
Kabupaten Solok, Scientia.id – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-113 Kabupaten Solok, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Solok berkolaborasi dengan para pengrajin tenun lokal untuk menghadirkan beragam kreasi motif khas daerah sebagai produk cenderamata, termasuk untuk kebutuhan rapat paripurna DPRD Kabupaten Solok.
Momentum peringatan ini dimanfaatkan sebagai ajang promosi sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Melalui kolaborasi strategis antara Dekranasda dan pelaku usaha tenun, berbagai produk unggulan ditampilkan dengan desain inovatif dan bernilai jual tinggi.
Beragam produk tenun khas Solok turut meramaikan kegiatan ini, mulai dari syal tenun, kain songket (banun), hingga motif “Talang Serumpun” yang sarat makna budaya. Produk-produk tersebut tidak hanya menjadi simbol identitas daerah, tetapi juga diproyeksikan sebagai cenderamata khas yang mampu menarik minat wisatawan serta tamu undangan resmi.
Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, melalui Sekretaris Dekranasda, Catra Desiana, S.P., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Solok ke-113 ini, kami mendorong para pengrajin untuk terus berinovasi dalam menciptakan motif tenun yang tidak hanya mempertahankan nilai tradisional, tetapi juga mampu mengikuti tren pasar,” ujarnya di ruang kerjanya, Dinas KUKMPP Kabupaten Solok, Rabu (9/4/2026).
Ia menambahkan, produk tenun yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan secara umum, tetapi juga dipersiapkan secara khusus sebagai cenderamata dalam kegiatan resmi pemerintah daerah, termasuk rapat paripurna DPRD dalam rangka peringatan hari jadi.
“Cenderamata ini menjadi representasi identitas daerah. Kami ingin setiap tamu yang hadir membawa pulang produk khas Solok yang memiliki nilai budaya dan ekonomi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dekranasda akan terus memperkuat pembinaan terhadap para pengrajin, baik dari sisi kualitas produk, inovasi desain, maupun perluasan akses pasar agar tenun Kabupaten Solok semakin dikenal luas.
Sementara itu, salah satu pelaku usaha tenun, Mira, mengaku bangga dapat terlibat dalam kolaborasi tersebut. Menurutnya, dukungan dari Dekranasda memberikan semangat baru bagi para pengrajin untuk terus berkarya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya dukungan ini. Produk tenun kami semakin dikenal, apalagi digunakan sebagai cenderamata dalam acara resmi. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai pengrajin lokal,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memeriahkan peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi stimulus bagi pertumbuhan industri kreatif serta peningkatan kesejahteraan para pengrajin lokal di Kabupaten Solok.
Baca Juga: Wabup Solok Sampaikan Pesan Keikhlasan dalam Safari Ramadan di Gunung Talang
Dengan sinergi yang terus terjalin, Kabupaten Solok optimistis mampu menjadikan produk tenun sebagai ikon cenderamata unggulan yang berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat citra daerah di berbagai kegiatan resmi. (*)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-120x86.jpg)

![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-350x250.jpg)






