerjaan atau bisnis yang didapatkan secara stabil. Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan contoh-contoh kalimat berikut:
  • Berapa penghasilan per bulan dari jualan sate ini, Pak?
  • Penghasilan setiap bulan pegawai di perusahaan ini minimal Rp5.000.000,00.

Artinya, kata penghasilan cenderung digunakan untuk satu sumber uang masuk dari sebuah pekerjaan atau bisnis yang dilakukan.

  1. Tip. Ketika mendengar kata tip, kita pemahaman kita akan langsung tertuju pada situasi pemberian sejumlah uang (biasanya tidak terlalu besar) sebagai ucapan terima kasih kepada seseorang (yang dalam situasi tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari pekerjaannya). Pemberian uang ini pada umumnya terjadi dalam bidang jasa, saat pelanggan memberikan sejumlah uang (secara pribadi) kepada karyawan yang sedang melakukan tugasnya. Kata tip ini sering dikaitkan dengan restoran (dari pengunjung kepada pramusaji), hotel, salon, bandara, transportasi, dan berbagai layanan jasa lainnya. Hal ini sesuai dengan makna kata tip yang ada di dalam KBBI, yaitu “ n persen (kepada pelayan restoran, pengangkat koper di bandar udara, pelayan hotel, dan sebagainya). Artinya, ada uang lebih yang diberikan seorang pengunjung atau pengguna jasa tersebut di luar biaya sebenarnya (untuk restoran, salon, dan transportasi). Kata tip ini sering diucapkan dengan bunyi tips, padahal maknanya berbeda. Kata tips memiliki makna panduan, saran, atau masukan, seperti tips mencuci tas, tips tidur lebih awal, dan tips menjaga kesehatan. Akan tetapi, untuk makna “memberi sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih”, kata ini seharusnya diucapkan tanpa huruf s, yaitu tip. Berikut ini adalah contoh-contoh kalimatnya:
  • Pramusaji itu merasa sangat senang ketika mendapatkan tip yang besar dari pengunjung restorannya.
  • Sebenarnya, pihak manajemen dari hotel tersebut telah melarang karyawannya untuk menerima tip, tetapi sampai saat ini masih banyak yang melakukannya.
  1. Upah. Kata upah bisa dikategorikan sekelompok dengan kata honorarioum, komisi, dan imbalan, yaitu uang yang diperoleh oleh seseorang karena melakukan sesuatu (yang berbeda dari pekerjaan tetap atau bisnis tetap). Oleh sebab itu, tiga kata ini berbeda dengan kata gaji sebab gaji diperoleh secara rutin dalam waktu yang sudah ditentukan setiap bulan. Lalu, apa yang membedakan kata upah dengan kata honorarium, komisi, dan imbalan? Mari simak terlebih dahulu makna yang terdapat di dalam KBBI, yaitu “1. n uang dan sebagainya yang dibayarkan sebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu; imbalan; 2. n ki hasil sebagai akibat (dari suatu perbuatan); risiko”. Kode ki yang terdapat di dalam makna kedua bermakna sebagai “kiasan”. Dari pemaparan makna ini terlihat bahwa kata upah, honorarium, komisi, dan imbalan bisa diperoleh setelah melakukan sesuatu (yang bukan sebagai pekerjaan tetap, artinya hanya sekali atau beberapa kegiatan). Kata honorarium digunakan untuk kegiatan yang lebih formal seperti menjadi pembicara di dalam sebuah seminar dan menjadi narasumber di sebuah acara. Kata komisi digunakan untuk persenan yang diperoleh seseorang dari pembagian hasil penjualan suatu barang. Kata imbalan digunakan sebagai balasan atas perbuatan seseorang yang bisa saja bersifat pribadi, seperti sebuah pertolongan dan bantuan. Kata upah digunakan ketika seseorang memperoleh uang dari suatu kegiatan (yang menjadi mata pencariannya) tetapi dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut tidak diatur secara resmi (tidak ada kontrak kerja dan sebagainya). Pemberian upah hanya kesepakatan antara si pengguna jasa dengan orang yang memberi jasa. Hal ini tidak hanya terkait dengan jasa membantu penjualan suatu barang (ini yang membedakannya dengan komisi). Kata upah lebih cenderung digunakan sebagai bayaran untuk pekerjaan fisik yang bisa sekali atau beberapa kali digunakan, seperti upah angkut, upah tukang, dan upah setrika. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan kalimatnya:
  • Upah bisa diberikan malam ini jika semua barang sudah dipindahkan ke tempat tujuan.
  • Dari upah itu, dia berusaha memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya.

Inilah penjelasan sepuluh istilah yang berkaitan dengan uang pemasukan yang diperoleh oleh seseorang sebagai hasil mata pencariannya. Untuk istilah pengeluaran (kata-kata yang sudah dituliskan di bagian awal artikel ini), bisa dibaca di edisi Klinik Bahasa Scientia berikutnya.

Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

Berita Sesudah

Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata Pas, Cocok, Sesuai, dan Relevan

Minggu, 30/8/26 | 16:13 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies) Kata pas, cocok, sesuai, dan...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Psikologi Bahasa: Kompetisi dan Kolaborasi

Minggu, 16/8/26 | 22:38 WIB

Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Universitas Andalas baru saja menyambut...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kali ini, kita akan membahas bentuk terikat...

Berita Sesudah
Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

POPULER

  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Set Masa Lampau Indonesia di Studio Alam Gamplong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSAM Bukittinggi Butuh 500 Kantong Darah per Bulan, Golongan AB Paling Langka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026