Minggu, 15/3/26 | 19:07 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 15/3/26 | 16:09 WIB
Gambar: Meta AI

Ketenangan Apa yang Kau Cari

Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza

Ketenangan apa yang kau cari
Ketenangan dunia
yang dibangun dari suara-suara palsu
dan tawa yang terdengar demi sopan santun
Atau ketenangan hati
yang katanya bisa tumbuh dari pasrah
tapi bahkan doa pun kini terasa hampa

Kau bilang ingin tenang
tapi terus berlari dari sepi
menyibukkan diri agar tak sempat berpikir
bahwa mungkin
yang kau kejar bukan damai
melainkan pelarian yang halus

Ketenangan apa yang kau cari wahai diri
Kau duduk di bawah langit yang birunya pun lelah
menghirup udara tapi tetap sesak
menutup mata tapi tetap sadar
bahwa sunyi tidak selalu menenangkan

BACAJUGA

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB
Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Mungkin ketenangan bukan sesuatu yang dicari
Mungkin ia hanya datang
ketika kau berhenti
mencari alasan untuk tenang

 

Musim yang Pergi Lebih Dulu

Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza

Waktu berjalan bagai arloji tua
Yang tak pernah menunggu siapa pun
Aku tumbuh di bawah bayangan seseorang
Yang selalu tahu lebih dulu
Kapan harus berhenti, kapan harus melangkah

Musim berganti
Dan ia
Pergi bersama satu di antaranya
Meninggalkan ruang kosong
Yang perlahan diisi oleh suara hujan dan berita singkat
Tentang hidupnya di tempat jauh

Kadang aku iri pada caranya berpindah
Pada keberanian yang tak kutemukan
Di antara buku-buku
Kadang aku ingin bertanya
Apa rasanya tak takut kehilangan arah?

Tapi waktu terlalu sibuk berlalu
Membiarkan kami jadi dua orang
Yang hanya disatukan oleh kenangan
Dan jam dinding di rumah lama
Yang berdetak untuk dua langit berbeda

Kini setiap kali daun gugur
Aku belajar memahami perpisahan
Sebagai bagian dari pertumbuhan
Bahwa ada musim yang memang harus pergi lebih dulu
Agar yang tinggal
Belajar bagaimana rasanya bertahan

Bagai bayangan
Yang kehilangan cahayanya
Lalu mencari cahaya sendiri

 

Bulan Menunggu

Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza

Bulan berputar pelan
Menjaga jarak dari Bumi
Jarak yang tak pernah ia pilih
Tapi terus ia jalani

Setiap malam ia berharap
Bumi menoleh barang sebentar
Mengakui sinar lembut yang ia simpan
Hanya untuk satu planet itu

Ia ingin sekali mendengar
Bahwa cahayanya cukup
Bahwa dirinya berarti
Bahwa kehadirannya bukan sekadar pantulan
yang mudah terlupakan

Namun Bumi selalu terpikat pada Matahari
Pada hangat yang menyilaukan
Pada terang yang membuat Bulan terasa kecil

Tapi malam ini…
Izinkan Bulan tak menunjukkan cahayanya
Biarkan awan menutupi
Gelap mencekam menjadi saksi betapa lelah ia menunggu

Sebab di tengah putaran panjang itu
Bumi masih mengagumi bintang-bintang
Yang hanya singgah sebentar
Sementara Bulan tetap tinggal
Menunggu tanpa diminta

Dan di dalam diam orbitnya
Bulan bertanya pada dirinya sendiri
Apa kurang lembut cahayanya
Untuk membuat Bumi berkata
Bahwa Bulanlah satu-satunya?

 

Biodata Penulis:

Delivia Nazwa Syafiariza merupakan mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Ia aktif di UKMF Labor Penulisan Kreatif dan bisa disapa melalui Instagram @viadns_yaa

Tags: #Delivia Nazwa Syafiariza
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Berita Terkait

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Boleh Tidak Sebut Semua Merek Air Minum dalam Kemasan dengan Aqua?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Bakal Buka Jalur Dua Arah di Depan Plaza Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “sudah” dan “telah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (—)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026