Kamis, 17/9/26 | 01:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home PARIWARA

Bentuk Generasi Berkarakter, Ketua DPRD Sumbar Dorong Sekolah Ramah Anak

Rabu, 09/9/26 | 21:25 WIB

PADANG, Scientia.id — Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar, mengembangkan potensi, serta membentuk karakter. Lingkungan pendidikan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga harus mampu melindungi dan mendorong anak tumbuh menjadi generasi cerdas, berakhlak dan percaya diri.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9).

Muhidi mengatakan, perlindungan dan pemenuhan hak anak membutuhkan dukungan seluruh pihak. DPRD, menurutnya, memiliki posisi strategis melalui tiga fungsi, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran dan pengawasan.

 

BACAJUGA

DPRD Sumbar Jadi Rujukan BK DPRD Riau Soal Tata Beracara

DPRD Sumbar Jadi Rujukan BK DPRD Riau Soal Tata Beracara

Selasa, 15/9/26 | 21:13 WIB
Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Soroti Kemandirian Fiskal dan Pemulihan Bencana dalam Perubahan APBD 2026

Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Soroti Kemandirian Fiskal dan Pemulihan Bencana dalam Perubahan APBD 2026

Senin, 07/9/26 | 21:33 WIB

“Dengan tiga fungsi ini, DPRD bisa membantu memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan. Kalau memang dibutuhkan aturan baru atau penyempurnaan terhadap aturan yang sudah ada, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai masukan yang ada,” ujar Muhidi.

Ia menilai anak merupakan investasi paling berharga bagi keluarga, masyarakat, daerah dan bangsa. Karena itu, perhatian terhadap anak tidak boleh sebatas mencegah kekerasan dan memenuhi hak-haknya, tetapi juga harus diarahkan pada pengembangan potensi dan pembentukan karakter.

“Kita jangan hanya berpikir bagaimana melindungi anak, tetapi juga bagaimana menumbuhkan mereka sehingga menjadi sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Menurut Muhidi, kualitas generasi saat ini akan menentukan tercapainya target Indonesia Emas 2045. Anak-anak harus dipersiapkan dengan kecerdasan, karakter, akhlak dan keimanan yang kuat.

Ia juga menekankan pentingnya penanaman iman dan tauhid sejak dini sebagai landasan anak dalam bersikap dan mengambil keputusan.

“Kalau iman dan tauhidnya kuat, Insyaallah cara berpikirnya akan benar. Ketika cara berpikirnya benar, tindakan yang dilakukan juga akan mengarah kepada hal yang benar,” tuturnya.

Selain itu, Muhidi mendorong pendidikan karakter yang membiasakan anak bersikap jujur, bertanggung jawab dan menghargai orang lain. Karakter yang baik, katanya, akan membangun kepercayaan dari lingkungan sekaligus membantu anak menjaga dirinya dalam pergaulan.

Muhidi juga mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan dan budaya membaca. Literasi menjadi bekal penting bagi anak untuk memahami perkembangan zaman, menghadapi perubahan dan mengembangkan kemampuan diri.

“Anak-anak harus kita dorong untuk suka membaca. Ilmu akan menjadi bekal mereka untuk sukses dan menghadapi masa depan,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang benar-benar ramah bagi anak. Anak tidak boleh merasa takut, tertekan atau tidak aman ketika berada di lingkungan pendidikan.

“Jadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman. Biarkan anak-anak berkembang, mengenali potensinya dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar, Herlin Srihendini, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk menyatukan pemahaman berbagai pihak mengenai pemenuhan dan perlindungan hak anak.

Menurutnya, anak memiliki hak yang harus dipenuhi dan dilindungi bersama. Sekolah menjadi salah satu lingkungan penting karena sebagian besar waktu anak dihabiskan dalam proses pendidikan.

“Anak-anak adalah aset yang tidak ternilai harganya. Karena itu, hak mereka harus dipenuhi dan mereka harus mendapatkan perlindungan,” ujar Herlin.

Ia mengatakan berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, seperti perundungan dan kekerasan, harus menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, pemerintah dan masyarakat.

“Sekolah ramah anak harus kita wujudkan secara bersama-sama. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah,” katanya.

Herlin berharap penguatan sekolah ramah anak dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi Sumbar yang mampu memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Tujuan kita adalah menyelamatkan generasi yang akan datang, karena merekalah yang nantinya menjadi penerus kita,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Sumbar, Karyono, mengatakan pelatihan tersebut digelar karena masih ditemukan berbagai persoalan di lingkungan sekolah.

“Kami masih menemukan kasus-kasus yang terjadi di sekolah. Ini menunjukkan bahwa penerapan sekolah ramah anak masih perlu diperkuat,” kata Karyono.

Karena itu, peserta mendapatkan pendampingan dan pemahaman mengenai hak-hak anak serta upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak menjadi sumber tekanan bagi peserta didik.

Karyono berharap peserta mengikuti pelatihan secara aktif dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing.

“Harapan kami, peserta semakin memahami kondisi anak saat ini dan mampu mengenali persoalan yang mereka hadapi. Dengan begitu, sekolah bisa memberikan respons yang tepat dan menciptakan lingkungan yang benar-benar mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah bersama menghadirkan sekolah yang tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak untuk merasa aman, dihargai, didengar dan diberi kesempatan berkembang. (*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Berita Sesudah

Pulihkan Ekonomi, Yusri Latif Prioritaskan Penguatan 50 UMKM Lambung Bukit di Tahun 2027

Berita Terkait

DPRD Sumbar Jadi Rujukan BK DPRD Riau Soal Tata Beracara

DPRD Sumbar Jadi Rujukan BK DPRD Riau Soal Tata Beracara

Selasa, 15/9/26 | 21:13 WIB

PADANG, Scientia.id — Pimpinan dan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar),...

Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Soroti Kemandirian Fiskal dan Pemulihan Bencana dalam Perubahan APBD 2026

Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Soroti Kemandirian Fiskal dan Pemulihan Bencana dalam Perubahan APBD 2026

Senin, 07/9/26 | 21:33 WIB

    PADANG, Scientia.id — Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumatera Barat memberikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran...

DPRD Sumbar Mulai Bahas Perubahan APBD 2026

DPRD Sumbar Mulai Bahas Perubahan APBD 2026

Jumat, 04/9/26 | 21:38 WIB

 PADANG, Scientia.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai membahas Rancangan Peraturan...

Komisi II DPRD Sumbar Matangkan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Komisi II DPRD Sumbar Matangkan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Jumat, 28/8/26 | 00:12 WIB

  Padang, Scientia.id - Komisi II DPRD Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menghimpun masukan dari pemangku kepentingan...

Pengelolaan JDIH DPRD Sumbar Peringkat IV Terbaik Nasional

Pengelolaan JDIH DPRD Sumbar Peringkat IV Terbaik Nasional

Rabu, 19/8/26 | 00:14 WIB

Padang, Scientia.id- Prestasi DPRD Sumatera Barat dalam pengelolaan informasi hukum mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi...

Komisi V DPRD Sumbar Pelajari Tata Kelola Olahraga Sumsel, Cari Model Pembinaan Atlet Berprestasi

Komisi V DPRD Sumbar Pelajari Tata Kelola Olahraga Sumsel, Cari Model Pembinaan Atlet Berprestasi

Selasa, 11/8/26 | 22:53 WIB

Palembang, Scientia.id  – Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mempelajari tata kelola pembinaan dan pengembangan olahraga di Sumatera Selatan,...

Berita Sesudah
Pulihkan Ekonomi, Yusri Latif Prioritaskan Penguatan 50 UMKM Lambung Bukit di Tahun 2027

Pulihkan Ekonomi, Yusri Latif Prioritaskan Penguatan 50 UMKM Lambung Bukit di Tahun 2027

POPULER

  • Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

    Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Diganjar Anugerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026