Rabu, 04/3/26 | 20:19 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Belajar dari Taiwan

Rabu, 06/5/20 | 09:12 WIB


Oleh:
Wizri Yasir

Ketua Umum DPD BKPRMI*
Lima Puluh Kota
.

Tidak banyak orang di dunia membicarakan Taiwan dalam menangani wabah Covid-19. Mereka merupakan Negara tersendiri, punya Pemerintahan dan Presiden sendiri, walaupun banyak yang tidak mengakuinya, mungkin saja didasarkan pada sebuah kepentingan politik.

Namun kita tidak membahas itu. Kita belajar bagaimana mereka membuat dunia terkagum atas tindakan mereka mengatasi penyebaran Covid-19. Sehingga ada yang menyebut Taiwan sebagi Pahlawan Coronavirus.

Taiwan sampai hari ini adalah negara paling sedikit terjangkit Coronavirus di dunia. Walaupun berbatasan langsung dengan China yang diklaim sebagai npusat Penyebaran virus tersebut, terutama Wuhan. Berdasarkan rilis WHO, warga Taiwan yang terjangkit hanya 429 orang, dengan kematian 6 orang. Dan beberapa hari terakhir ini yang menggembirakan adalah nol kasus baru yang terkonfirmasi.

BACAJUGA

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Peran Perempuan yang Kian Kompleks di 2026, Jadi Harus Bagaimana?

Senin, 26/1/26 | 19:27 WIB
Saatnya Kampus 2 UIN IB Berbenah: Mahasiswa Berhak atas Fasilitas yang Layak

Saatnya Kampus 2 UIN IB Berbenah: Mahasiswa Berhak atas Fasilitas yang Layak

Senin, 17/11/25 | 18:08 WIB

Tidak ada karantina (Lockdown) atau PSBB layaknya Indonesia. Sekolah sekolah tetap buka, denyut ekonomi terus berlanjut, pasar, mall, tempat wisata dan rekreasi tetap buka. Bahkan stadion olahraga tetap menggelar pertandingan.

Lantas apa yang mereka lakukan sampai sedemikian rupa. Perkembangan kasus menjadi nol.

Kunci utama mereka adalah sosial dan physical distancing. Rakyat Taiwan sadar dan menganggap Coronavirus Diseases (Covid-19) berbahaya. Mereka saling bantu satu sama lain agar semua orang menggunakan masker.

Semenjak kasus merebak di Wuhan, mereka negara pertama yang menutup penerbangan dari China, terutama dari Wuhan. Mereka juga negara pertama yang melakukan tes terhadap warganya.

Dan hebatnya, mereka melakukannya sendiri alias tanpa bantuan negara lain di dunia. Karena mereka tidak diakui sebagai sebuah negara termasuk oleh WHO. Sehingga tak banyak yang bisa membantu. Dengan kata lain mereka memang sendiri melakukannya.

Hari ini mereka sebagai negara demokratis dan terbuka seperti ungkapan presidennya, Tsai Ing Wen, sudah membantu negara lain seperti Amerika, Jepang, Pilipina, Negara di Afrika dan Fiji untuk menangani masalah Covid-19.

Terlepas dari itu semua, kita perlu belajar ke Taiwan. Bagaimana mereka tidak melakukan Karantina/Lockdown/PSBB, sementara pasar, tempat rekreasi, sekolah dan pusat ekonomi lainnya tetap buka.

Kuncinya memang tingkat kepatuhan masyarakat dalam melakukan anjuran pemerintah terkait sosial distancing dan physical distancing agar penyebaran lokal bisa dihambat. Mereka juga tidak panik sehingga wabah tidak mudah berkembang.

Begitu juga dengan tugas Negara. Hentikan sementara semua akses masuk darat, laut, dan udara dari semua negara/daerah yang sudah terjangkit. Kalau sudah terlanjur Lockdown/Karantina/PSBB, penuhilah hak warga untuk mendapatkan pelayanan dari negara yang dicintainya terutama persoalan hidup dan kehidupan yang layak.

Semoga, dengan tingkat kepatuhan semua elemen yang merasa menjadi bagian dari NKRI ini, Coronavirus segera berlalu.(*)

*BKPRMI:
Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia

Tags: #Wizri YasirDPD BKPRMI Lima Puluh KotaOpini
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pahala shalat di rumah sama dengan di masjid?

Berita Sesudah

Syaikh Mungka: Maha Guru Ulama Minangkabau

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Berita Sesudah

Syaikh Mungka: Maha Guru Ulama Minangkabau

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Puasa Bersama Golkar Sumbar, Khairunnas Tekankan Soliditas Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Metafora dalam Puisi-puisi Sanusi Pane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kopula Adalah, Merupakan dan Partikel Ialah, Yakni, Yaitu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024