Padang, Scientia – Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang, Senin (3/8), kembali mengungkap persoalan lama di Jalan Arai Pinang, Kelurahan Batuang Taba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Genangan air setinggi paha orang dewasa melumpuhkan akses jalan, memaksa pengendara mendorong sepeda motor mereka di tengah banjir.
Pantauan Scientia di lokasi menunjukkan arus kendaraan nyaris terhenti. Sejumlah pengendara memilih memutar arah karena khawatir mesin kendaraan mogok. Sementara itu, warga yang nekat melintas terpaksa turun dan mendorong motornya menembus genangan.
Banjir tidak hanya mengganggu lalu lintas. Air juga merendam beberapa permukiman warga di sepanjang jalan tersebut. Ketinggian air bahkan mencapai jendela rumah yang berada di dataran lebih rendah, sehingga sebagian penghuni berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
Aktivitas ekonomi warga pun ikut terdampak. Sejumlah toko di sepanjang Jalan Arai Pinang memilih menutup usahanya karena akses menuju lokasi tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi itu membuat aktivitas jual beli praktis terhenti.
Salah seorang pemilik toko di kawasan tersebut mengatakan banjir seperti ini bukan lagi kejadian yang mengejutkan. Menurutnya, setiap hujan dengan intensitas tinggi, kawasan itu hampir selalu terendam.
“Kalau hujannya deras, biasanya memang begini. Air cepat naik dan jalan langsung tidak bisa dilewati,” ujarnya.
Ia menilai persoalan utama berada pada buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Hingga kini, menurutnya, saluran pembuangan air belum mampu mengalirkan debit air saat hujan deras.
“Di sini memang tidak ada saluran pembuangan air yang memadai. Akibatnya air menggenang dan lama surut,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pembenahan sistem drainase di kawasan Arai Pinang. Mereka menilai penanganan sementara tidak lagi cukup, sebab banjir terus berulang hampir setiap musim hujan dan selalu mengganggu aktivitas masyarakat serta perekonomian warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih menutupi badan Jalan Arai Pinang.(yrp)








