PADANG, Scientia—- – Momentum Ramadan 1447 H menjadi ajang bagi jajaran legislatif di Kota Padang untuk turun langsung ke tengah masyarakat melalui agenda Safari Ramadan. Sebanyak 45 anggota DPRD Kota Padang secara serentak menyambangi berbagai masjid dan mushala di seluruh penjuru kota. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara wakil rakyat dengan konstituennya sekaligus menyerap aspirasi warga di bulan yang penuh keberkahan ini.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion: Prioritaskan Mitigasi Bencana di Koto Tangah
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, mengawali rangkaian Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Darussalam, Batang Kabung Ganting, pada Minggu (22/2/2026).
Dalam suasana kekeluargaan pasca shalat tarawih, Muharlion menekankan bahwa kehadiran legislatif ke tengah jemaah bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum krusial untuk mengevaluasi efektivitas program pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan warga di tingkat kelurahan.
Fokus utama yang diusung pimpinan legislatif ini adalah, penguatan infrastruktur tanggap bencana, mengingat wilayah Koto Tangah seringkali berhadapan dengan cuaca ekstrem.
Muharlion menegaskan, sistem drainase yang mumpuni menjadi prioritas utama DPRD dan Pemerintah Kota guna melindungi keselamatan warga dari ancaman banjir dan tanah longsor yang kerap menghantui saat intensitas hujan tinggi.
Tak hanya berbicara teknis pembangunan, Muharlion menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp25 juta secara simbolis untuk kebutuhan renovasi Masjid Darussalam. Ia berharap bantuan stimulan ini dapat mempercepat peningkatan fasilitas rumah ibadah, sehingga jemaah dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan lebih nyaman, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat di wilayah pesisir.
Muharlion berkomitmen untuk terus mengawal setiap aspirasi yang masuk dari jemaah Batang Kabung Ganting agar terakomodasi dalam kebijakan anggaran daerah. Baginya, transparansi dalam penyaluran dana aspirasi adalah kunci akuntabilitas wakil rakyat, guna memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD benar-benar dialokasikan untuk kepentingan serta keselamatan masyarakat Kota Padang secara menyeluruh.

Mastilizal Aye: Serukan Solidaritas Doa untuk Konflik Global
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, melaksanakan kunjungan serupa di Masjid Baiturrahim, Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo. Sosok yang dikenal merakyat ini membawa bantuan hibah APBD senilai Rp25 juta untuk mendukung operasional masjid. Aye mengapresiasi transformasi luar biasa rumah ibadah tersebut, yang berawal dari wakaf tanah sederhana hingga kini menjadi masjid representatif berkat gotong royong warga.
Di hadapan jemaah, Mastilizal Aye memberikan empati mendalam terhadap krisis kemanusiaan yang sedang melanda wilayah Timur Tengah, khususnya Palestina dan Iran. Ia menyoroti dampak konflik bersenjata yang menyebabkan banyak jemaah umroh asal Indonesia tertahan di Tanah Suci Mekah akibat pembatalan penerbangan massal, sebuah situasi yang menuntut solidaritas tinggi dari umat Muslim di tanah air.
Ia mengajak seluruh jemaah Masjid Baiturrahim untuk menundukkan kepala sejenak dan memanjatkan doa khusus bagi keselamatan saudara seiman di zona perang serta perlindungan bagi jemaah umroh yang sedang berjuang untuk pulang. Menurutnya, kekuatan doa adalah senjata utama bagi umat dalam menunjukkan kepedulian terhadap ketidakpastian dunia internasional yang saat ini sedang memanas secara eskalasi militer.
Menutup arahannya, Mastilizal Aye mengingatkan jemaah untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur atas kedamaian yang masih dinikmati di Indonesia. Ia menekankan bahwa kenikmatan beribadah Ramadan tanpa gangguan keamanan adalah anugerah besar yang harus dijaga dengan tetap mempererat persatuan nasional dan menjaga kerukunan antar sesama warga di tengah ancaman krisis global yang mencekam.

Osman Ayub: Dorong Pembentukan Karakter Qurani Sejak Dini
Beralih ke wilayah Kurao Pagang, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, menyambangi Masjid Al Mujahidin untuk memperkuat akses pelayanan publik di akar rumput. Tokoh yang akrab disapa Mak Etek Os ini menegaskan bahwa Safari Ramadhan adalah wahana strategis bagi legislatif untuk menyerap aspirasi murni tanpa sekat birokrasi, sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara wakil rakyat dengan umat dalam pembangunan spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Osman Ayub menyerahkan bantuan hibah senilai Rp25 juta yang ditujukan untuk pengembangan fasilitas ibadah dan pembinaan jemaah. Ia menekankan bahwa dana ini merupakan pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan dasar umat, guna memastikan sarana keagamaan di wilayah Jembatan Berok Lama tetap memadai untuk menampung aktivitas masyarakat selama bulan penuh berkah.
Pesan edukasi juga menjadi poin sentral dalam sambutan Mak Etek Os, di mana ia mengajak para orang tua untuk lebih serius membina anak-anak agar mencintai Al-Quran. Ia meminta dukungan kolektif dari niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai untuk menjadi teladan nyata bagi generasi muda, agar nilai-nilai Qurani dapat terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Selain di Masjid Al Mujahidin, rangkaian Safari Ramadhan Osman Ayub juga mencakup Masjid Jabal Firdaus di Lubuk Begalung dan Mushalla Nurul Yaqin di Tanah Runtuah. Hal ini membuktikan komitmen pemerataan perhatian pimpinan dewan terhadap berbagai wilayah konstituen, memastikan bahwa setiap sudut Kota Padang merasakan manfaat dari kebijakan pembangunan manusia dan infrastruktur religi yang diusung oleh DPRD.

Jupri: Peringatan Keras terhadap Darurat Narkoba
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri atau yang akrab disapa Makdang Jupri, memberikan peringatan keras dalam kunjungannya di Masjid Al Kaffah, Kampung Jua, Lubuk Begalung. Ia menyoroti persoalan kenakalan remaja dan maraknya penyalahgunaan narkotika yang kian memprihatinkan di Sumatera Barat. Jupri menekankan bahwa Kota Padang kini telah menjadi target pasar peredaran narkoba yang aktif mengincar remaja hingga ke wilayah pedesaan.
Merujuk pada pernyataan Gubernur Sumbar, Makdang Jupri mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pemutus rantai peredaran gelap narkotika. Ia menegaskan bahwa lingkungan yang religius dan harmonis adalah benteng moral terkuat bagi generasi muda, sehingga pengawasan kolektif terhadap aktivitas remaja harus ditingkatkan secara masif demi menyelamatkan masa depan bangsa dari kehancuran barang haram.
Secara khusus, Jupri meminta peranan aktif dari Niniak Mamak dalam adat Minangkabau untuk membimbing anak kemenakan agar tidak terjerumus pada pergaulan negatif. Tanggung jawab moral Niniak Mamak dan pengawasan orang tua dinilai sebagai kunci utama dalam menekan angka kriminalitas remaja, sehingga tatanan sosial di Kelurahan Nan XX tetap terjaga sesuai nilai-nilai luhur “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemakmuran masjid, Jupri menyerahkan hibah sebesar Rp25 juta kepada pengurus Masjid Al Kaffah. Bantuan ini diharapkan dapat memacu semangat warga untuk terus meramaikan rumah ibadah dengan kegiatan positif, sekaligus menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dalam upaya membentengi moral masyarakat Lubuk Begalung melalui jalur keagamaan. (Ade)









