
Padang, Scientia—- Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempercepat revitalisasi kawasan Kota Tua melalui, pemetaan dan identifikasi seluruh bangunan, termasuk status kepemilikan dan pemanfaatannya.
Pendataan tersebut menjadi dasar, penataan, pelestarian cagar budaya, serta pengembangan kawasan ke depan.
Demikian ditegaskan Wali Kota Padang Fadly Amran, saat memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (18/9).
Hadir dalam kesempatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tarmizi Ismail, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, serta Camat Padang Barat, Diko Riva Utama, dan Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar.
Selain itu juga hadir Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta, Joni Wongso, jajaran Pengurus Pengelola Kota Tua, hingga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau, Tommy Jhonlie, dan Ketua Pokdarwis Kota Tua Kampung Pondok, Hongky Victor.
Fadly Amran meminta pendataan, dilakukan secara rinci dan dipercepat agar penataan kawasan dapat segera dimulai.
Menurutnya, identifikasi meliputi kondisi bangunan, serta status kepemilikan, pemanfaatan, dan nilai sejarah setiap persil.
Fadly Amran menekankan, bangunan yang memiliki nilai sejarah dan masuk kategori cagar budaya harus menjadi perhatian dalam proses revitalisasi. Penataan kawasan, menurutnya, harus tetap menjaga karakter sejarah dan nilai budaya sekaligus menghidupkan kembali aktivitas masyarakat.
Lebih lanjut, Fadly Amran menilai kekuatan Kota Padang tidak hanya terletak pada bangunan bersejarah, tetapi juga pada identitas kuliner yang kuat dan beragam.
Karena itu, pengembangan gastronomi perlu didukung rebranding yang autentik dan tata kelola profesional lintas sektor untuk memperkuat posisi Padang dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi.
“Saya ingin proses ini dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Setelah semuanya jelas, proses revitalisasi dapat segera dilakukan,” kata Fadly Amran.
“Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang,” kata Walikota Padang.
“Pemko Padang siap menjadi fasilitator agar revitalisasi Kota Tua berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi, bukan sekadar proyek infrastruktur. Kami ingin kawasan Kota Tua kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat tumbuhnya usaha kreatif, serta pembelajaran sejarah, dan wisata kuliner lokal,” tambah Walikota.(Ade)







![Anggota DPRS Sumbar, Fraksi PKB, Donizar.[foto: ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/Screenshot_2026-09-19-16-21-16-32_1c337646f29875672b5a61192b9010f9-350x250.jpg)

