Rabu, 14/10/26 | 21:47 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)

Idiom “keras kepala” menjadi viral karena diucapkan oleh Presiden Prabowo untuk menyebut bangsa Iran yang sedang berperang dengan Amerika dan Israel. Mari kita sigi kembali apa sesungguhnya makna idiom “keras kepala” secara kebahasaan. Sebagai salah satu idiom, keras kepala sering digunakan untuk menyebut anak yang nakal atau bandel. Keras kepala juga sering digunakan untuk menyebut yang buta akan nasihat. Kalau makna keras kepala dikaitkan dengan konteks kalimat yang kita pahami selama ini, tentu makna tersebut tidak tepat untuk menyebut bangsa Iran yang sedang berjuang mempertahankan harga dirinya. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat definisi idiom “keras kepala” terlebih dahulu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), idiom diartikan sebagai  konstruksi maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya, misalnya kambing hitam untuk kalimat: Dalam peristiwa pencurian itu ia menjadi kambing hitam. Dalam kalimat tersebut, kambing hitam mempunyai arti orang yang disalahkan atau dituduh atau dikorbankan. Jadi, idiom memiliki makna kiasan atau konotasi, bukan makna sebenarnya. Kalau kita berpedoman pada makna yang sebenarnya atau makna denotasi, kambing hitam merupakan kambing yang bulunya berwarna hitam. Selain kambing hitam, ada banyak lagi idiom dalam bahasa Indonesia, seperti keras kepala, kaki tangan, tangan kanan, buah tangan, buah hati, meja hijau, dan sebagainya.

Kemudian, dalam Kamus Merriam-Webster, idiom diartikan sebagai an expression in the usage of a language that has a meaning that cannot be understood from the combined meanings of its elements (such as up in the air for “undecided”) or in its grammatically atypical use of words (such as give way for “retreat”) yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti ‘ungkapan dalam penggunaan suatu bahasa yang memiliki makna yang tidak dapat dipahami hanya dari gabungan makna unsur-unsurnya (seperti “up in the air” untuk “belum diputuskan”) atau dalam penggunaan kata-kata yang tidak lazim secara tata bahasa (seperti “give way” untuk “mundur”, “peace of cake” yang arti sebenarnya ‘sepotong kue’, tetapi maknanya dalam idiom mengacu pada ‘ sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan’. Jadi, makna idiom tidak memiliki hubungan dengan makna kata dari setiap unsur pembentuknya.

Dikutip dari The Henryford.org., idiom didefinisikan sebagai ungkapan non-harfiah yang maknanya tidak dapat disimpulkan dari arti sebenar dari masing-masing kata penyusunnya. Ungkapan ini memiliki makna tersendiri. Namun, konsep ini lebih mudah dipahami melalui contoh penggunaannya—seperti “hujan deras,” “menghadapi masalah dengan berani,” “menjadi ragu-ragu,” atau “menghabiskan banyak uang.”  Idiom bersifat demokratis atau arbitrer atau mana yang suka. Meskipun mungkin diciptakan oleh satu orang, orang tersebut tidak dapat memaksakan idiom tersebut masuk ke dalam kosakata. Idiom lebih disukai oleh  banyak orang untuk digunakan dalam berkomunikasi sehingga mudah diterima dan menyebar

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Idiom adalah bagian dari estetika berbahasa yang berfungsi untuk memperhalus makna dan memperindah pilihan kata karena idiom mengandung makna yang dapat menyentuh sisi-sisi emosional pendengar atau pembaca. Selain itu, orang-orang senang menggunakan idiom karena juga berfungsi sebagai ungkapan yang lebih efektif dan efisien, padat makna, serta mengandung nilai sejarah dan budaya tertentu.

Lalu, makna idiom keras kepala yang diucapkan Presiden Prabowo untuk Iran merupakan salah satu contoh idiom yang berarti tidak mau menurut nasihat orang, tegar tengkuk atau kepala batu. Makna tersebut mengarah pada perilaku negatif dan bukan tindakan yang positif. Jadi, penggunaan kata keras kepala yang digunakan Presiden Prabowo untuk menyebut bangsa Iran dari sudut makna kebahasaan adalah tidak tepat atau tidak berterima. Oleh sebab itu, pilihan kata ungkapan Presiden Prabowo menjadi sorotan dan viral dalam pemberitaan media massa maupun media sosial. Ucapan ini menjadi viral karena tidak sesuai antara makna idiom yang dipahami bersama oleh masyarakat dan situasi Iran yang ada saat ini. Apalagi, idiom tersebut diucapkan oleh seorang pemimpin negara yang mayoritas penduduknya Muslim yang mempunyai respek yang tinggi terhadap perjuangan rakyat Iran sebagai sesama Muslim.. Meskipun dalam sebuah kesempatan yang lain, kemudian Presiden Prabowo memberi penjelasan atau klarifikasi tentang “keras kepala” yang dimaksud. Dalam klarifikasinya yang beredar, Presiden Prabowo menyatakan bahwa “keras kepala” bangsa Iran yang dimaksud adalah keras pada pendirian, kemauan, dan teguh hati pada kebenaran yang diyakini untuk berjuang dalam membela negaranya. “Keras kepala seperti bangsa Iran itu amat dibutuhkan,”‘, tuturnya.

Setelah seseorang menjadi figur publik, setiap ucapan dan kata-katanya menjadi asin yang dapat menggarami dunia. Dengan kata lain, setiap ucapan atau kata-kata akan didengar, diperhatikan, ditiru, diteladani, dan dianalisis oleh banyak pihak. Semua itu bertujuan untuk melihat dan menilai level kebijaksanaannya sebagai seorang pemimpin. Penting bagi seorang pemimpin untuk berhati-hati dalam memilih kata atau berbahasa. Jika salah-salah dalam memilih kata, salah pula makna yang dihasilkan dan salah pula wacana yang terbangun di tengah masyarakat yang dapat berdampak pada isu-isu global dan pergaulan internasional.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Berita Sesudah

Firdaus Ucapkan Selamat Muscab Serentak DPC PKB se-Sumbar

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

Berita Sesudah
Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

Firdaus Ucapkan Selamat Muscab Serentak DPC PKB se-Sumbar

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026